<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4754237644906456057</id><updated>2011-11-28T07:24:44.795+08:00</updated><category term='Software'/><category term='Minggu Malam'/><category term='Motivasi'/><title type='text'>BALIKPAPAN(holic)</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://oidamus.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4754237644906456057/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://oidamus.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>oidamus</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S6c0WLlnYgI/AAAAAAAAAIw/_z6zXol9sZw/S220/obit.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>49</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4754237644906456057.post-4608476812537950371</id><published>2010-07-23T23:57:00.003+08:00</published><updated>2010-07-24T00:09:38.838+08:00</updated><title type='text'>Crack for SMADAV pro 8.2</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/TEm99Ut23QI/AAAAAAAAAMQ/idA08tlHtKo/s1600/Smadav+PRo.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/TEm99Ut23QI/AAAAAAAAAMQ/idA08tlHtKo/s320/Smadav+PRo.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5497133681413119234" /&gt;&lt;/a&gt;Sudah pada tahu dong anti virus yang satu ini?????&lt;br /&gt;yupz bro SMADAV 8.2 , anti virus lokal buatan anak indonesia yang ketangguhan nya buat menangkal virus2 lokal. saya sendiri juga menggunakan produk ini karena aplikasi nya yang tergolong sangat ringan dan cepat dalam melakukan scaning temen2 yang pernah menggunakan pasti sudah pada tahu lah, SMADAV sendiri terdiri dari 2 versi yaitu SMADAV FREE dan SMADAV PRO, kebanyakan dari kita pasti masih menggunakan versi free nya dari pada yang pro, jika kita ingin menggunakan versi PRO kita harus melakukan registrasi, jika tidak tentunya kita hanya bisa menggunakan versi gratis nya, jangan kuatir jika anda ingin mencicipi versi pro dari smadav 8.1 atau 8.2 anda dapat mendownload registrasi key nya &lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/10687174/SmadavProKey.txt"&gt;disini&lt;/a&gt; tinggal kita buka smadav free kita lalu klik di tab setting lalu isi registrasi key yang tadi anda download di kolom yang tersedia...dan.... smadav anda telah beralih ke versi pro, untuk yang masih menggunakan versi 8.1 ikuti saja langkah diatas jika selesai anda tinggal up date smadav anda dan otomatis smadav anda bermigrasi ke 8.2 jika anda tidak mempunyai aplikasi smadav anda dapat mendownloadnya &lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/10687847/smadav81.rar"&gt;disini&lt;/a&gt;....ENJOY...... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber internet...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4754237644906456057-4608476812537950371?l=oidamus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4754237644906456057/posts/default/4608476812537950371'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4754237644906456057/posts/default/4608476812537950371'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://oidamus.blogspot.com/2010/07/crack-for-smadav-pro-82.html' title='Crack for SMADAV pro 8.2'/><author><name>oidamus</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S6c0WLlnYgI/AAAAAAAAAIw/_z6zXol9sZw/S220/obit.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/TEm99Ut23QI/AAAAAAAAAMQ/idA08tlHtKo/s72-c/Smadav+PRo.JPG' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4754237644906456057.post-5473901257992148714</id><published>2010-04-13T11:57:00.003+08:00</published><updated>2010-04-14T16:00:25.504+08:00</updated><title type='text'>Kebosanan...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S8V1tSMElFI/AAAAAAAAAL8/Ms1JrDIk2Jc/s1600/bosen.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 116px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S8V1tSMElFI/AAAAAAAAAL8/Ms1JrDIk2Jc/s200/bosen.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5459899544093627474" /&gt;&lt;/a&gt;Ini sebuah cerita ringan tentang kebosanan. Seorang tua yang bijak ditanya oleh tamunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tamu : "Sebenarnya apa itu perasaan 'bosan', pak tua ?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Tua : "Bosan adalah keadaan dimana pikiran menginginkan perubahan, mendambakan sesuatu yang baru, dan menginginkan berhentinya rutinitas hidup dan keadaan yang monoton dari waktu ke waktu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tamu : "Kenapa kita merasa bosan ?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Tua : "Karena kita tidak pernah merasa puas dengan apa yang kita miliki".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tamu : "Bagaimana menghilangkan kebosanan ?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Tua : "Hanya ada satu cara, nikmatilah kebosanan itu, maka kita pun akan terbebas darinya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tamu : "Bagaimana mungkin bisa menikmati kebosanan ?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Tua : "Bertanyalah pada dirimu sendiri, mengapa kamu tidak pernah bosan makan nasi yang sama rasanya setiap hari ?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tamu : "Karena kita makan nasi dengan lauk dan sayur yang berbeda, Pak Tua".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Tua : "Benar sekali anakku, tambahkan sesuatu yang baru dalam rutinitasmu maka kebosanan pun akan hilang".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tamu : "Bagaimana menambahkan hal baru dalam rutinitas ?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Tua : "Ubahlah caramu melakukan rutinitas itu. Kalau biasanya menulis sambil duduk, cobalah menulis sambil jongkok atau berbaring. Kalau biasanya membaca di kursi, cobalah membaca sambil berjalan-jalan atau  meloncat-loncat. Kalau biasanya menelpon dengan tangan kanan, cobalah  dengan tangan kiri atau dengan kaki kalau bisa. Dan seterusnya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Tamu itu pun pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari kemudian Tamu itu mengunjungi Pak Tua lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tamu : "Pak tua, saya sudah melakukan apa yang Anda sarankan, kenapa saya masih merasa bosan juga ?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Tua : "Coba lakukan sesuatu yang bersifat kekanak-kanakan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tamu : "Contohnya ?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Tua : "Mainkan permainan yang paling kamu senangi di waktu kecil dulu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Tamu itu pun pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa minggu kemudian, Tamu itu datang lagi ke rumah Pak Tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tamu : "Pak Tua, saya melakukan apa yang Anda sarankan. Di setiap waktu senggang saya bermain sepuas-puasnya semua permainan anak-anak yang saya senangi dulu. Dan keajaiban pun terjadi. Sampai sekarang saya tidak pernah merasa bosan lagi, meskipun disaat saya melakukan hal-hal yang dulu pernah saya anggap membosankan. Kenapa bisa demikian, Pak Tua ?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil tersenyum Pak Tua berkata : "Karena segala sesuatu sebenarnya berasal dari pikiranmu sendiri, anakku. Kebosanan itu pun berasal dari pikiranmu yang berpikir tentang kebosanan. Saya menyuruhmu bermain seperti anak kecil agar pikiranmu menjadi ceria. Sekarang kamu tidak merasa bosan  lagi karena pikiranmu tentang keceriaan berhasil mengalahkan pikiranmu tentang kebosanan. Segala sesuatu berasal dari pikiran. Berpikir bosan menyebabkan kau bosan. Berpikir ceria menjadikan kamu ceria".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber internet...&lt;br /&gt;Sekarang postingan yang saya upload dapat anda download versi java nya hingga dapat anda baca di handphone yang ber OS java&lt;br /&gt;Download aplikasi &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9441349/Kebosanan.jar.html"&gt;DISINI&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4754237644906456057-5473901257992148714?l=oidamus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4754237644906456057/posts/default/5473901257992148714'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4754237644906456057/posts/default/5473901257992148714'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://oidamus.blogspot.com/2010/04/kebosanan.html' title='Kebosanan...'/><author><name>oidamus</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S6c0WLlnYgI/AAAAAAAAAIw/_z6zXol9sZw/S220/obit.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S8V1tSMElFI/AAAAAAAAAL8/Ms1JrDIk2Jc/s72-c/bosen.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4754237644906456057.post-5407756546511990205</id><published>2010-04-12T10:59:00.002+08:00</published><updated>2010-04-12T11:06:46.524+08:00</updated><title type='text'>Pipe Data Pro 8.0</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S8KOI49n9gI/AAAAAAAAAL0/1MxExuZVJps/s1600/Cover.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 288px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S8KOI49n9gI/AAAAAAAAAL0/1MxExuZVJps/s320/Cover.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5459081981707417090" /&gt;&lt;/a&gt;Masih tentang pipe data pro&lt;br /&gt;sebelum nya pernah saya ulas sedikit tentang pipe data pro 7.2 beberapa bulan yang lalu jadi untuk kali ini langsung saja yah, berikut adalah versi terbaru dari serial pipe data pro yaitu versi 8.0 dan untuk kali ini komplit beserta crack nya. software dapat anda download &lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/9409948/Pipe_Data_Pro_V.8.rar"&gt;DISINI&lt;/a&gt; enjoy&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber internet...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4754237644906456057-5407756546511990205?l=oidamus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4754237644906456057/posts/default/5407756546511990205'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4754237644906456057/posts/default/5407756546511990205'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://oidamus.blogspot.com/2010/04/pipe-data-pro-80.html' title='Pipe Data Pro 8.0'/><author><name>oidamus</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S6c0WLlnYgI/AAAAAAAAAIw/_z6zXol9sZw/S220/obit.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S8KOI49n9gI/AAAAAAAAAL0/1MxExuZVJps/s72-c/Cover.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4754237644906456057.post-8322450474990596397</id><published>2010-04-10T17:37:00.005+08:00</published><updated>2010-04-13T16:39:09.524+08:00</updated><title type='text'>Lanjutan Wiro Sableng...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S8BLI8D4OKI/AAAAAAAAALs/olO8cbrIORQ/s1600/Pukulan+Matahari.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 280px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S8BLI8D4OKI/AAAAAAAAALs/olO8cbrIORQ/s400/Pukulan+Matahari.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5458445365306472610" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;KARYA MIKE (mencoba melanjutkan Wiro Sableng)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;186. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9386652/186JenazahSimpanan-WiroSableng_mike-KZ.pdf.html"&gt;Jenazah Simpanan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;187. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9386653/187SiPengumpulBangkaiWiroSableng_kz-mike.pdf.html"&gt;SiPengumpul Bangkai&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;188. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9386651/188BintangLangitSaptuningJagat-WiroSableng_Mike.pdf.html"&gt;Bintang Langit Saptuning Jagat&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;189. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9386655/189KematianSangPendekar-WiroSableng_Mike.pdf.html"&gt;Kematian Sang Pendekar&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;190. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9386654/PangeranMatahari-PusakaDapurSaktiPancalaGeni-mike.pdf.html"&gt;PangeranMatahari - Pusaka Dapur Sakti Pancala Geni&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;191. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9427155/190.SabdaPanditaRatu-Tamat.zip.html"&gt;Sabda Pandita Ratu&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;192. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9427156/191.JabrikSaktiWanara-Tamat.zip.html"&gt;Jabrik Sakti Wanara&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wiro 3 in 1 (Tiga Dalam Satu=TDS)&lt;br /&gt;1.&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9386580/BintangMalam.pdf.html"&gt;Bintang Malam&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;2.&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9386581/LimaLaknatMalamKliwon.pdf.html"&gt;Lima Laknat Malam Kliwon&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;3.&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9386579/TDS-SeribuHawaKematian-kz.pdf.html"&gt;Seribu Hawa Kematian&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber internet...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4754237644906456057-8322450474990596397?l=oidamus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4754237644906456057/posts/default/8322450474990596397'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4754237644906456057/posts/default/8322450474990596397'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://oidamus.blogspot.com/2010/04/lanjutan-wiro-sableng.html' title='Lanjutan Wiro Sableng...'/><author><name>oidamus</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S6c0WLlnYgI/AAAAAAAAAIw/_z6zXol9sZw/S220/obit.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S8BLI8D4OKI/AAAAAAAAALs/olO8cbrIORQ/s72-c/Pukulan+Matahari.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4754237644906456057.post-578545487306048104</id><published>2010-04-09T09:52:00.003+08:00</published><updated>2010-04-09T10:03:37.998+08:00</updated><title type='text'>Bunda, Mandikanlah Aku ............</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S76JOQZvc_I/AAAAAAAAALU/gQCEi0WkSMo/s1600/Sesal.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 130px; height: 90px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S76JOQZvc_I/AAAAAAAAALU/gQCEi0WkSMo/s200/Sesal.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5457950676433728498" /&gt;&lt;/a&gt;Sering kali orang tidak mensyukuri apa yang dimilikinya sampai akhirnya..... Rani, sebut saja begitu namanya. Kawan kuliah ini berotak cemerlang dan memiliki idealisme tinggi. Sejak masuk kampus, sikap dan konsep dirinya sudah jelas : meraih yang terbaik, di bidang akademis maupun profesi yang  akan digelutinya. ''Why not the best'', katanya selalu, mengutip seorang mantan presiden Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Universitas mengirim mahasiswa untuk studi Hukum Internasional di Universiteit Utrecht, Belanda, Rani termasuk salah satunya. Saya lebih memilih menuntaskan pendidikan kedokteran. Berikutnya, Rani mendapat pendamping yang ''selevel''; sama-sama berprestasi, meski berbeda  profesi. Alifya, buah cinta mereka, lahir ketika Rani diangkat sebagai staf diplomat, bertepatan dengan tuntasnya suami dia meraih PhD. Lengkaplah kebahagiaan mereka. Konon, nama putera mereka itu diambil dari huruf pertama hijaiyah ''alif'' dan huruf terakhir ''ya'', jadilah nama yang enak didengar : Alifya. Saya tak sempat mengira, apa mereka bermaksud menjadikannya  sebagai anak yang pertama dan terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Alif, panggilan puteranya itu, berusia 6 bulan, kesibukan Rani semakin menggila. Bak garuda, nyaris tiap hari ia terbang dari satu kota ke kota lain, dan dari satu negara ke negara lain. Setulusnya saya  pernah bertanya, ''Tidakkah si Alif terlalu kecil untuk ditinggal-tinggal ?''. Dengan sigap Rani menjawab, ''Oh, saya sudah mengantisipasi segala sesuatunya. Everything is OK!''. Ucapannya itu betul-betul ia buktikan. Perawatan dan perhatian anaknya, ditangani secara profesional oleh baby sitter mahal. Rani tinggal mengontrol jadual Alif lewat telepon. Alif tumbuh menjadi anak yang tampak lincah, cerdas dan gampang mengerti. Kakek-neneknya selalu memompakan kebanggaan kepada cucu semata wayang itu, tentang kehebatan ibu-bapaknya. Tentang gelar dan nama besar, tentang naik pesawat terbang, dan uang yang  banyak. ''Contohlah ayah-bunda Alif, kalau Alif besar nanti''. Begitu selalu nenek Alif, ibunya Rani, berpesan di akhir dongeng menjelang  tidurnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Alif berusia 3 tahun, Rani bercerita kalau dia minta adik. Terkejut dengan permintaan tak terduga itu, Rani dan suaminya kembali menagih pengertian anaknya. Kesibukan mereka belum memungkinkan untuk menghadirkan seorang adik buat Alif. Lagi-lagi bocah kecil ini ''memahami'' orang tuanya. Buktinya, kata Rani, ia tak lagi merengek minta adik. Alif, tampaknya mewarisi karakter ibunya yang bukan perengek. Meski kedua orangtuanya kerap pulang larut, ia jarang sekali ngambek. Bahkan, tutur Rani, Alif selalu menyambut kedatangannya dengan penuh ceria. Maka, Rani menyapanya ''malaikat kecilku''.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh keluarga yang bahagia, pikir saya. Meski kedua orangtuanya super sibuk, Alif tetap tumbuh penuh cinta. Diam-diam, saya iri pada keluarga  ini. Suatu hari, menjelang Rani berangkat ke kantor, entah mengapa Alif menolak dimandikan baby sitter. ''Alif ingin Bunda mandikan'', ujarnya penuh harap. Karuan saja Rani, yang detik ke detik waktunya sangat diperhitungkan, gusar. Ia menampik permintaan Alif sambil tetap gesit berdandan dan mempersiapkan keperluan kantornya. Suaminya pun turut membujuk Alif agar mau mandi dengan Tante Mien, baby sitter-nya.  Lagi-lagi, Alif dengan pengertian menurut, meski wajahnya cemberut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa ini berulang sampai hampir sepekan. ''Bunda, mandikan aku !'' kian lama suara Alif penuh tekanan. Toh, Rani dan suaminya berpikir, mungkin itu karena Alif sedang dalam masa pra-sekolah, jadinya agak lebih minta perhatian. Setelah dibujuk-bujuk, akhirnya Alif bisa ditinggal juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai suatu sore, saya dikejutkan telponnya Mien, sang baby sitter. ''Bu dokter, Alif demam dan kejang-kejang. Sekarang di Emergency''. Setengah terbang, saya ngebut ke UGD. But it was too late. Allah SWT sudah punya rencana lain. Alif, si malaikat kecil, keburu dipanggil pulang oleh-Nya. Rani, ketika diberi tahu soal Alif, sedang meresmikan kantor barunya. Ia  shock berat. Setibanya di rumah, satu-satunya keinginan dia adalah memandikan putranya. Setelah pekan lalu Alif mulai menuntut, Rani memang menyimpan komitmen untuk suatu saat memandikan anaknya sendiri. Dan siang itu, janji Rani terwujud, meski setelah tubuh si kecil terbaring kaku. ''Ini Bunda Lif, Bunda mandikan Alif,'' ucapnya lirih, di tengah jamaah yang sunyi. Satu persatu rekan Rani menyingkir dari sampingnya, berusaha menyembunyikan tangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika tanah merah telah mengubur jasad si kecil, kami masih berdiri mematung di sisi pusara. Berkali-kali Rani, sahabatku yang tegar itu berkata, ''Ini sudah takdir, ya kan. Sama saja, aku di sebelahnya ataupun di seberang lautan, kalau sudah saatnya, ya dia pergi juga kan?''. Saya diam saja. Rasanya Rani memang tak perlu hiburan dari orang lain. Suaminya mematung seperti tak bernyawa. Wajahnya pias, tatapannya kosong. ''Ini konsekuensi sebuah pilihan,'' lanjut Rani, tetap mencoba  tegar dan kuat. Hening sejenak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angin senja meniupkan aroma bunga kamboja. Tiba-tiba Rani berlutut. ''Aku ibunyaaa!'' serunya histeris, lantas tergugu hebat. Rasanya baru kali ini saya menyaksikan Rani menangis, lebih-lebih tangisan yang meledak. ''Bangunlah Lif, Bunda mau mandikan Alif. Beri kesempatan Bunda sekali saja Lif. Sekali saja, Aliiif..'' Rani merintih mengiba-iba. Detik berikutnya, ia menubruk pusara dan tertelungkup di atasnya. Air matanya membanjiri tanah merah yang menaungi jasad Alif. Senja pun makin tua. Nasi sudah menjadi bubur, sesal tidak lagi menolong. Hal yang nampaknya sepele sering kali menimbulkan sesal dan kehilangan yang amat sangat. Sering kali orang sibuk 'di luaran', asyik dengan dunianya dan ambisinya sendiri tidak mengabaikan orang-orang di dekatnya  yang disayanginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan masih ada waktu 'nanti' buat mereka jadi abaikan saja dulu. Sering kali orang takabur dan merasa yakin bahwa pengertian dan kasih sayang yang diterimanya tidak akan hilang. Merasa mereka akan mengerti karena mereka menyayanginya dan tetap akan ada.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber migas indonesia&lt;br /&gt;Sekarang postingan yang saya upload dapat anda download versi java nya hingga dapat anda baca di handphone yang ber OS java&lt;br /&gt;Download aplikasi &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9366658/BundaMandikanlahAku.jar.html"&gt;DISINI&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4754237644906456057-578545487306048104?l=oidamus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4754237644906456057/posts/default/578545487306048104'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4754237644906456057/posts/default/578545487306048104'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://oidamus.blogspot.com/2010/04/bunda-mandikanlah-aku.html' title='Bunda, Mandikanlah Aku ............'/><author><name>oidamus</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S6c0WLlnYgI/AAAAAAAAAIw/_z6zXol9sZw/S220/obit.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S76JOQZvc_I/AAAAAAAAALU/gQCEi0WkSMo/s72-c/Sesal.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4754237644906456057.post-1515709613174211825</id><published>2010-04-03T08:27:00.002+08:00</published><updated>2010-04-03T08:31:29.850+08:00</updated><title type='text'>Sang Elang...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S7aLwryNslI/AAAAAAAAALE/zVJxrHcyFhQ/s1600/images.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S7aLwryNslI/AAAAAAAAALE/zVJxrHcyFhQ/s200/images.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5455701667109253714" /&gt;&lt;/a&gt;Elang merupakan jenis unggas yang mempunyai umur paling panjang didunia. Umurnya dapat mencapai 70 tahun. Tetapi untuk mencapai umur sepanjang itu seekor elang harus membuat suatu keputusan yang sangat berat pada umurnya yang ke 40.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika elang berumur 40 tahun, cakarnya mulai menua, paruhnya menjadi panjang dan membengkok hingga hampir menyentuh dadanya. Sayapnya menjadi sangat berat karena bulunya telah tumbuh lebat dan tebal,sehingga sangat menyulitkan waktu terbang. Pada saat itu, elang hanya mempunyai dua pilihan: Menunggu kematian, atau Mengalami suatu proses transformasi yang sangat menyakitkan - suatu proses transformasi yang panjang selama 150 hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk melakukan transformasi itu, elang harus berusaha keras terbang keatas puncak gunung untuk kemudian membuat sarang ditepi jurang , berhenti dan tinggal disana selama proses transformasi berlangsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama-tama, elang harus mematukkan paruhnya pada batu karang sampai paruh tersebut terlepas dari mulutnya, kemudian berdiam beberapa lama menunggu tumbuhnya paruh baru. Dengan paruh yang baru tumbuh itu, ia harus mencabut satu persatu cakar-cakarnya dan ketika cakar yang baru sudah tumbuh, ia akan mencabut bulu badannya satu demi satu. Suatu proses yang panjang dan menyakitkan. Lima bulan kemudian, bulu-bulu elang yang baru sudah tumbuh. Elang mulai dapat terbang kembali. Dengan paruh dan cakar baru, elang tersebut mulai menjalani 30 tahun kehidupan barunya dengan penuh energi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kehidupan kita ini, kadang kita juga harus melakukan suatu keputusan yang sangat berat untuk memulai sesuatu proses pembaharuan. Kita harus berani dan mau membuang semua kebiasaan lama yang mengikat, meskipun kebiasaan lama itu adalah sesuatu yang menyenangkan dan melenakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita harus rela untuk meninggalkan perilaku lama kita agar kita dapat mulai terbang lagi menggapai tujuan yang lebih baik di masa depan. Hanya bila kita bersedia melepaskan beban lama, membuka diri untuk belajar hal-hal yang baru, kita baru mempunyai kesempatan untuk mengembangkan kemampuan kita yang terpendam, mengasah keahlian baru dan menatap masa depan dengan penuh keyakinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Halangan terbesar untuk berubah terletak di dalam diri sendiri dan andalah sang penguasa atas diri anda. Jangan biarkan masa lalu menumpulkan asa dan melayukan semangat kita. Anda adalah elang-elang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan pasti terjadi. Maka itu, kita harus berubah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Anas bin Malik, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya diantara manusia ada yang menjadi jalan kebaikan, dan menjadi penutup jalan keburukan. Diantara manusia juga ada yang menjadi jalan keburukan, dan menjadi penutup kebaikan. Maka, berbahagialah orang yang Allah jadikan jalan-jalan kebaikan melalui tangannya. Dan celakalah bagi orang yang Allah jadikan jalan-jalan keburukan melalui tangannya.” (HR Ibnu Majah, dihasankan Al-Bani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber internet...&lt;br /&gt;Sekarang postingan yang saya upload dapat anda download versi java nya hingga dapat anda baca di handphone yang ber OS java&lt;br /&gt;Download aplikasi &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9274756/SangElang.jar.html"&gt;DISINI&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4754237644906456057-1515709613174211825?l=oidamus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4754237644906456057/posts/default/1515709613174211825'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4754237644906456057/posts/default/1515709613174211825'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://oidamus.blogspot.com/2010/04/sang-elang.html' title='Sang Elang...'/><author><name>oidamus</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S6c0WLlnYgI/AAAAAAAAAIw/_z6zXol9sZw/S220/obit.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S7aLwryNslI/AAAAAAAAALE/zVJxrHcyFhQ/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4754237644906456057.post-950155946787611225</id><published>2010-04-02T09:27:00.012+08:00</published><updated>2010-05-11T14:37:19.376+08:00</updated><title type='text'>Serial Wiro Sableng....</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S7agTmndyvI/AAAAAAAAALM/h0zDa-s6oJo/s1600/Foto+Asli+Kapak+Maut+Naga+Geni+212-kz.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 199px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S7agTmndyvI/AAAAAAAAALM/h0zDa-s6oJo/s200/Foto+Asli+Kapak+Maut+Naga+Geni+212-kz.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5455724257249970930" /&gt;&lt;/a&gt;Buat para pembaca yang pasti sudah tidak asing lagi dengan serial komik yang satu ini, komik serial laga karya Bastian Tito yang dulu pernah populer di sekitar tahun 80an sampai dengan 90an bahkan sempat di angkat kelayar lebar walau hanya berjalan beberapa episode saja, bahkan stasiun televisi swasta pernah membuat sinetron laganya, yahhhhh.... walau memang hasil nya masih jauh dari film-film produksi luaran tapi bagi saya sedikit menghibur daripada nonton sinetron sinetron yang penuh dengan tumpahan air mata...hehehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah bagi anda yang imgin mendownload serial komik nya anda dapat mendapat kan nya disini lumayan lengkap kok untuk sekedar killing time saja daripada bengong mending baca Wiro Sableng..hehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;001. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/4113519/01.EmpatBerewokD  ariGoaSanggreng.pdf.html"&gt;Empat Berewok Dari Goa Sanggreng&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;002. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/4113578/02.MautBernyanyi  DiPajajaran.pdf.html"&gt;Maut Bernyanyi Di Pajajaran&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;003. &lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/4113636/03.DendamOra  ng-OrangSakti.pdf"&gt;Dendam Orang Orang Sakti&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;004. &lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/4113852/04.KerisTumbalWilayuda.pdf"&gt;Keris Tumbal Wilayuda&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;005. &lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/4113856/05.Neraka.Lembah.Tengkorak.pdf"&gt;Neraka Lembah Tengkorak&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;006. &lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/4113855/06.PendekarTerkutukPemetikBunga.pdf"&gt;Pendekar Terkutuk Pemetik Bunga&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;007. &lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/4113853/07.TigaSetanDarahDanCambukApiAngin.pdf"&gt;Tiga Setan Darah Dan Cambuk Api Angin&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;008. &lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/4113854/08.DewiSilumanBukitTunggul.pdf"&gt;Dewi Siluman Bukit Tunggul&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;009. &lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/4113941/09.RahasiaLukisanTelanjang.pdf"&gt;Rahasia Lukisan Telanjang&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;010. &lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/4113942/10.BanjirDarahdiTambunTulang.pdf"&gt;Banjir Darah Di Tambun Tulang&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;011. &lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/4114058/11.RajaRencongDariUtara.pdf"&gt;Raja Rencong Dari Utara&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;012. &lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/4114062/12.PembalasanNyomanDwipa.pdf"&gt;Pembalasan Nyoman Dwipa&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;013. &lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/4114061/13.KutukanEmpuBharata.pdf"&gt;Kutukan Empu Bharata&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;014. &lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/4114060/14.SepasangIblisBetina.pdf"&gt;Sepasang Iblis Betina&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;015. &lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/4114059/15.MawarMerahMenuntutBalas.pdf"&gt;Mawar Merah Menuntut Balas&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;016. &lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/4114208/16.HancurnyaIstanaDarah.pdf"&gt;Hancurnya Istana Darah&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;017. &lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/4114209/17.LimaIblisDariNanking.pdf"&gt;Lima Iblis Dari Nanking&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;018. &lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/4114207/18.PendekarPedangAkhirat.pdf"&gt;Pendekar Pedang Akhirat&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;019. &lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/4114211/19.PendekarDariGunungNaga.pdf"&gt;Pendekar Dari Gunung Naga&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;020. &lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/4114210/20.Hidungbelangberkipassakti.pdf"&gt;Hidung Belang Berkipas Sakti&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;021. &lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/4198130/21.NerakaPuncakLawu.pdf"&gt;Neraka Puncak Lawu&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;022. &lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/4198133/22.SilumanTelukGonggo.pdf"&gt;Siluman Teluk Gonggo&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;023. &lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/4198134/23CincinWarisanSetan.pdf"&gt;Cincin Warisan Setan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;024. &lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/4198132/24.penculik_mayat_hutan_roban.pdf"&gt;Penculik Mayat Hutan Roban&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;025. &lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/4198131/25.CintaOrangOrangGagah.pdf"&gt;Cinta Orang Orang Gagah&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;026. &lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/4198181/26.Iblis-IblisKotaHantu.pdf"&gt;Iblis Iblis Kota Hantu&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;027. &lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/4198182/27.KhianatSeorangPendekar.pdf"&gt;Khianat Seorang Pendekar&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;028. &lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/4198184/28.PetakaGundikJelita.pdf"&gt;Petaka Gundik Jelita&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;029. &lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/4198183/29.BencanadiKutoGede.pdf"&gt;Bencana Di Kuto Gede&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;030. &lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/4198185/30.DosaDosaTakBerampun.pdf"&gt;Dosa Dosa Tak Berampun&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;031. &lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/4198298/31.Pangeran_Matahari_Dari_Puncak_Merapi.pdf"&gt;Pangeran Matahari Dari Puncak Merapi&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;032. &lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/4198299/32.BajinganDariSusukan.pdf"&gt;Bajingan Dari Susukan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;033. &lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/4198300/33PanglimaBuronan.pdf"&gt;Panglima Buronan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;034. &lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/4198301/34.MunculnyaSintoGendeng.pdf"&gt;Munculnya Sinto Gendeng&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;035. &lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/4198302/35.TelagaEmasBerdarah.pdf"&gt;Telaga Emas Berdarah&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;036. &lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/4198546/36.DewiDalamPasungan.pdf"&gt;Dewi Dalam Pasungan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;037. &lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/4198549/37.MautBermataSatu.pdf"&gt;Maut Bermata Satu&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;038. &lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/4198547/38.IblisBerjanggutBiru.pdf"&gt;Iblis Berjanggut Biru&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;039. &lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/4198550/39KelelawarHantu.pdf"&gt;Kelelawar Hantu&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;040. &lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/4198548/40.SetandariLuarJagat.pdf"&gt;Setan Dari Luar Jagat&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;041. &lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/4199354/41.MalaikatMautBerambutSalju.pdf"&gt;Malaikat Maut Berambut Salju&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;042. &lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/4199351/42.BadaiDiParangtritis.pdf"&gt;Badai Di Parangtritis&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;043. &lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/4199355/43.DewiLembahBangkai.pdf"&gt;Dewi Lembah Bangkai&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;044. &lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/4199353/44TopengBuatWiroSableng.pdf"&gt;Topeng Buat Wiro Sableng&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;045. &lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/4199352/45.ManusiaHalilintar.pdf"&gt;Manusia Halilintar&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;046. &lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/4200685/46.SerikatSetanMerah.pdf"&gt;Serikat Setan Merah&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;047. &lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/4200682/47.PembalasanRatuLautUtara.pdf"&gt;Pembalasan Ratu Laut Utara&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;048. &lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/4200683/48.MemburuSiPenjagalMayat.pdf"&gt;Memburu Si Penjagal Mayat&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;049. &lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/4200686/49.SrigalaIblis.pdf"&gt;Srigala Iblis&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;050. &lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/4200684/50.MayatHidupGunungKlabat.pdf"&gt;Mayat Hidup Gunung Klabat&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;051. &lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/4269021/51.RajaSesatPenyebarRacun.pdf"&gt;Raja Sesat Penyebar Racun&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;052. &lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/4269020/52.GunaGunaTombakApi.pdf"&gt;Guna Guna Tombak Api&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;053. &lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/4269018/53.KutukanDariLiangKubur.pdf"&gt;Kutukan Dari Liang Kubur&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;054. &lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/4269022/54.PembalasanPendekarBule.pdf"&gt;Pembalasan Pendekar Bule&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;055. &lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/4269019/55.MisteriDewiBungaMayat.pdf"&gt;Misteri Dewi Bunga Mayat&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;056. &lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/4269644/56.RatuMesumBukitKemukus.pdf"&gt;Ratu Mesum Bukit Kemukus&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;057. &lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/4269645/57.NyawaYangTerhutang.pdf"&gt;Nyawa Yang Terhutang&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;058. &lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/4269642/58.BahalaJubahKenconoGeni.pdf"&gt;Bahala Jubah Kencono Geni&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;059.&lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/4269641/59.PetiMatidariJepara.pdf"&gt;Peti Mati dari Jepara&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;060. &lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/4269643/60.SerikatCanduIblis.pdf"&gt;Serikat Candu Iblis&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;061. &lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/4283480/61.MakamTanpaNisan.pdf"&gt;Makam Tanpa Nisan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;062. &lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/4283481/62.KamandakaSiMuridMurtad.pdf"&gt;Kamandaka Si Murid Murtad&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;063. &lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/4284341/63.NerakaKrakatau.pdf"&gt;Neraka Krakatau&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;064. &lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/4284339/64.BetinaPenghisapDarah.pdf"&gt;Betina Penghisap Darah&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;065. &lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/4284340/65.Hari-hariTerkutuk.pdf"&gt;Hari Hari Terkutuk&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;066. &lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/4284760/66.SingaGurunBromo.pdf"&gt;Singa Gurun Bromo&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;067. &lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/4284761/67.HalilintardiSingosari.pdf"&gt;Halilintar Di Singosari&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;068. &lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/4284759/68.PelangiDiMajapahit.pdf"&gt;Pelangi Di Majapahit&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;069. &lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/4284980/69.KiAgengTunggulKeparat.pdf"&gt;Ki Ageng Tunggul Keparat&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;070. &lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/4284979/70.KiAgengTunggulAkhirat.pdf"&gt;Ki Ageng Tunggul Akhirat&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;071. &lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/4285117/71.BujangGilaTapakSakti.pdf"&gt;Bujang Gila Tapak Sakti&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;072. &lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/4285114/72.PurnamaBerdarah.pdf"&gt;Purnama Berdarah&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;073. &lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/4285113/73.GuciSetan.pdf"&gt;Guci Setan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;074. &lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/4285115/74.DendamDiPuncakSinggalang.pdf"&gt;Dendam Di Puncak Singgalang&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;075. &lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/4285116/75.HarimauSinggalang.pdf"&gt;Harimau Singgalang&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;076. &lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/4285269/76.KutungguDiPintuNeraka.pdf"&gt;Kutunggu Di Pintu Neraka&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;077. &lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/4285270/77.KepalaIblisNyiGandasuri.pdf"&gt;Kepala Iblis Nyi Gandasuri&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;078. &lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/4285267/78.PendekarGunungFuji.pdf"&gt;Pendekar Dari Gunung Fuji&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;079. &lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/4285266/79.NinjaMerah.pdf"&gt;Ninja Merah&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;080. &lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/4285268/80.SepasangManusiaBonsai.pdf"&gt;Sepasang Manusia Bonsai&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;081. &lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/4286738/81.DendamManusiaPaku.pdf"&gt;Dendam Manusia Paku&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;082. &lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/4286739/82.DewiUlar.pdf"&gt;Dewi Ular&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;083. &lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/4286741/83.WasiatIblis.pdf"&gt;Wasiat Iblis&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;084. &lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/4286742/84.WasiatDewa.pdf"&gt;Wasiat Dewa&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;085. &lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/4286740/85.WasiatSangRatu.pdf"&gt;Wasiat Sang Ratu&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;086. &lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/4287532/86.DelapanSabdaDewa.pdf"&gt;Delapan Sabda Dewa&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;087. &lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/4287535/87.MuslihatParaIblis.pdf"&gt;Muslihat Para Iblis&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;088.&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/4287533/88.MuslihatCintaIblis.pdf.html"&gt;Muslihat Cinta Iblis&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;089. &lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/4287536/89.GegerDiPangandaran.pdf"&gt;Geger Di Pangandaran&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;090. &lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/4287534/90.KiamatDiPangandaran.pdf"&gt;Kiamat Di Pangandaran&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;091. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9262119/91.TuaGilaDariAndalas.pdf.html"&gt;Tua Gila Dari Andalas&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;092. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9262150/92.AsmaraDarahTuaGila.pdf.html"&gt;Asmara Darah Tua Gila&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;093. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9262149/93.LembahAkhirat.pdf.html"&gt;Lembah Akhirat&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;094. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9262221/94.PedangNagaSuci212.pdf.html"&gt;Pedang Naga Suci 212&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;095. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9262220/95.JagalIblisMakamSetan.pdf.html"&gt;Jagal Iblis Makam Setan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;096. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9262247/96.UtusanDariAkhirat.pdf.html"&gt;Utusan Dari Akhirat&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;097. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9262249/97.LiangLahatGajahmungkur.pdf.html"&gt;Liang Lahat Gajahmungkur&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;098. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9262248/98.RahasiaCintaTuaGila.pdf.html"&gt;Rahasia Cinta Tua Gila&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;099. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9262283/99WasiatMalaikat.pdf.html"&gt;Wasiat Malaikat&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;100. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9262282/100.DendamDalamTitisan.pdf.html"&gt;Dendam Dalam Titisan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;101. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9262284/101.GerhanaDiGajahmungkur.pdf.html"&gt;Gerhana Di Gajahmungkur&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;102. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9262307/102.BolaBolaIblis.pdf.html"&gt;Bola Bola Iblis&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;103. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9262306/103.HantuBaraKaliatus.pdf.html"&gt;Hantu Bara Kaliatus&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;104. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9262305/104.PeriAngsaPutih.pdf.html"&gt;Peri Angsa Putih&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;105. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9262437/105.HantuJatilandak.pdf.html"&gt;Hantu Jatilandak&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;106. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9262438/106.RahasiaBayiTergantung.pdf.html"&gt;Rahasia Bayi Tergantung&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;107. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9262439/107HantuTanganEmpat.pdf.html"&gt;Hantu Tangan Empat&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;108. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9274846/108.HantuMukaDua.pdf.html"&gt;Hantu Muka Dua&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;109. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9274847/109.RahasiaKincirHantu.pdf.html"&gt;Rahasia Kincir Hantu&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;110. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9274848/110.RahasiaPatungMenangis.pdf.html"&gt;Rahasia Patung Menangis&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;111. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9274869/111HantuLangitTerjungkir.pdf.html"&gt;Hantu Langit Terjungkir&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;112. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9274870/112.RahasiaMawarBeracun.pdf.html"&gt;Rahasia Mawar Beracun&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;113. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9274868/113.HantuSantetLaknat.pdf.html"&gt;Hantu Santet Laknat&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;114. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9274958/114.BadaiFitnahLatanahsilam.pdf.html"&gt;Badai Fitnah Latanah silam&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;115. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9274956/115.RahasiaPerkawinanWiro.pdf.html"&gt;Rahasia Perk4w1n4n Wiro&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;116. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9274957/116HantuSelaksaAngin.pdf.html"&gt;Hantu Selaksa Angin&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;117. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9275184/117.MukaTanahLiat.pdf.html"&gt;Muka Tanah Liat&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;118. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9275183/118.BatuPembalikWaktu.pdf.html"&gt;Batu Pembalik Waktu&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;119. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9275182/119.IstanaKebahagiaan.pdf.html"&gt;Istana Kebahagiaan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;120. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9275512/120.Kembali_Ke_Tanah_Jawa.pdf.html"&gt;Kembali Ke Tanah Jawa&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;121. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9275511/121.TigaMakamSetan.pdf.html"&gt;Tiga Makam Setan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;122. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9275513/122.RohDalamKeraton.pdf.html"&gt;Roh Dalam Keraton&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;123. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9275544/123.GenderuwoPatahHati.pdf.html"&gt;Gondoruwo Patah Hati&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;124. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9275543/124.Makam_ke_Tiga_Bag_01.pdf.html"&gt;Makam Ke Tiga Bag.1&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;124. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9275545/124.Makam_ke_Tiga_Bag_02.pdf.html"&gt;Makam Ke Tiga Bag.2&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;124. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9275542/124.Makam_ke_Tiga_Bag_03.pdf.html"&gt;Makam Ke Tiga Bag.3&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;125. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9275546/125SenandungKematian.pdf.html"&gt;Senandung Kematian&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;126. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9275667/126.BadikSumpahDarah.pdf.html"&gt;Badik Sumpah Darah&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;127. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9275665/127.MayatPersembahan.pdf.html"&gt;Mayat Persembahan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;128. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9275668/128.SiCantikDalamGuci.pdf.html"&gt;Si Cantik Dalam Guci&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;129. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9275666/129.TahtaJandaBerdarah.pdf.html"&gt;Tahta Janda Berdarah&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;130. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9275669/130.MeragaSukma.pdf.html"&gt;Meraga Sukma&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;131. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9275766/131.MelatiTujuhRacun.pdf.html"&gt;Melati Tujuh Racun&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;132. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9275770/132.KutukanSangBadik.pdf.html"&gt;Kutukan Sang Badik&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;133. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9275767/133.113LorongKematian.pdf.html"&gt;113 Lorong Kematian&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;134. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9275769/134.NyawaKedua.pdf.html"&gt;Nyawa Kedua&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;135. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9275768/135.RumahTanpaDosa.pdf.html"&gt;Rumah Tanpa Dosa&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;136. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9275829/136.BenderaDarah.pdf.html"&gt;Bendera Darah&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;137. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9275827/137.AksaraBatuBernyawa.pdf.html"&gt;Aksara Batu Bernyawa&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;138. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9275831/138PernikahanDenganMayat.pdf.html"&gt;Pernikahan Dengan Mayat&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;139. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9275828/139.ApiCintaSangPendekar.pdf.html"&gt;Api Cinta Sang Pendekar&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;140. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9275830/140.MisteriPedangNagaSuci212.pdf.html"&gt;Misteri Pedang Naga Suci 212&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;141. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9275919/141.Kematian_Kedua.pdf.html"&gt;Kematian Kedua&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;142. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9275921/142.KitabSeribuPengobatan.pdf.html"&gt;Kitab 1000 Pengobatan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;143. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9275917/143.PerjanjiandenganRoh.pdf.html"&gt;Perjanjian Dengan Roh&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;144. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9275920/144NyiBodong.pdf.html"&gt;Nyi Bodong&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;145. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9275918/145.LenteraIblis.pdf.html"&gt;Lentera Iblis&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;146. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9276018/146.AzabSangMurid.pdf.html"&gt;Azab Sang Murid&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;147. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9276019/147.ApidiPuncakMerapi.pdf.html"&gt;Api Di Puncak Merapi&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;148. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9276014/148.DaduSetan.pdf.html"&gt;Dadu Setan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;149. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9276015/149.SicantikDariTionggoan.pdf.html"&gt;Si Cantik Dari Tionggoan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;150. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9276016/150.MisteriPedangNagaMerah.pdf.html"&gt;Misteri Pedang Naga Merah&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;151. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9276055/151.SangPembunuh.pdf.html"&gt;Sang Pembunuh&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;152. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9276054/152.PetakaPatungKamasutra.pdf.html"&gt;Petaka Patung Kamasutra&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;153. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9276056/153.MisteriBungaNoda.pdf.html"&gt;Misteri Bunga Noda&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;154. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9276053/154.InsanTanpaWajah.pdf.html"&gt;Insan Tanpa Wajah&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;155. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9276057/155.SangPemikat.pdf.html"&gt;Sang Pemikat&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;156. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9276137/156.TopandiGurunTengger.pdf.html"&gt;Topan Di Gurun Tengger&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;157. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9276138/157.NyawaTitipan.pdf.html"&gt;Nyawa Titipan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;158. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9276135/158.SicantikGiladariGunungGede.pdf.html"&gt;Si Cantik Gila Dari Gunung Gede&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;159. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9276136/159.Bayisatusuro.pdf.html"&gt;Bayi Satu Suro&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;160. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9276139/160.DendamMahlukAlamRoh.pdf.html"&gt;Dendam Mahluk Alam Roh&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;161. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9276230/161.PerjodohanBerdarah.pdf.html"&gt;Perjodohan Berdarah&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;162. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9276231/162.BadaiLautSelatan.pdf.html"&gt;Badai Laut Utara&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;163. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9276229/163.CintaTigaRatu.pdf.html"&gt;Cinta Tiga Ratu&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;164. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9276227/164.JandaPulauCingkuk.pdf.html"&gt;Janda Pulau Cingkuk&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;165. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9276228/165.BayiTitisan.pdf.html"&gt;Bayi Titisan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;166. &lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/9276272/166.Kupu-KupuGiokNgaraiSianok.pdf"&gt;Kupu-Kupu Giok Ngarai Sianok&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;167. &lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/9276270/167FitnahBerdarahDiTanahAgam.pdf"&gt;Fitnah Berdarah Di Tanah Agam&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;168. &lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/9276269/168.MayatKirimanDiRumahGadang.pdf"&gt;Mayat Kiriman Di Rumah Gadang&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;169. &lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/9276271/169.BulanSabitdiBukitPatah.pdf"&gt;Bulan Sabit Di Bukit Patah&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;170. &lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/9276273/170.Kupu-KupuMataDewa.pdf"&gt;Kupu-Kupu Mata Dewa&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;171. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9276365/171.MalamJahanamdiMataram.pdf.html"&gt;Malam Jahanam Di Mataram&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;172. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9276367/172.EmpatMayatAneh.pdf.html"&gt;Empat Mayat Aneh&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;173. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9276369/173RohJemputan.pdf.html"&gt;Roh Jemputan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;174. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9276368/174DuaNyawaKembar.pdf.html"&gt;Dua Nyawa Kembar&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;175. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9276366/175.SepasangArwahBisu.pdf.html"&gt;Sepasang Arwah Bisu&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;176. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9276405/176DewiKakiTunggal.pdf.html"&gt;Dewi Kaki Tunggal&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;177. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9276404/177.JakaPesolekPenangkapPetir.pdf.html"&gt;Jaka Pesolek Penangkap Petir&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;178. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9276401/178TabirDelapanMayat.pdf.html"&gt;Tabir Delapan Mayat&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;179. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9276402/179.DelapanSukmaMerah.pdf.html"&gt;Delapan Sukma Merah&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;180. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9276403/180.SesajenAtapLangit.pdf.html"&gt;Sesajen Atap Langit&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;181. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9276447/181.SelirPamungkas.pdf.html"&gt;Selir Pamungkas&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;182. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9276449/182DelapanPocongMenari.pdf.html"&gt;Delapan Pocong Menari&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;183. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9276448/183BulanBiruDiMataram.pdf.html"&gt;Bulan Biru Di Mataram&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;184. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9276450/184DewiDuaMusim.pdf.html"&gt;Dewi Dua Musim&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;185. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9276446/185JabangBayiDalamGuci.pdf.html"&gt;Jabang Bayi Dalam Guci&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;186.&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9276454/186JenazahSimpanan.pdf.html"&gt;Jenazah Simpanan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber internet...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4754237644906456057-950155946787611225?l=oidamus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4754237644906456057/posts/default/950155946787611225'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4754237644906456057/posts/default/950155946787611225'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://oidamus.blogspot.com/2010/04/serial-wiro-sableng.html' title='Serial Wiro Sableng....'/><author><name>oidamus</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S6c0WLlnYgI/AAAAAAAAAIw/_z6zXol9sZw/S220/obit.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S7agTmndyvI/AAAAAAAAALM/h0zDa-s6oJo/s72-c/Foto+Asli+Kapak+Maut+Naga+Geni+212-kz.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4754237644906456057.post-3026056946246030852</id><published>2010-04-02T08:34:00.001+08:00</published><updated>2010-04-02T08:36:15.845+08:00</updated><title type='text'>Setan atau Malaikat...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S7U4xixKJyI/AAAAAAAAAK4/L22cFWkorDE/s1600/Setan+dan+Malaikat.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 317px; height: 195px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S7U4xixKJyI/AAAAAAAAAK4/L22cFWkorDE/s320/Setan+dan+Malaikat.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5455328947426961186" /&gt;&lt;/a&gt;Mahluk yang paling menakjubkan adalah manusia, karena dia bisa memilih untuk menjadi “setan atau malaikat”.&lt;br /&gt;–John Scheffer-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pinggir kaca nako, di antara celah kain gorden, saya melihat lelaki itu mondar-mandir di depan rumah. Matanya berkali-kali melihat ke rumah saya. Tangannya yang dimasukkan ke saku celana, sesekali mengelap keringat di keningnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dada saya berdebar menyaksikannya. Apa maksud remaja yang bisa jadi umurnya tak jauh dengan anak sulung saya yang baru kelas 2 SMU itu? Melihat tingkah lakunya yang gelisah, tidakkah dia punya maksud buruk dengan keluarga saya? Mau merampok? Bukankah sekarang ini orang merampok tidak lagi mengenal waktu? Siang hari saat orang-orang lalu-lalang pun penodong bisa beraksi, seperti yang banyak diberitakan koran. Atau dia punya masalah dengan Yudi, anak saya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenakalan remaja saat ini tidak lagi enteng. Tawuran telah menjadikan puluhan remaja meninggal. Saya berdoa semoga lamunan itu salah semua. Tapi mengingat peristiwa buruk itu bisa saja terjadi, saya mengunci seluruh pintu dan jendela rumah. Di rumah ini, pukul sepuluh pagi seperti ini, saya hanya seorang diri. Kang Yayan, suami saya, ke kantor. Yudi sekolah, Yuni yang sekolah sore pergi les Inggris, dan Bi Nia sudah seminggu tidak masuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kalau lelaki yang selalu memperhatikan rumah saya itu menodong, saya bisa apa? Pintu pagar rumah memang terbuka. Siapa saja bisa masuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi mengapa anak muda itu tidak juga masuk? Tidakkah dia menunggu sampai tidak ada orang yang memergoki? Saya sedikit lega saat anak muda itu berdiri di samping tiang telepon. Saya punya pikiran lain. Mungkin dia sedang menunggu seseorang, pacarnya, temannya, adiknya, atau siapa saja yang janjian untuk bertemu di tiang telepon itu. Saya memang tidak mesti berburuk sangka seperti tadi. Tapi dizaman ini, dengan peristiwa-peristiwa buruk, tenggang rasa yang semakin menghilang, tidakkah rasa curiga lebih baik daripada lengah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya masih tidak beranjak dari persembunyian, di antara kain gorden, di samping kaca nako. Saya masih was-was karena anak muda itu sesekali masih melihat ke rumah. Apa maksudnya? Ah, bukankah banyak pertanyaan di dunia ini yang tidak ada jawabannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlintas di pikiran saya untuk menelepon tetangga. Tapi saya takut jadi ramai. Bisa-bisa penduduk se-kompleks mendatangi anak muda itu. Iya kalau anak itu ditanya-tanya secara baik, coba kalau belum apa-apa ada yang memukul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba anak muda itu membalikkan badan dan masuk ke halaman rumah. Debaran jantung saya mengencang kembali. Saya memang mengidap penyakit jantung. Tekad saya untuk menelepon tetangga sudah bulat, tapi kaki saya tidak bisa melangkah. Apalagi begitu anak muda itu mendekat, saya ingat, saya pernah melihatnya dan punya pengalaman buruk dengannya. Tapi anak muda itu tidak lama di teras rumah. Dia hanya memasukkan sesuatu ke celah di atas pintu dan bergegas pergi. Saya masih belum bisa mengambil benda itu karena kaki saya masih lemas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pernah melihat anak muda yang gelisah itu di jembatan penyeberangan, entah seminggu atau dua minggu yang lalu. Saya pulang membeli bumbu kue waktu itu. Tiba-tiba di atas jembatan penyeberangan, saya ada yang menabrak, saya hampir jatuh. Si penabrak yang tidak lain adalah anak muda yang gelisah dan mondar-mandir di depan rumah itu, meminta maaf dan bergegas mendahului saya. Saya jengkel, apalagi begitu sampai di rumah saya tahu dompet yang disimpan di kantong plastik, disatukan dengan bumbu kue, telah raib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan hari ini, lelaki yang gelisah dan si penabrak yang mencopet itu, mengembalikan dompet saya lewat celah di atas pintu. Setelah saya periksa, uang tiga ratus ribu lebih, cincin emas yang selalu saya simpan di dompet bila bepergian, dan surat-surat penting, tidak ada yang berkurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama saya melihat dompet itu dan melamun. Seperti dalam dongeng. Seorang anak muda yang gelisah, yang siapa pun saya pikir akan mencurigainya, dalam situasi perekonomian yang morat-marit seperti ini, mengembalikan uang yang telah digenggamnya. Bukankah itu ajaib, seperti dalam dongeng. Atau hidup ini memang tak lebih dari sebuah dongengan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersama dompet yang dimasukkan ke kantong plastik hitam itu saya menemukan surat yang dilipat tidak rapi. Saya baca surat yang berhari-hari kemudian tidak lepas dari pikiran dan hati saya itu. Isinya seperti ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;—–&lt;br /&gt;“Ibu yang baik…, maafkan saya telah mengambil dompet Ibu. Tadinya saya mau mengembalikan dompet Ibu saja, tapi saya tidak punya tempat untuk mengadu, maka saya tulis surat ini, semoga Ibu mau membacanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah tiga bulan saya berhenti sekolah. Bapak saya di-PHK dan tidak mampu membayar uang SPP yang berbulan-bulan sudah nunggak, membeli alat-alat sekolah dan memberi ongkos. Karena kemampuan keluarga yang minim itu saya berpikir tidak apa-apa saya sekolah sampai kelas 2 STM saja. Tapi yang membuat saya sakit hati, Bapak kemudian sering mabuk dan judi buntut yang beredar sembunyi-sembunyi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adik saya yang tiga orang, semuanya keluar sekolah. Emak berjualan goreng-gorengan yang dititipkan di warung-warung. Adik-adik saya membantu mengantarkannya. Saya berjualan koran, membantu-bantu untuk beli beras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sadar, kalau keadaan seperti ini, saya harus berjuang lebih keras. Saya mau melakukannya. Dari pagi sampai malam saya bekerja. Tidak saja jualan koran, saya juga membantu nyuci piring di warung nasi dan kadang (sambil hiburan) saya ngamen. Tapi uang yang pas-pasan itu (Emak sering gagal belajar menabung dan saya maklum), masih juga diminta Bapak untuk memasang judi kupon gelap. Bilangnya nanti juga diganti kalau angka tebakannya tepat. Selama ini belum pernah tebakan Bapak tepat. Lagi pula Emak yang taat beribadah itu tidak akan mau menerima uang dari hasil judi, saya yakin itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Bapak semakin sering meminta uang kepada Emak, kadang sambil marah-marah dan memukul, saya tidak kuat untuk diam. Saya mengusir Bapak. Dan begitu Bapak memukul, saya membalasnya sampai Bapak terjatuh-jatuh. Emak memarahi saya sebagai anak laknat. Saya sakit hati. Saya bingung. Mesti bagaimana saya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat Emak sakit dan Bapak semakin menjadi dengan judi buntutnya, sakit hati saya semakin menggumpal, tapi saya tidak tahu sakit hati oleh siapa. Hanya untuk membawa Emak ke dokter saja saya tidak sanggup. Bapak yang semakin sering tidur entah di mana, tidak perduli. Hampir saya memukulnya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di jalan, saat saya jualan koran, saya sering merasa punya dendam yang besar tapi tidak tahu dendam oleh siapa dan karena apa. Emak tidak bisa ke dokter. Tapi orang lain bisa dengan mobil mewah melenggang begitu saja di depan saya, sesekali bertelepon dengan handphone. Dan di seberang stopan itu, di warung jajan bertingkat, orang-orang mengeluarkan ratusan ribu untuk sekali makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka tekad saya, Emak harus ke dokter. Karena dari jualan koran tidak cukup, saya merencanakan untuk mencopet. Berhari-hari saya mengikuti bus kota, tapi saya tidak pernah berani menggerayangi saku orang. Keringat dingin malah membasahi baju. Saya gagal jadi pencopet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan begitu saya melihat orang-orang belanja di toko, saya melihat Ibu memasukkan dompet ke kantong plastik. Maka saya ikuti Ibu. Di atas jembatan penyeberangan, saya pura-pura menabrak Ibu dan cepat mengambil dompet. Saya gembira ketika mendapatkan uang 300 ribu lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya segera mendatangi Emak dan mengajaknya ke dokter. Tapi Ibu…, Emak malah menatap saya tajam. Dia menanyakan, dari mana saya dapat uang. Saya sebenarnya ingin mengatakan bahwa itu tabungan saya, atau meminjam dari teman. Tapi saya tidak bisa berbohong. Saya mengatakan sejujurnya, Emak mengalihkan pandangannya begitu saya selesai bercerita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pipi keriputnya mengalir butir-butir air. Emak menangis. Ibu…, tidak pernah saya merasakan kebingungan seperti ini. Saya ingin berteriak. Sekeras-kerasnya. Sepuas-puasnya. Dengan uang 300 ribu lebih sebenarnya saya bisa makan-makan, mabuk, hura-hura. Tidak apa saya jadi pencuri. Tidak perduli dengan Ibu, dengan orang-orang yang kehilangan. Karena orang-orang pun tidak perduli kepada saya. Tapi saya tidak bisa melakukannya. Saya harus mengembalikan dompet Ibu. Maaf.”&lt;br /&gt;—–&lt;br /&gt;Surat tanpa tanda tangan itu berulang kali saya baca. Berhari-hari saya mencari-cari anak muda yang bingung dan gelisah itu. Di setiap stopan tempat puluhan anak-anak berdagang dan mengamen. Dalam bus-bus kota. Di taman-taman. Tapi anak muda itu tidak pernah kelihatan lagi. Siapapun yang berada di stopan, tidak mengenal anak muda itu ketika saya menanyakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelah mencari, di bawah pohon rindang, saya membaca dan membaca lagi surat dari pencopet itu. Surat sederhana itu membuat saya tidak tenang. Ada sesuatu yang mempengaruhi pikiran dan perasaan saya. Saya tidak lagi silau dengan segala kemewahan. Ketika Kang Yayan membawa hadiah-hadiah istimewa sepulang kunjungannya ke luar kota, saya tidak segembira biasanya.Saya malah mengusulkan oleh-oleh yang biasa saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kang Yayan dan kedua anak saya mungkin aneh dengan sikap saya akhir-akhir ini. Tapi mau bagaimana, hati saya tidak bisa lagi menikmati kemewahan. Tidak ada lagi keinginan saya untuk makan di tempat-tempat yang harganya ratusan ribu sekali makan, baju-baju merk terkenal seharga jutaan, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menolaknya meski Kang Yayan bilang tidak apa sekali-sekali. Saat saya ulang tahun, Kang Yayan menawarkan untuk merayakan di mana saja. Tapi saya ingin memasak di rumah, membuat makanan, dengan tangan saya sendiri. Dan siangnya, dengan dibantu Bi Nia, lebih seratus bungkus nasi saya bikin. Diantar Kang Yayan dan kedua anak saya, nasi-nasi bungkus dibagikan kepada para pengemis, para pedagang asongan dan pengamen yang banyak di setiap stopan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di stopan terakhir yang kami kunjungi, saya mengajak Kang Yayan dan kedua anak saya untuk makan bersama. Diam-diam air mata mengalir dimata saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yuni menghampiri saya dan bilang, “Mama, saya bangga jadi anak Mama.” Dan saya ingin menjadi Mama bagi ribuan anak-anak lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber internet...&lt;br /&gt;Sekarang postingan yang saya upload dapat anda download versi java nya hingga dapat anda baca di handphone yang ber OS java&lt;br /&gt;Download aplikasi &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9261161/SetanAtauMalaikat.jar.html"&gt;DISINI&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4754237644906456057-3026056946246030852?l=oidamus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4754237644906456057/posts/default/3026056946246030852'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4754237644906456057/posts/default/3026056946246030852'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://oidamus.blogspot.com/2010/04/setan-atau-malaikat.html' title='Setan atau Malaikat...'/><author><name>oidamus</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S6c0WLlnYgI/AAAAAAAAAIw/_z6zXol9sZw/S220/obit.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S7U4xixKJyI/AAAAAAAAAK4/L22cFWkorDE/s72-c/Setan+dan+Malaikat.JPG' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4754237644906456057.post-5949988269666192055</id><published>2010-04-01T16:54:00.003+08:00</published><updated>2010-04-02T08:44:02.819+08:00</updated><title type='text'>Perangkap Monyet...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S7RhA6_KG4I/AAAAAAAAAKw/gAEY7n2iPio/s1600/Perangkap+Monyet.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 114px; height: 101px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S7RhA6_KG4I/AAAAAAAAAKw/gAEY7n2iPio/s400/Perangkap+Monyet.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5455091717114567554" /&gt;&lt;/a&gt;Sahabat, saya pernah membaca suatu hal yang menarik tentang perangkap. Suatu sistem yang unik, telah dipakai di hutan-hutan Afrika untuk menangkap monyet yang ada disana. Sistem itu memungkinkan untuk menangkap monyet dalam keadaan hidup, tak cedera, agar bisa dijadikan hewan percobaan atau binatang sirkus di Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Caranya sangat manusiawi (*umm…atau mungkin hewani kali ye..hehehe*). Sang pemburu monyet, akan menggunakan sebuah toples berleher panjang dan sempit, dan menanamnya di tanah. Toples kaca yang berat itu berisi kacang, ditambah dengan aroma yang kuat dari bahan-bahan yang disukai monyet-monyet Afrika. Mereka meletakkannya di sore hari, dan mengikat/menanam toples itu erat-erat ke dalam tanah. Keesokan harinya, mereka akan menemukan beberapa monyet yang terperangkap, dengan tangan yang terjulur, dalam setiap botol yang dijadikan jebakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu, kita tahu mengapa ini terjadi. Monyet-monyet itu tak melepaskan tangannya sebelum mendapatkan kacang-kacang yang menjadi jebakan. Mereka tertarik pada aroma yang keluar dari setiap toples, lalu mengamati, menjulurkan tangan, dan terjebak. Monyet itu, tak akan dapat terlepas dari toples, sebelum ia melepaskan kacang yang di gengamnya. Selama ia tetap mempertahankan kacang-kacang itu, selama itu pula ia terjebak. Toples itu terlalu berat untuk diangkat, sebab tertanam di tanah. Monyet tak akan dapat pergi kemana-mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, kita mungkin tertawa dengan tingkah monyet itu. Kita bisa jadi terbahak saat melihat kebodohan monyet yang terperangkap dalam toples. Tapi, mungkin, sesungguhnya, kita sedang menertawakan diri kita sendiri. Betapa sering, kita mengengam setiap permasalahan yang kita miliki, layaknya monyet yang mengenggam kacang. Kita sering mendendam, tak mudah memberikan maaf, tak mudah melepaskan maaf, memendam setiap amarah dalam dada, seakan tak mau melepaskan selamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali, kita, yang bodoh ini, membawa “toples-toples” itu kemana pun kita pergi. Dengan beban yang berat, kita berusaha untuk terus berjalan. Tanpa sadar, kita sebenarnya sedang terperangkap dengan persoalan pribadi yang kita alami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, bukankah lebih mudah jika kita melepaskan setiap masalah yang lalu, dan menatap hari esok dengan lebih cerah? Bukankah lebih menyenangkan, untuk memberikan maaf bagi setiap orang yang pernah berbuat salah kepada kita? Karena, kita pun bisa jadi juga bisa berbuat kesalahan yang sama. Bukankah lebih terasa nyaman, saat kita membagikan setiap masalah kepada orang lain, kepada sahabat, agar di cari penyelesaiannya, daripada terus dipendam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber internet...&lt;br /&gt;Sekarang postingan yang saya upload dapat anda download versi java nya hingga dapat anda baca di handphone yang ber OS java&lt;br /&gt;Download aplikasi &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9261393/PerangkapMonyet.jar.html"&gt;DISINI&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4754237644906456057-5949988269666192055?l=oidamus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4754237644906456057/posts/default/5949988269666192055'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4754237644906456057/posts/default/5949988269666192055'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://oidamus.blogspot.com/2010/04/perangkap-monyet.html' title='Perangkap Monyet...'/><author><name>oidamus</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S6c0WLlnYgI/AAAAAAAAAIw/_z6zXol9sZw/S220/obit.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S7RhA6_KG4I/AAAAAAAAAKw/gAEY7n2iPio/s72-c/Perangkap+Monyet.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4754237644906456057.post-1931712533546445054</id><published>2010-03-26T14:30:00.002+08:00</published><updated>2010-03-27T16:10:39.639+08:00</updated><title type='text'>Andai aku seperti sirup....</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S629TspNVyI/AAAAAAAAAKg/6YUZn1YceZg/s1600/renungan.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 156px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S629TspNVyI/AAAAAAAAAKg/6YUZn1YceZg/s200/renungan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5453222869914703650" /&gt;&lt;/a&gt;Tak ada yang lebih gusar melebihi makhluk Allah yang bernama gula pasir. Pemanis alami dari olahan tumbuhan tebu ini membandingkan dirinya dengan makhluk sejenisnya yang bernama sirup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya sederhana. Gula pasir merasa kalau selama ini dirinya tidak dihargai manusia. Dimanfaatkan, tapi dilupakan begitu saja. Walau ia sudah mengorbankan diri untuk memaniskan teh panas, tapi manusia tidak menyebut-nyebut dirinya dalam campuran teh dan gula itu. Manusia cuma menyebut, "Ini teh manis." Bukan teh gula. Apalagi teh gula pasir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pun ketika gula pasir dicampur dengan kopi panas. Tak ada yang mengatakan campuran itu dengan ‘kopi gula pasir’. Melainkan, kopi manis. Hal yang sama ia alami ketika dirinya dicampur berbagai adonan kue dan roti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gula pasir merasa kalau dirinya cuma dibutuhkan, tapi kemudian dilupakan. Ia cuma disebut manakala manusia butuh. Setelah itu, tak ada penghargaan sedikit pun. Tak ada yang menghargai pengorbanannya, kesetiaannya, dan perannya yang begitu besar sehingga sesuatu menjadi manis. Berbeda sekali dengan sirup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari segi eksistensi, sirup tidak hilang ketika bercampur. Warnanya masih terlihat. Manusia pun mengatakan, "Ini es sirup." Bukan es manis. Bahkan tidak jarang sebutan diikuti dengan jatidiri yang lebih lengkap, "Es sirup mangga, es sirup lemon, kokopandan," dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gula pasir pun akhirnya bilang ke sirup, "Andai aku seperti kamu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sosok gula pasir dan sirup merupakan pelajaran tersendiri buat mereka yang giat berbuat banyak untuk umat. Sadar atau tidak, kadang ada keinginan untuk diakui, dihargai, bahkan disebut-sebut namanya sebagai yang paling berjasa. Persis seperti yang disuarakan gula pasir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saja gula pasir paham bahwa sebuah kebaikan kian bermutu ketika tetap tersembunyi. Kalau saja gula pasir sadar bahwa setinggi apa pun sirup dihargai, toh asalnya juga dari gula pasir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saja gula pasir mengerti bahwa sirup terbaik justru yang berasal dari gula pasir asli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saja para penggiat kebaikan memahami kekeliruan gula pasir, tidak akan ada ungkapan, "Andai aku seperti sirup!"&lt;br /&gt;–wallahu’alam—&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber internet&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4754237644906456057-1931712533546445054?l=oidamus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4754237644906456057/posts/default/1931712533546445054'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4754237644906456057/posts/default/1931712533546445054'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://oidamus.blogspot.com/2010/03/andai-aku-seperti-sirup.html' title='Andai aku seperti sirup....'/><author><name>oidamus</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S6c0WLlnYgI/AAAAAAAAAIw/_z6zXol9sZw/S220/obit.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S629TspNVyI/AAAAAAAAAKg/6YUZn1YceZg/s72-c/renungan.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4754237644906456057.post-6545830213982412453</id><published>2010-03-26T14:24:00.003+08:00</published><updated>2010-03-29T15:21:22.620+08:00</updated><title type='text'>Darimana buruk sangka datang?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S7BU5jrMyaI/AAAAAAAAAKo/P8b8eHLnsvU/s1600/bURUK+SANGKA.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 152px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S7BU5jrMyaI/AAAAAAAAAKo/P8b8eHLnsvU/s200/bURUK+SANGKA.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5453952496551381410" /&gt;&lt;/a&gt;Kebiasaan berburuk sangka telah ada sejak lama. Di sekitar kita, bila dicermati, bertebaran sikap manusia yang berprasangka buruk. Sebutlah pandangan mata curiga, sinis, ekspresi kecut yang penuh apriori, sampai dalam bentuk sikap kasar yang tidak bersahabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut para ahli, buruk sangka merupakan salah satu mekanisme psikologis yang paling alamiah dalam diri manusia. Karena itu, sulit sekali menghilangkan buruk sangka. Banyak faktor yang memicu merebaknya prasangka-prasangka buruk:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 1. Faktor lingkungan&lt;br /&gt;Lingkungan memberi pengaruh yang cukup besar bagi lahirnya sikap buruk sangka. Lingkungan dimaksud bisa keluarga, masyarakat, tempat bekerja, sekolah, dan lain sebagainya. Lingkungan yang kejam, kotor, dan tidak sehat seringkali memberi pengaruh kuat bagi lahirnya kebiasaan buruk sangka. Bahkan, dalam budaya orang-orang ‘primitif’, buruk sangka seringkali menjadi acuan utama kehidupan sosial mereka, sebagai kompensasi timbal balik dari lingkungannya yang memang buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang terjadi pada suku Dobu di Melanesia. Ideologi hidup mereka adalah sihir. Akibatnya, paradigma hidup mereka pun banyak yang terjungkal. Setiap anak-anak Dobu meyakini bahwa kehidupan mereka diatur oleh kekuatan sihir. Maka, begitu ada yang terkena bencana atau musibah, muncullah aksi balas dendam dari keluarganya kepada pihak-pihak yang diduga telah menyihir anggota keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang dari suku tersebut selalu takut kalau diracun. Makanan dijaga ketat. Hanya dengan orang-orang tertentu saja suku Dobu mau makan bersama. Sikap curiga, buruk sangka, tidak dapat dipercaya, menjadi budaya hidup mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lingkungan hidup yang keras bisa menumbuhsuburkan sikap cepat curiga. Ia identik dengan medan tempat setiap orang harus bertarung mempertahankan hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berjibaku mengejar apa yang bisa ia makan, meski harus memangsa orang lain dengan jalan yang salah. Bagaimana dengan lingkungan kita? Atau Bagaimana dengan lingkungan kerja kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 2. Keyakinan yang salah&lt;br /&gt;Keyakinan yang salah bisa melahirkan buruk sangka. Termasuk dalam kategori ini adalah ideologi atau aqidah yang salah. Seperti berburuk sangka kepada Allah, dengan menuduh-Nya tidak adil. Orang-orang jahiliyah sebelum Islam punya keyakinan yang terkait erat dengan prasangka buruk. Setiap memasuki hari-hari yang baru, mereka mengukur nasib dengan apa yang pertama kali mereka lihat. Bila pagi itu mereka melihat ular, atau burung gagak, atau apa saja yang berwarna hitam, pertanda hari buruk sedang menanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Islam, perilaku seperti itu disebut dengan tathayyur. Secara bahasa, tathayyur artinya sebuah perilaku menyandarkan sikap kepada burung (tha-ir). Tindakan seperti itu dilarang keras oleh Islam karena bisa merusak kemurnian akidah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buruk sangka dengan kemasan keyakinan seperti itu masih banyak menyebar dalam masyarakat. Terlebih bila masyarakat tersebut dahulunya penganut paham animisme. Tetapi, dalam perkembangan selanjutnya, masyarakat modern pun banyak yang masih terjerat perilaku seperti itu. Banyak yang menggantungkan nasibnya kepada ramalan-ramalan aneh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 3. Kepentingan Politik&lt;br /&gt;Kepentingan-kepentingan politik juga menjadi pemicu lahirnya sikap buruk sangka. Definisi kepentingan politik yang dimaksud tidak selalu harus dalam konteks kekuasaan di sebuah negara, dari tingkat lurah sampai presiden. Bisa saja berbentuk politik pencapaian jabatan di sebuah instansi, politik pencapaian tujuan tertentu dalam sebuah organisasi, atau dalam sebuah komunitas masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di jaman Soeharto berkuasa, tak sedikit kebijakan politik yang dijalankan berdasarkan buruk sangka. Kekhawatiran dan ketakutan kepada umat Islam dalam kurun yang cukup lama telah menjadi alasan untuk berlaku diskriminatif kepada anak bangsanya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tragedi Priok misalnya, telah banyak memakan korban. Bahkan banyak orang yang sama sekali tak punya urusan dengan peristiwa Priok juga terdzalimi dengan kejam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendek kata, kepentingan politik telah menjadikan alasan sistem kewaspadaan nasional sebagai pembenaran tindakan-tindakan brutal, yang dasarnya hanya prasangka buruk. Identifikasi bahwa semua orang Islam yang nampak konsisten disebut bagian dari ekstrim kanan, yang akan merongrong kewibawaan negara, menggulingkan pemerintahan yang sah, adalah idiom-idiom buruk sangka yang terus dijadikan komoditas politik Soeharto. Sayangnya, idiom ekstrim kanan juga masih didengungkan oleh penguasa saat ini. Bahkan, muncul kebiasaan menyebarkan prasangka dan keresahan dengan menyebut inisial, sebagai tertuduh dalam beberapa kasus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu semua orang tidak ingin, bila bangsa ini terus menerus dipimpin oleh penguasa yang kebijakan politiknya hanya berdasar buruk sangka, berpijak pada asumsi-asumsi buta, atau bahkan hanya karena selera suka atau tidak suka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Estimasi Pertahanan Diri&lt;br /&gt;Kadang, orang punya prasangka buruk demi kepentingan mempertahankan diri. Rasa aman yang ingin diperoleh seseorang sering kali diwujudkan dengan membuat lingkar pengaman secara psikologis atas semua orang yang dihadapi. Kebiasaan ini bahkan telah merambah ke sektor-sektor kehidupan harian. Ada penelitian unik (Baron &amp; Byrne,1997) tentang kecenderungan para perawat di rumah sakit yang enggan merawat orang-orang gemuk, karena prasangka ringan (mild prejudice) yang tak berdasar. Mereka berprasangka bahwa orang gemuk umumnya sulit diberi pelayanan perawatan. Tentu saja ini belum tentu benar. Tapi, begitulah adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Estimasi pertahanan diri yang dasarnya buruk sangka sangat berbahaya. Ia bisa melahirkan stereotipe. Sebuah penyeragaman pandangan atas suatu obyek dengan totalitas. Seperti sangkaan bahwa ‘laki-laki yang menuntun motor di tengah malam itu pasti pencuri’, ‘orang yang berambut panjang itu pasti preman’, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman unik seorang pemuda berikut bisa menjadi pelajaran. Arman (24 tahun), sempat gemetar dan serta merta menjauhi laki-laki berkulit gelap berminyak, berambut gondrong, berbadan besar serta berpakaian lusuh yang menghampirinya. Malam itu, ia terpaksa tidur di emperan toko. Arman bukan pengemis atau gelandangan, melainkan pemuda ‘rumahan’ yang ‘terlunta-lunta’ di Jakarta. Dari Surabaya, Arman memutuskan mendatangi teman lamanya di Jakarta. Ia berencana menetap sementara di rumah temannya sambil mencari kerja, berbekal ijazah SMA dan beberapa ijazah kursus. Di luar dugaannya, sewaktu tiba di alamat yang dituju, temannya sudah pindah, dan -suatu hal yang tidak aneh- para tetangga tidak tahu alamat barunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam mulai tiba. Sementara Arman tidak ingin mengeluarkan uang untuk menginap di losmen. Ia khawatir, uang simpanannya keburu habis sebelum nasibnya jelas. Ketika malam semakin larut, akhirnya ia memilih emperan toko untuk bermalam. Tapi segera ia menyesali pilihannya, karena laki-laki gondrong itu sekonyong-konyong menghampirinya. Di kepalanya sudah berkecamuk, orang seram seperti itu pasti akan merampok, menganiaya atau bahkan membunuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi laki-laki itu dengan ramah menegurnya, dan mengajaknya berbincang. Akhirnya, Arman justru menceritakan masalah yang menimpanya. Melihat ketulusan di sorot mata laki-laki itu, Arman tiba-tiba yakin, ia orang baik-baik. Bahkan ia melihat, laki-laki itu seperti iba padanya. Menurut pengakuan laki-laki itu, ia memiliki adik yang sebaya Arman, dan sekarang tinggal di kampung halamannya, di daerah Sumatera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, malam itu Arman justru menginap di rumah laki-laki itu, di daerah kumuh pinggiran kali Ciliwung. Dan orang yang kemudian dipanggilnya Abang itu memberinya pekerjaan, sebagai kenek bis yang dikemudikannya. Beberapa bulan Arman tinggal di rumah laki-laki itu, yang ternyata benar-benar baik dan memperlakukan Arman seperti adiknya. Ia juga heran, di jaman seperti ini, masih ada orang yang tulus seperti itu. Kini Arman sudah bekerja sebagai pegawai di suatu kantor. Tapi ia tidak pernah melupakan kebaikan sang Abang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap stereotipe menilai sesuatu secara keseluruhan juga dialami oleh Musyarif (26). Ia mengisahkan pengalaman yang tak akan ia lupakan. Suatu hari seperti biasa ia naik bis umum dari tempat tinggalnya di Bekasi ke Jakarta untuk bekerja. Menjelang keluar tol UKI, dilihatnya seorang laki-laki dengan kacamata hitam terus mendekat-dekat kepada seorang wanita berjilbab. Musyarif yakin bahwa seorang copet sedang siap-siap beraksi. Ia berusaha sedikit menghalangi laki-laki itu. Begitu bus menurunkan penumpangnya di UKI, wanita berjilbab itu menggamit laki-laki berkacamata hitam itu dan menuntunnya. Ternyata laki-laki itu buta. Dari cara wanita itu membimbingnya, bisa dipastikan ia suaminya, atau paling tidak salah satu keluarga dekatnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila berlebihan, buruk sangka karena estimasi pertahanan diri bisa menjadi penyakit kepribadian seperti paranoid. Di mana orang punya rasa takut yang sangat berlebihan. Hingga melahirkan anggapan secara konsisten bahwa orang lain berusaha menuntut, merusak, atau mengancam. Bahkan, orang yang berpenyakit seperti itu menolak menceritakan rahasia kepada orang lain karena takut kalau informasi tersebut digunakan untuk melawan dirinya. Bisa juga berdampak kepada gangguan kepribadian skizotipal. Yaitu suatu sikap dan penampilan ganjil, selalu curiga, dan kecemasan sosial yang luar biasa terhadap orang yang tidak dikenal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Ilmu yang Pas-Pasan&lt;br /&gt;Keterbatasan ilmu juga menjadi pemicu bagi munculnya sikap buruk sangka. Minimnya pengetahuan akan berpengaruh pada kemampuan seseorang untuk memandang masalah, menyimpulkan, serta menentukan sikap atas berbagai peristiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam beberapa disiplin ilmu, kata ‘prasangka’ secara definitif diartikan sebagai penguasaan masalah sebesar 50 persen atau lebih tapi tidak sampai seratus persen. Ia sekaligus lawan dari kata ‘faham’, yaitu penguasaan masalah hingga seratus persen. Maka, orang yang tidak faham, sangat mungkin memaknai sesuatu dengan cara yang salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang harus sadar, bahwa di atas yang tahu masih ada yang lebih tahu. Di atas yang berilmu masih ada yang lebih berilmu. Apalaqi hampir semua ilmu itu dinamis, berkembang, dan memunculkan hal-hal baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buruk sangka karena keterbatasan pengetahuan bisa dihindari dengan mencari tahu. Dahulu, ketika Rasulullah memutuskan menerima perjanjian damai dengan orang-orang Quraisy di Hudhaibiyah, sebagian sahabat -termasuk Umar bin Khatab- memandang itu sebagai kekalahan. Tetapi dikemudian hari ia menyadari kekeliruan dugaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dahulu, Musa menganggap Hidhir telah bertindak aniaya. Membolongi perahu, membunuh anak, serta memperbaiki bangunan di suatu kampung yang penduduknya pelit. Setelah dijelaskan alasannya barulah ia menyadari bahwa dugaannya itu salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disisi yang lain, ada juga hasil kesimpulan yang akhirnya memberikan nilai minus/kurang atas diri seseorang, yang mana instrumen penilaiannya benar-benar berdasarkan perangkat penilaian yang obyektif (misalnya mengacu pada poin-poin syakhsiyah Islamiyah). Namun ironisnya penilaian itu justru dianggap sebagai kesimpulan yang dipenuhi oleh rasa buruk sangka. Akibatnya, orang yang ilmu-nya pas-pas-an justru menaruh simpati kepada orang yang telah dinilai kurang tersebut. Lebih parah lagi jika rasa simpati itu sudah bersemayam sejak lama, sehingga melahirkan sikap proteksi atas semua penilaian yang kurang atas orang yang dikaguminya. Inilah bentuk lain dari buruk sangka terhadap suatu evaluasi yang obyektif. Wallahu’alam. Hanya orang yang kuat dan berilmu, yang mampu memikul amanah.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Diskriminasi ‘Besar-Kecil’&lt;br /&gt;Adanya diskriminasi atas ‘orang-orang kecil’ oleh ‘orang-orang besar’ dalam berbagai bentuk juga merupakan salah satu korban buruk sangka. Seringkali orang-orang kaya memenuhi pikirannya dengan persepsi bahwa orang-orang miskin itu kumuh, udik, bodoh, bahkan pencuri. Padahal, orang-orang ‘besar’ banyak juga yang profesinya sebagai koruptor dan penjahat berkerah putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pembantu rumah tangga wanita, sebut saja Tina, di kawasan Jakarta Selatan pernah pergi meninggalkan majikannya karena tidak tahan dengan perlakuan diskriminatif yang ia terima. Kedekatan anak-anak majikannya dengan dirinya akhirnya tak mampu meluluhkan hatinya untuk pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebetulan sekali saat ia pamit, baru saja ada penghuni rumah itu yang kehilangan uang. Dan, dengan serempak dirinya yang diperiksa. Tas kecil miliknya yang berisi pakaian pun tak urung dibongkar dan diacak-acak. Tina berusaha tabah meski sebagai manusia normal ia sebenarnya tidak rela diperlakukan kasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diskriminasi ‘besar-kecil’ terjadi dalam banyak bentuk. Budaya feodalisme yang merambah beragam sektor kehidupan turut membudidayakan kebiasaan buruk sangka menjadi penyakit yang menyerang kemana-mana. Seorang tentara mengira dirinya yang paling kuat, sedang orang sipil itu lemah. Seorang dokter merasa dirinya yang paling punya pengetahuan tentang kesehatan, sedang pasien itu bodoh dan tidak tahu menahu soal penyakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang tua merasa dirinya paling tahu sedang anak-anaknya yang mulai tumbuh dianggap anak bau kencur yang tak mengerti apa-apa. Seorang kepala bagian, seorang manajer, seorang direktur, seorang ketua, merasa bahwa orang-orang yang berada dibawahnya lebih rendah dari dirinya. Rasialisme oleh rezim apartheid di Afrika juga bagian dari bentuk prasangka buruk, bahwa orang kulit putih lebih mulia dari orang kulit hitam. Semua itu adalah perilaku buruk sangka yang diskriminatif dan tidak semuanya benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Urat nadi buruk sangka masih sangat banyak. Dengan menekan semaksimal mungkin sikap berprasangka buruk, setidaknya kita telah memberi kontribusi yang cukup berarti bagi kelangsungan hidup banyak orang. Ya, kita memang harus berpikir sebelum bertindak. Kita harus berpengetahuan sebelum berkesimpulan. Sebuah pembiasaan diri yang tidak ringang, memang. Agar kita tidak salah langkah lagi dikemudian hari, karena hidup ini tidak mengenal siaran tunda. Wallahu’alam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber Lentera Kehidupan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4754237644906456057-6545830213982412453?l=oidamus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4754237644906456057/posts/default/6545830213982412453'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4754237644906456057/posts/default/6545830213982412453'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://oidamus.blogspot.com/2010/03/darimana-buruk-sangka-datang.html' title='Darimana buruk sangka datang?'/><author><name>oidamus</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S6c0WLlnYgI/AAAAAAAAAIw/_z6zXol9sZw/S220/obit.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S7BU5jrMyaI/AAAAAAAAAKo/P8b8eHLnsvU/s72-c/bURUK+SANGKA.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4754237644906456057.post-7514568682716834506</id><published>2010-03-26T11:27:00.005+08:00</published><updated>2010-03-26T11:37:28.995+08:00</updated><title type='text'>Tuhan Tahu...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S6wq34SDk7I/AAAAAAAAAKY/238wJBmcSH0/s1600/The+eye+of+god.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S6wq34SDk7I/AAAAAAAAAKY/238wJBmcSH0/s200/The+eye+of+god.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5452780388328117170" /&gt;&lt;/a&gt;Bila Anda lelah dan putus asa dari upaya sia-sia …&lt;br /&gt;Tuhan tahu seberapa keras Anda telah mencoba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila Anda telah menangis begitu lama dan hatimu dalam penderitaan …&lt;br /&gt;Tuhan telah menghitung semua air matamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda merasa bahwa hidup Anda sedang ditahan dan waktu telah berlalu &lt;br /&gt;Tuhan sedang menunggu bersama Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Anda kesepian dan teman-temanmu terlalu sibuk bahkan untuk menelpon …&lt;br /&gt;Tuhan ada disisi Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila Anda pikir Anda sudah mencoba segalanya dan tidak tahu ke mana harus berpaling …&lt;br /&gt;Tuhan memiliki solusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika tidak ada yang masuk akal dan Anda bingung atau frustrasi …&lt;br /&gt;Tuhan memiliki jawabannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika tiba-tiba pandangan Anda yang cerah dan Anda menemukan jejak-jejak harapan …&lt;br /&gt;Tuhan telah berbisik kepada Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika segala sesuatu berjalan dengan baik dan Anda memiliki banyak sukur untuk berterima kasih atas semua…&lt;br /&gt;Tuhan telah memberkati Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika sesuatu yang menyenangkan terjadi dan kamu dipenuhi dengan rasa kagum …&lt;br /&gt;Tuhan telah tersenyum kepadamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila Anda memiliki tujuan untuk dipenuhi dan mimpi untuk mengikuti …&lt;br /&gt;Tuhan telah membuka mata dan memanggil Anda dengan nama Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat bahwa di manapun Anda berada atau apa pun yang Anda hadapi …&lt;br /&gt;Tuhan TAHU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari : Millist Irfan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4754237644906456057-7514568682716834506?l=oidamus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4754237644906456057/posts/default/7514568682716834506'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4754237644906456057/posts/default/7514568682716834506'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://oidamus.blogspot.com/2010/03/tuhan-tahu.html' title='Tuhan Tahu...'/><author><name>oidamus</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S6c0WLlnYgI/AAAAAAAAAIw/_z6zXol9sZw/S220/obit.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S6wq34SDk7I/AAAAAAAAAKY/238wJBmcSH0/s72-c/The+eye+of+god.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4754237644906456057.post-7636803313588185476</id><published>2010-03-25T09:21:00.004+08:00</published><updated>2010-03-25T09:26:45.549+08:00</updated><title type='text'>Secuil tentang SUKARNO... (Berdiri diatas Kaki Sendiri)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S6q7q0fzW5I/AAAAAAAAAJw/jLNqWmWAElc/s1600/soekarno1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 280px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S6q7q0fzW5I/AAAAAAAAAJw/jLNqWmWAElc/s400/soekarno1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5452376643206339474" /&gt;&lt;/a&gt;Soekarno (Bung Karno) Presiden Pertama Republik Indonesia, 1945- 1966, menganut ideologi pembangunan ‘berdiri di atas kaki sendiri’. Proklamator yang lahir di Blitar, Jatim, 6 Juni 1901 ini dengan gagah mengejek Amerika Serikat dan negara kapitalis lainnya: “Go to hell with your aid.” Persetan dengan bantuanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengajak negara-nega-ra sedang berkembang (baru merdeka) bersatu. Pemimpin Besar Revolusi ini juga berhasil mengge-lorakan semangat revolusi bagi bangsanya, serta menjaga keutuhan NKRI. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tokoh pencinta seni ini memiliki slogan yang kuat menggantungkan cita-cita setinggi bintang untuk membawa rakyatnya menuju kehidupan sejahtera, adil makmur. Ideologi pembangunan yang dianut pria yang berasal dari keturunan bangsawan Jawa (Ayahnya bernama Raden Soekemi Sosrodihardjo, suku Jawa dan ibunya bernama Ida Ayu Nyoman Rai, suku Bali), ini bila dilihat dari buku Pioneers in Development, kira-kira condong menganut ideologi pembangunan yang dilahirkan kaum ekonom yang tak mengenal kamus bahwa membangun suatu negeri harus mengemis kepada Barat. Tapi bagi mereka, haram hukumnya meminta-minta bantuan asing. Bersentuhan dengan negara Barat yang kaya, apalagi sampai meminta bantuan, justru mencelakakan si melarat (negara miskin). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Bung Karno, yang ketika kecil bernama Kusno, ini tampaknya tak ada kisah manis bagi negara-negara miskin yang membangun dengan modal dan bantuan asing. Semua tetek bengek manajemen pembangunan yang diperbantukan dan arus teknologi modern yang dialihkan — agar si miskin jadi kaya dan mengejar Barat — hanyalah alat pengisap kekayaan si miskin yang membuatnya makin terbelakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah Bung Karno yang berhasil menggelorakan semangat revolusi dan mengajak berdiri di atas kaki sendiri bagi bangsanya, walaupun belum sempat berhasil membawa rakyatnya dalam kehidupan yang sejahtera. Konsep “berdiri di atas kaki sendiri” memang belum sampai ke tujuan tetapi setidaknya berhasil memberikan kebanggaan pada eksistensi bangsa. Daripada berdiri di atas utang luar negeri yang terbukti menghadirkan ketergantungan dan ketidakberdayaan (noekolonialisme). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa kecil Bung Karno sudah diisi semangat kemandirian. Ia hanya beberapa tahun hidup bersama orang tua di Blitar. Semasa SD hingga tamat, ia tinggal di Surabaya, indekos di rumah Haji Oemar Said Tjokroaminoto, politisi kawakan pendiri Syarikat Islam. Kemudian melanjut di HBS (Hoogere Burger School). Saat belajar di HBS itu ia pun telah menggembleng jiwa nasio-nalismenya. Selepas lulus HBS tahun 1920, ia pindah ke Bandung dan me-lanjutkan ke THS (Technische Hooge-school atau Sekolah Tekhnik Tinggi yang sekarang menjadi ITB). Ia berhasil meraih gelar “Ir” pada 25 Mei 1926.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, ia merumuskan ajaran Marhaenisme dan mendirikan PNI (Partai Nasional lndonesia) pada 4 Juli 1927, dengan tujuan Indonesia Merdeka. Akibatnya, Belanda, si penjajah, menjebloskannya ke penjara Sukamiskin, Bandung pada 29 Desember 1929. Delapan bulan kemudian baru disidangkan. Dalam pembelaannya berjudul ‘Indonesia Menggugat’, dengan gagah berani ia menelanjangi kebobrokan Belanda, bangsa yang mengaku lebih maju itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembelaannya itu membuat Belanda makin marah. Sehingga pada Juli 1930, PNI pun dibubarkan. Setelah bebas (1931), Bung Karno bergabung dengan Partindo dan sekaligus memimpinnya. Akibatnya, ia kembali ditangkap Belanda dan dibuang ke Ende, Flores, tahun 1933. Empat tahun kemudian dipindahkan ke Bengkulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melalui perjuangan yang cukup panjang, Bung Karno dan Bung Hatta memproklamasikan kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945. Sebelumnya, ia juga berhasil merumuskan Pancasila yang kemudian menjadi dasar (ideologi) Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ia berupaya mempersatukan nusantara. Bahkan ia berusaha menghimpun bangsa-bangsa di Asia, Afrika, dan Amerika Latin dengan Konferensi Asia Afrika di Bandung pada 1955 yang kemudian berkembang menjadi Gerakan Non Blok. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemberontakan G-30-S/PKI melahirkan krisis politik sangat hebat. Ia pun tak mau membubarkan PKI yang dituduh oleh mahasiswa dan TNI sebagai dalang kekejaman pembunuh para jenderal itu. Suasana politik makin kacau. Sehingga pada 11 Maret 1966 ia mengeluarkan surat perintah kepada Soeharto untuk mengendalikan situasi, yang kemudian dikenal dengan sebutan Supersemar. Tapi, inilah awal kejatuh-annya. Sebab Soeharto menggunakan Supersemar itu membubarkan PKI dan merebut simpati para politisi dan mahasiswa serta ‘merebut’ kekuasaan. MPR mengukuhkan Supersemar itu dan menolak pertanggungjawaban Soekarno serta mengangkat Soeharto sebagai Pejabat Presiden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Bung Karno ‘dipenjarakan’ di Wisma Yaso, Jakarta. Kesehatannya terus memburuk. Akhirnya, pada hari Minggu, 21 Juni 1970 ia meninggal dunia di RSPAD. Ia disemayamkan di Wisma Yaso, Jakarta dan dimakamkan di Blitar, Jawa Timur di dekat makam ibundanya, Ida Ayu Nyoman Rai. Paduka Yang Mulia Pemimpin Besar Revolusi ini meninggalkan 8 orang anak. Dari Fatmawati mendapatkan lima anak yaitu Guntur, Megawati, Rachmawati, Sukmawati, dan Guruh. Dari Hartini mendapat dua anak yaitu Taufan dan Bayu. Sedangkan dari Ratna Sari Dewi, wanita turunan Jepang bernama asli Naoko Nemoto mendapatkan seorang putri yaitu Kartika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orator Ulung&lt;br /&gt;Presiden pertama RI itu pun dikenal sebagai orator yang ulung, yang dapat berpidato secara amat berapi-api tentang revolusi nasional, neokolonialis-me dan imperialisme. Ia juga amat percaya pada kekuatan massa, kekuatan rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku ini bukan apa-apa kalau tanpa rakyat. Aku besar karena rakyat, aku berjuang karena rakyat dan aku penyambung lidah rakyat,” kata Bung Karno, dalam karyanya ‘Menggali Api Pancasila’. Suatu ungkapan yang cukup jujur dari seorang orator besar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala berbahasa Bung Karno merupakan fenomena langka yang mengundang kagum banyak orang. Kemahirannya menggunakan bahasa dengan segala macam gayanya berhubungan dengan kepribadiannya. Hal ini tercermin dalam autobiografi, karangan-karangan dan buku-buku sejarah yang memuat sepak terjangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia adalah seorang cen-dekiawan yang meninggal-kan ratusan karya tulis dan beberapa naskah dra-ma yang mungkin hanya pernah dipentaskan di Ende, Flores. Kumpulan tulisannya sudah diterbit-kan dengan judul “Diba-wah Bendera Revolusi”, dua jilid. Jilid pertama boleh dikatakan paling menarik dan paling penting karena mewakili diri Soekarno sebagai Soekarno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari buku setebal kira-kira 630 halaman tersebut tulisan pertama yang bermula dari tahun 1926, dengan judul “Nasionalis-me, Islamisme, dan Marxisme” adalah paling menarik dan mungkin paling penting sebagai titik-tolak dalam upaya memahami Soekarno dalam gelora masa mudanya, seorang pemuda berumur 26 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah kebesarannya, sang orator ulung dan penulis piawai, ini selalu membutuhkan dukungan orang lain. Ia tak tahan kesepian dan tak suka tempat tertutup. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di akhir masa kekuasaannya, ia sering merasa kesepian. Dalam autobio-grafinya yang disusun oleh Cindy Adams, Bung Karno, Penyambung Lidah Rakyat itu, bercerita. “Aku tak tidur selama enam tahun. Aku tak dapat tidur barang sekejap. Kadang-kadang, di larut malam, aku menelepon seseorang yang dekat denganku seperti misalnya Subandrio, Wakil Perdana Menteri Satu dan kataku, ‘Bandrio datanglah ke tempat saya, temani saya, ceritakan padaku sesuatu yang ganjil, ceritakanlah suatu lelucon, berceritalah tentang apa saja asal jangan mengenai politik. Dan kalau saya tertidur, maafkanlah.... Untuk pertama kali dalam hidupku aku mulai makan obat tidur. Aku lelah. Terlalu lelah.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bagian lain disebutkan, “Ditinjau secara keseluruhan maka jabatan presiden tak ubahnya seperti suatu pengasingan yang terpencil... Seringkali pikiran oranglah yang berubah-ubah, bukan pikiranmu... Mereka turut menciptakan pulau kesepian ini di sekelilingmu.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anti Imperialisme&lt;br /&gt;Pada 17 Mei 1956. Bung Karno mendapat kehormatan menyampaikan pidato di depan Kongres Amerika Serikat. Sebagaimana dilaporkan New York Times (halaman pertama) pada hari berikutnya, dalam pidato itu dengan gigih ia menyerang kolonialisme. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Perjuangan dan pengorbanan yang telah kami lakukan demi pembebasan rakyat kami dari belenggu kolonialisme, telah berlangsung dari generasi ke generasi selama berabad-abad. Tetapi, perjuangan itu masih belum selesai. Bagaimana perjuangan itu bisa dikatakan selesai jika jutaan manusia di Asia maupun Afrika masih berada di bawah dominasi kolonial, masih belum bisa menikmati kemerdekaan?” pekik Soekarno ketika itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hebatnya, meskipun pidato itu dengan keras menentang kolonialisme dan imperialisme, serta cukup kritis terhadap negara-negara Barat, ia mendapat sambutan luar biasa di Amerika Serikat (AS).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pidato itu menunjukkan konsistensi pemikiran dan sikap-sikap Bung Karno yang sejak masa mudanya antikolonialisme. Terutama pada periode 1926-1933, semangat antikolonialisme dan anti-imperialisme itu sudah jelas dikedepankannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat jelas dan tegas ingatan kolektif dari pahitnya kolonialisme yang dilakukan negara asing yang kaya itu. Namun, kata dan fakta adalah dua hal yang berbeda, dan tak jarang saling bertolak belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soekarno dan para penggagas nasionalisme lainnya dipaksa bergulat di antara “kata” dan “fakta” politik yang dicoba dirajut namun ternyata tidak mudah, dan tak jarang menemui jalan buntu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soekarno yang rajin berkata-kata, antara lain mengenai gagasan besarnya menyatukan kaum nasionalis, agama dan komunis (1926) menemukan kenyataan yang sama sekali bertolak belakang, ketika ia mencobanya menjadi fakta. Begitu pula gagasan besarnya yang lain: marhaenisme, atau nasionalisme marhaenistis, yang matang dikonsepsikan pada tahun 1932. Bahkan, gagasannya mengenai Pancasila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tokoh Kontroversial&lt;br /&gt;Sebagai sosok yang memiliki prinsip tegas, Bung Karno kerap dianggap sebagai tokoh kontroversial. Maka tak heran jika dia memiliki lawan maupun kawan yang berani secara terang-terangan mengritik maupun membela pandangannya. Di mata lawan-lawan politiknya di Tanah Air, ia dianggap mewakili sosok politisi kaum abangan yang “kurang islami”. Mereka bahkan menggolongkannya sebagai gembong kelompok “nasionalis sekuler”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, di mata Syeikh Mahmud Syaltut dari Cairo, penggali Pancasila itu adalah Qaida adzima min quwada harkat al-harir fii al-balad al-Islam (Pemimpin besar dari gerakan kemerdekaan di negeri-negeri Islam). Malahan, Demokrasi Terpimpin, yang di dalam negeri diperdebatkan, justru dipuji oleh syeikh al-Azhar itu sebagai, “lam yakun ila shuratu min shara asy syuraa’ allatiy ja’alha al-Qur’an sya’ana min syu’un al-mu’minin” (tidak lain hanyalah salah satu gambaran dari permusyawaratan yang dijadikan oleh Al Quran sebagai dasar bagi kaum beriman).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatkala memuncak ketegangan antara Israel dan negara-negara Arab soal status Palestina ketika itu, pers sensasional Arab menyambut Bung Karno, “Juara untuk kepentingan-kepentingan Arab telah tiba”. Begitu pula, Tahta Suci Vatikan memberikan tiga gelar penghargaan kepada presiden dari Republik yang mayoritas Muslim itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, pembelaan Bung Karno terhadap kaum tertindas tidak hanya untuk negerinya namun juga negeri lain. Itulah sebabnya, mengapa ia dipuja habis oleh bangsa Arab yang tengah menghadapi serangan Israel kala itu. Bung Karno dianggap sebagai pemimpin kaum Muslim. Padahal, di dalam negeri sendiri ia kerap dipandang lebih sebagai kaum abangan daripada kaum santri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, seberapa religiuskah Bung Karno? Bukankah ia juga dalam konsepsi Pancasila merumuskan sila Ketuhanan Yang Maha Esa? Sila yang menunjukkan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang religius. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang majemuk dan mengakui lima agama. Bagaimana mungkin merangkum visi lima agama itu dalam satu kalimat yang mendasar itu kalau si pembuat kalimat tidak memahami konteks kehidupan beragama di Indonesia secara benar? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini elok dikutip pendapat Clifford Geertz Islam Observed (1982): “Gaya religius Soekarno adalah gaya Soekarno sendiri.” Betapa tidak? Kepada Louise Fischer, Bung Karno pernah mengaku bahwa ia sekaligus Muslim, Kristen, dan Hindu. Di mata pengamat seperti Geertz, pengakuan semacam itu dianggap sebagai “bergaya ekspansif seolah-olah hendak merangkul seluruh dunia”. Sebaliknya, ungkapan semacam itu-pada hemat BJ Boland dalam The Struggle of Islam in Modern Indonesia (1982)- “hanya merupakan perwujudan dari perasaan keagamaan sebagian besar rakyat Indonesia, khususnya Jawa”. Bagi penghayatan spiritual Timur, ucapan itu justru “merupakan keberanian untuk menyuarakan berbagai pemikiran yang mungkin bisa dituduh para agamawan formalis sebagai bidah”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem Politik&lt;br /&gt;Soekarno memiliki pandangan mengenai sistem politik yang didukungnya adalah yang paling “cocok” dengan “kepribadian” dan “budaya” khas bangsa Indonesia yang konon mementingkan kerja sama, gotong-royong, dan keselarasan. Dalam retorika, ia mengecam “individualisme” yang katanya lahir dari liberalisme Barat. Individualisme itu melahirkan egoisme, dan ini terutama dicerminkan oleh pertarungan antarpartai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu ia mencetuskan Demokrasi Terpimpin. Dalam berpolitik Soekarno mementingkan politik mobilisasi massa, ia bersimpati pada gerakan-gerakan anti-imperialisme, dan mungkin sebagai salah satu konsekuensinya, penerimaannya pada Partai Komunis Indonesia (PKI) sebagai aktor politik yang sah, pendukung konsepsi demokrasi terpimpin. Jadi ia mencanangkan sistem politik yang berwatak anti-liberal dan curiga pada pluralisme politik. Ia mementingkan “persatuan” demi “revolusi”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1950-an, Indonesia memang ditandai oleh ketidakstabilan politik yang disebabkan oleh sistem demokrasi parlementer. Sistem ini bersifat sangat liberal, dan didominasi oleh partai-partai politik yang menguasai parlemen. Pemilu 1955-yang dimenangkan empat kekuatan besar, Masyumi, Partai Nasional Indonesia (PNI), Nahdlatul Ulama (NU) serta PKI- hingga kini masih dianggap sebagai pemilu paling bebas dan bersih yang pernah dilaksanakan sepanjang sejarah Indonesia. Namun, di sisi lain dari sistem parlemen yang dikuasai partai itu adalah sering jatuh bangunnya kabinet yang dipimpin oleh perdana menteri. Selain itu, sejarah juga mencatat bahwa integritas nasional terus-menerus diancam oleh berbagai gerakan separatis, yakni DI/TI, PRRI/Permesta, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataan ini membuat Soekarno makin curiga pada partai politik karena dia menganggap Masyumi, dan juga PSI, terlibat dalam beberapa pemberontakan daerah.&lt;br /&gt;Kemudian, Soekarno mendekritkan kembalinya Indonesia pada UUD 1945 karena kegagalan Konstituante untuk memutuskan UUD baru untuk Indonesia, akibat perdebatan berlarut-larut, terutama antara kekuatan nasionalis sekuler dan kekuatan Islam mengenai dasar negara. &lt;br /&gt;► dari berbagai sumber&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4754237644906456057-7636803313588185476?l=oidamus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4754237644906456057/posts/default/7636803313588185476'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4754237644906456057/posts/default/7636803313588185476'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://oidamus.blogspot.com/2010/03/secuil-tentang-sukarno-berdiri-diatas.html' title='Secuil tentang SUKARNO... (Berdiri diatas Kaki Sendiri)'/><author><name>oidamus</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S6c0WLlnYgI/AAAAAAAAAIw/_z6zXol9sZw/S220/obit.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S6q7q0fzW5I/AAAAAAAAAJw/jLNqWmWAElc/s72-c/soekarno1.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4754237644906456057.post-2763609472002632219</id><published>2010-03-23T14:23:00.002+08:00</published><updated>2010-03-23T14:41:16.757+08:00</updated><title type='text'>Mampukah kita............</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S6hiXAC2SII/AAAAAAAAAJo/yxRFx0XVWcI/s1600-h/lalulintas.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 267px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S6hiXAC2SII/AAAAAAAAAJo/yxRFx0XVWcI/s400/lalulintas.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5451715496220444802" /&gt;&lt;/a&gt;Mampukah kita mencintai istri tanpa syarat? Kisah Bapak Eko Pratomo Suyatno&lt;br /&gt;Eko Pratomo Suyatno, siapa yang tidak kenal lelaki bersahaja ini? Namanya sering muncul di koran, televisi, di buku-buku investasi dan keuangan. Dialah salah seorang dibalik kemajuan industri reksadana di Indonesia dan juga seorang pemimpin dari sebuah perusahaan investasi reksadana besar di negeri ini (Direktur Fortis Asset Management).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam posisinya seperti itu, boleh jadi kita beranggapan bahwa pria ini pasti super sibuk dengan segudang jadwal padat. Tapi dalam note ini saya tidak akan menyoroti kesuksesan beliau sebagai eksekutif. Karena ada sisi kesehariannya yang luar biasa!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usianya sudah tidak terbilang muda lagi, 60 tahun. Orang bilang sudah senja bahkan sudah mendekati malam, tapi Pak Suyatno masih bersemangat merawat istrinya yang sedang sakit. Mereka menikah sudah lebih 32 tahun. Dikaruniai 4 orang anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari isinilah awal cobaan itu menerpa, saat istrinya melahirkan anak yang ke empat. tiba-tiba kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan. Hal itu terjadi selama 2 tahun, menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang, lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap hari sebelum berangkat kerja Pak Suyatno sendirian memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi dan mengangkat istrinya ke tempat tidur. Dia letakkan istrinya di depan TV agar istrinya tidak merasa kesepian. Walau istrinya sudah tidak dapat bicara tapi selalu terlihat senyum. Untunglah tempat berkantor Pak Suyatno tidak terlalu jauh dari kediamannya, sehingga siang hari dapat pulang untuk menyuapi istrinya makan siang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sorenya adalah jadwal memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa saja yg dia alami seharian. Walaupun istrinya hanya bisa menanggapi lewat tatapan matanya, namun begitu bagi Pak Suyatno sudah cukup menyenangkan. Bahkan terkadang diselingi dengan menggoda istrinya setiap berangkat tidur. Rutinitas ini dilakukan Pak Suyatno lebih kurang 25 tahun. Dengan penuh kesabaran dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke 4 buah hati mereka. Sekarang anak- anak mereka sudah dewasa, tinggal si bungsu yg masih kuliah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari…saat seluruh anaknya berkumpul di rumah menjenguk ibunya– karena setelah anak-anak mereka menikah dan tinggal bersama keluarga masing-masing– Pak Suyatno memutuskan dirinyalah yang merawat ibu mereka karena yang dia inginkan hanya satu ‘agar semua anaknya dapat berhasil’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kalimat yang cukup hati-hati, anak yang sulung berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pak kami ingin sekali merawat ibu, semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak……bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu.” Sambil air mata si sulung berlinang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sudah keempat kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibupun akan mengijinkannya, kapan bapak menikmati masa tua bapak, dengan berkorban seperti ini, kami sudah tidak tega melihat bapak, kami janji akan merawat ibu sebaik-baik secara bergantian”. Si Sulung melanjutkan permohonannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Anak-anakku…Jikalau perkawinan dan hidup di dunia ini hanya untuk nafsu, mungkin bapak akan menikah lagi, tapi ketahuilah dengan adanya ibu kalian di sampingku itu sudah lebih dari cukup,dia telah melahirkan kalian….*sejenak kerongkongannya tersekat*… kalian yang selalu kurindukan hadir di dunia ini dengan penuh cinta yang tidak satupun dapat dihargai dengan apapun. Coba kalian tanya ibumu apakah dia menginginkan keadaanya seperti ini ?? Kalian menginginkan bapak bahagia, apakah bathin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaanya seperti sekarang, kalian menginginkan bapak yang masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain, bagaimana dengan ibumu yang masih sakit.” Pak Suyatno menjawab hal yang sama sekali tidak diduga anak-anaknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejenak meledaklah tangis anak-anak Pak Suyatno, merekapun melihat butiran-butiran kecil jatuh di pelupuk mata Ibu Suyatno..dengan pilu ditatapnya mata suami yang sangat dicintainya itu……&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampailah akhirnya Pak Suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta untuk menjadi nara sumber dan merekapun mengajukan pertanyaan kepada Pak Suyatno kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat Istrinya yg sudah tidak bisa apa-apa….disaat itulah meledak tangisnya dengan tamu yang hadir di studio kebanyakan kaum perempuanpun tidak sanggup menahan haru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disitulah Pak Suyatno bercerita : “Jika manusia di dunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam perkawinannya, tetapi tidak mau memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian itu adalah kesia-siaan. Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat saya, mencintai saya dengan hati dan bathinnya bukan dengan mata, dan dia memberi saya 4 anak yang lucu-lucu..Sekarang saat dia sakit karena berkorban untuk cinta kami bersama… dan itu merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya apa adanya. Sehatpun belum tentu saya mencari penggantinya apalagi dia sakit…” Sambil menangis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Setiap malam saya bersujud dan menangis dan saya hanya dapat bercerita kepada Allah di atas sajadah..dan saya yakin hanya kepada Allah saya percaya untuk menyimpan dan mendengar rahasia saya…”BAHWA CINTA SAYA KEPADA ISTRI, SAYA SERAHKAN SEPENUHNYA KEPADA ALLAH”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber (dari millis sebelah dan pernah ditayangkan di MetroTV)&lt;br /&gt;Semoga kita dapat mengambil pelajaran.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4754237644906456057-2763609472002632219?l=oidamus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4754237644906456057/posts/default/2763609472002632219'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4754237644906456057/posts/default/2763609472002632219'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://oidamus.blogspot.com/2010/03/mampukah-kita.html' title='Mampukah kita............'/><author><name>oidamus</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S6c0WLlnYgI/AAAAAAAAAIw/_z6zXol9sZw/S220/obit.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S6hiXAC2SII/AAAAAAAAAJo/yxRFx0XVWcI/s72-c/lalulintas.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4754237644906456057.post-413479291269192875</id><published>2010-03-22T16:53:00.004+08:00</published><updated>2010-03-22T16:58:56.056+08:00</updated><title type='text'>Pilihan Sulit…</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S6cw9RWRVWI/AAAAAAAAAIc/n9zbDtnehiY/s1600-h/break-the-chain1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 160px; height: 120px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S6cw9RWRVWI/AAAAAAAAAIc/n9zbDtnehiY/s400/break-the-chain1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5451379703142241634" /&gt;&lt;/a&gt;Silahkan pilih orang yang terpenting dalam sepanjang hidupmu.&lt;br /&gt;Disaat menujuh jam-jam istirahat kelas, dosen mengatakan pada mahasiswa/mahasiswinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mari kita buat satu permainan, mohon bantu saya sebentar.”&lt;br /&gt;Kemudian salah satu mahasiswi berjalan menuju pelataran papan tulis.&lt;br /&gt;DOSEN: Silahkan tulis 20 nama yang paling dekat dengan anda, pada papan tulis.&lt;br /&gt;Dalam sekejap sudah di tuliskan semuanya oleh mahasiswi tersebut. Ada nama tetangganya, teman kantornya, orang terkasih dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DOSEN: Sekarang silahkan coret satu nama diantaranya yang menurut anda paling tidak penting !&lt;br /&gt;Mahasiswi itu lalu mencoret satu nama, nama tetangganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DOSEN: Silahkan coret satu lagi!&lt;br /&gt;Kemudian mahasiswi itu mencoret satu nama teman kantornya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DOSEN: Silahkan coret satu lagi !&lt;br /&gt;Mahasiswi itu mencoret lagi satu nama dari papan tulis dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai pada akhirnya diatas papan tulis hanya tersisa tiga nama, yaitu nama orang tuanya, suaminya dan nama anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kelas tiba-tiba terasa begitu sunyi tanpa suara, semua Mahasiswa/mahasiswi tertuju memandang ke arah dosen, dalam pikiran mereka (para mahasiswa/mahasiswi) mengira sudah selesai tidak ada lagi yang harus dipilih oleh mahasiswi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba dosen memecahkan keheningan dengan berkata, “Silahkan coret satu lagi!”&lt;br /&gt;Dengan pelahan-lahan mahasiswi itu melakukan suatu pilihan yang amat sangat sulit. Dia kemudian mengambil kapur tulis, mencoret nama orang tuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DOSEN: Silahkan coret satu lagi!&lt;br /&gt;Hatinya menjadi binggung. Kemudian ia mengangkat kapur tulis tinggi-tinggi. Lambat laun menetapkan dan mencoret nama anaknya. Dalam sekejap waktu, terdengar suara isak tangis, sepertinya sangat sedih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah suasana tenang, Dosen lalu bertanya, “Orang terkasihmu bukannya Orang tuamu dan Anakmu? Orang tua yang membesarkan anda, anak adalah anda yang melahirkan, sedang suami itu bisa dicari lagi. Tapi mengapa anda berbalik lebih memilih suami sebagai orang yang paling sulit untuk dipisahkan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua teman sekelas mengarah padanya, menunggu apa yang akan di jawabnya.&lt;br /&gt;Setelah agak tenang, kemudian pelahan-lahan ia berkata, “Sesuai waktu yang berlalu, orang tua akan pergi dan meninggalkan saya, sedang anak jika sudah besar setelah itu menikah bisa meninggalkan saya juga, yang benar-benar bisa menemani saya dalam hidup ini hanyalah suami saya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Note :&lt;br /&gt;Terkadang dalam hidup ini kita sering di hadapkan akan pilihan sulit. Dan kita harus melaui semua itu dengan hati yang lapang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Artikel Motivasi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4754237644906456057-413479291269192875?l=oidamus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4754237644906456057/posts/default/413479291269192875'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4754237644906456057/posts/default/413479291269192875'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://oidamus.blogspot.com/2010/03/pilihan-sulit.html' title='Pilihan Sulit…'/><author><name>oidamus</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S6c0WLlnYgI/AAAAAAAAAIw/_z6zXol9sZw/S220/obit.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S6cw9RWRVWI/AAAAAAAAAIc/n9zbDtnehiY/s72-c/break-the-chain1.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4754237644906456057.post-6595602321361727475</id><published>2010-03-16T07:38:00.004+08:00</published><updated>2010-03-16T07:45:32.359+08:00</updated><title type='text'>Antara Burung, Cacing, dan Manusia…</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S57GkTezlhI/AAAAAAAAAIU/3Npfm0qVlCI/s1600-h/pis.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 233px; height: 269px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S57GkTezlhI/AAAAAAAAAIU/3Npfm0qVlCI/s400/pis.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5449010926171952658" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bila kita sedang mengalami kesulitan hidup karena himpitan kebutuhan materi, maka cobalah kita ingat pada burung dan cacing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita lihat burung tiap pagi keluar dari sarangnya untuk mencari makan. Tidak terbayang sebelumnya kemana dan dimana ia harus mencari makanan yang diperlukan. Karena itu kadangkala sore hari ia pulang dengan perut kenyang dan bisa membawa makanan buat keluarganya, tapi kadang makanan itu cuma cukup buat keluarganya, sementara ia harus “puasa”. Bahkan seringkali ia pulang tanpa membawa apa-apa buat keluarganya sehingga ia dan keluarganya harus “berpuasa”. Meskipun burung lebih sering mengalami kekurangan makanan karena tidak punya “kantor” yang tetap, apalagi setelah lahannya banyak yang diserobot manusia, namun yang jelas kita tidak pernah melihat ada burung yang berusaha untuk bunuh diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak pernah melihat ada burung yang tiba-tiba menukik membenturkan kepalanya ke batu cadas. Kita tidak pernah melihat ada burung yang tiba-tiba menenggelamkan diri ke sungai. Kita tidak pernah melihat ada burung yang memilih meminum racun untuk mengakhiri penderitaannya. Kita lihat burung tetap optimis akan rizki yang dijanjikan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita lihat, walaupun kelaparan, tiap pagi ia tetap berkicau dengan merdunya. Tampaknya burung menyadari benar bahwa demikianlah hidup, suatu waktu berada diatas dan dilain waktu terhempas ke bawah. Suatu waktu kelebihan dan di lain waktu kekurangan. Suatu waktu kekenyangan dan dilain waktu kelaparan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang marilah kita lihat hewan yang lebih lemah dari burung, yaitu cacing.&lt;br /&gt;Kalau kita perhatikan, binatang ini seolah-olah tidak mempunyai sarana yang layak untuk survive atau bertahan hidup. Ia tidak mempunyai kaki, tangan, tanduk atau bahkan mungkin ia juga tidak mempunyai mata dan telinga. Tetapi ia adalah makhluk hidup juga dan, sama dengan makhluk hidup lainnya, ia mempunyai perut yang apabila tidak diisi maka ia akan mati. Tapi kita lihat, dengan segala keterbatasannya, cacing tidak pernah putus asa dan frustasi untuk mencari rizki. Tidak pernah kita menyaksikan cacing yang membentur-benturkan kepalanya ke batu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang kita lihat manusia. Kalau kita bandingkan dengan burung atau cacing, maka sarana yang dimiliki manusia untuk mencari nafkah jauh lebih canggih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi kenapa manusia yang dibekali banyak kelebihan ini seringkali kalah dari burung atau cacing?&lt;br /&gt;Mengapa manusia banyak yang putus asa lalu bunuh diri menghadapi kesulitan yang dihadapi?&lt;br /&gt;Padahal rasa-rasanya belum pernah kita lihat cacing yang berusaha bunuh diri karena putus asa.&lt;br /&gt;Rupa-rupanya kita perlu banyak belajar dari burung dan cacing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber Internet&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4754237644906456057-6595602321361727475?l=oidamus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4754237644906456057/posts/default/6595602321361727475'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4754237644906456057/posts/default/6595602321361727475'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://oidamus.blogspot.com/2010/03/antara-burung-cacing-dan-manusia.html' title='Antara Burung, Cacing, dan Manusia…'/><author><name>oidamus</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S6c0WLlnYgI/AAAAAAAAAIw/_z6zXol9sZw/S220/obit.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S57GkTezlhI/AAAAAAAAAIU/3Npfm0qVlCI/s72-c/pis.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4754237644906456057.post-7720077929478815538</id><published>2010-03-15T06:56:00.005+08:00</published><updated>2010-03-15T07:03:19.170+08:00</updated><title type='text'>Gunung Jangan Pula Meletus....</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S51qoYuMt5I/AAAAAAAAAH8/-Fvg-f9jDSE/s1600-h/Gunung.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 394px; height: 341px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S51qoYuMt5I/AAAAAAAAAH8/-Fvg-f9jDSE/s400/Gunung.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5448628366251702162" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Khusus untuk bencana Aceh, saya terpaksa menemui Kiai Sudrun. Apakah kata mampu mengucapkan kedahsyatannya? Apakah sastra mampu menuturkan kedalaman dukanya? Apakah ilmu sanggup menemukan dan menghitung nilai-ilai kandungannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajah Sudrun yang buruk dengan air liur yang selalu mengalir pelan dari salah satu sudut bibirnya hampir membuatku marah. Karena tak bisa kubedakan apakah ia sedang berduka atau tidak. Sebab, barang siapa tidak berduka oleh ngerinya bencana itu dan oleh kesengsaraan para korban yang jiwanya luluh lantak terkeping- keping, akan kubunuh. “Jakarta jauh lebih pantas mendapat bencana itu dibanding Aceh!,” aku menyerbu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu juga tak kalah pantas memperoleh kehancuran,” Sudrun menyambut dengan kata- kata yang, seperti biasa, menyakitkan hati.&lt;br /&gt;“Jadi, kenapa Aceh, bukan aku dan Jakarta?”&lt;br /&gt;“Karena kalian berjodoh dengan kebusukan dunia, sedang rakyat Aceh dinikahkan dengan surga.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Orang Aceh-lah yang selama bertahun-tahun terakhir amat dan paling menderita dibanding kita senegara, kenapa masih ditenggelamkan ke kubangan kesengsaraan sedalam itu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Penderitaan adalah setoran termahal dari manusia kepada Tuhannya sehingga derajat orang Aceh ditinggikan, sementara kalian ditinggalkan untuk terus menjalani kerendahan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Termasuk Kiai….”&lt;br /&gt;Cuh! Ludahnya melompat menciprati mukaku. Sudah biasa begini. Sejak dahulu kala. Kuusap dengan kesabaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau itu hukuman, apa salah mereka? Kalau itu peringatan, kenapa tidak kepada gerombolan maling dan koruptor di Jakarta? Kalau itu ujian, apa Tuhan masih kurang kenyang melihat kebingungan dan ketakutan rakyat Aceh selama ini, di tengah perang politik dan militer tak berkesudahan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudrun tertawa terkekeh-kekeh. Tidak kumengerti apa yang lucu dari kata-kataku. Badannya terguncang-guncang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu mempersoalkan Tuhan? Mempertanyakan tindakan Tuhan? Mempersalahkan ketidakadilan Tuhan?” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menjawab tegas, “Ya.”&lt;br /&gt;“Kalau Tuhan diam saja bagaimana?”&lt;br /&gt;“Akan terus kupertanyakan. Dan aku tahu seluruh bangsa Indonesia akan terus mempertanyakan.”&lt;br /&gt;“Sampai kapan?”&lt;br /&gt;“Sampai kapan pun!”&lt;br /&gt;“Sampai mati?”&lt;br /&gt;“Ya!”&lt;br /&gt;“Kapan kamu mati?”&lt;br /&gt;“Gila!”&lt;br /&gt;“Kamu yang gila. Kurang waras akalmu. Lebih baik kamu mempertanyakan kenapa ilmumu sampai tidak mengetahui akan ada gempa di Aceh. Kamu bahkan tidak tahu apa yang akan kamu katakan sendiri lima menit mendatang. Kamu juga tidak tahu berapa jumlah bulu ketiakmu. Kamu pengecut. Untuk apa mempertanyakan tindakan Tuhan. Kenapa kamu tidak melawanNya. Kenapa kamu memberontak secara tegas kepada Tuhan. Kami menyingkir dari bumiNya, pindah dari alam semestaNya, kemudian kamu tabuh genderang perang menantangNya!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“”Aku ini, Kiai!” teriakku, “datang kemari, untuk merundingkan hal- hal yang bisa menghindarkanku dari tindakan menuduh Tuhan adalah diktator dan otoriter….”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudrun malah melompat- lompat. Yang tertawa sekarang seluruh tubuhnya. Bibirnya melebar-lebar ke kiri-kanan mengejekku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu jahat,” katanya, “karena ingin menghindar dari kewajiban.”&lt;br /&gt;“Kewajiban apa?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kewajiban ilmiah untuk mengakui bahwa Tuhan itu diktator dan otoriter. Kewajiban untuk mengakuinya, menemukan logikanya, lalu belajar menerimanya, dan akhirnya memperoleh kenikmatan mengikhlaskannya. Tuhan-lah satu-satunya yang ada, yang berhak bersikap diktator dan otoriter, sebagaimana pelukis berhak menyayang lukisannya atau merobek-robek dan mencampakkannya ke tempat sampah.Tuhan tidak berkewajiban apa- apa karena ia tidak berutang kepada siapa-siapa, dan keberadaanNya tidak atas saham dan andil siapa pun. Tuhan tidak terikat oleh baik buruk karena justru Dialah yang menciptakan baik buruk. Tuhan tidak harus patuh kepada benar atau salah, karena benar dan salah yang harus taat kepadaNya. Ainun, Ainun, apa yang kamu lakukan ini? Sini, sini…”-ia meraih lengan saya dan menyeret ke tembok-”Kupinjamkan dinding ini kepadamu….”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa maksud Kiai?,” aku tidak paham.&lt;br /&gt;“Pakailah sesukamu.”&lt;br /&gt;“Emang untuk apa?”&lt;br /&gt;“Misalnya untuk membenturkan kepalamu….”&lt;br /&gt;“Sinting!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Membenturkan kepala ke tembok adalah tahap awal pembelajaran yang terbaik untuk cara berpikir yang kau tempuh.”&lt;br /&gt;Ia membawaku duduk kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Atau kamu saja yang jadi Tuhan, dan kamu atur nasib terbaik untuk manusia menurut pertimbanganmu?,” ia pegang bagian atas bajuku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu tahu Muhammad?”, ia meneruskan, “Tahu? Muhammad Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa alihi wasallah, tahu? Ia manusia mutiara yang memilih hidup sebagai orang jelata. Tidak pernah makan kenyang lebih dari tiga hari, karena sesudah hari kedua ia tak punya makanan lagi. Ia menjahit bajunya sendiri dan menambal sandalnya sendiri. Panjang rumahnya 4,80 cm, lebar 4,62 cm. Ia manusia yang paling dicintai Tuhan dan paling mencintai Tuhan, tetapi oleh Tuhan orang kampung Thaif diizinkan melemparinya dengan batu yang membuat jidatnya berdarah. Ia bahkan dibiarkan oleh Tuhan sakit sangat panas badan oleh racun Zaenab wanita Yahudi. Cucunya yang pertama diizinkan Tuhan mati diracun istrinya sendiri. Dan cucunya yang kedua dibiarkan oleh Tuhan dipenggal kepalanya kemudian kepala itu diseret dengan kuda sejauh ratusan kilometer sehingga ada dua kuburannya. Muhammad dijamin surganya, tetapi ia selalu takut kepada Tuhan sehingga menangis di setiap sujudnya. Sedangkan kalian yang pekerjaannya mencuri, kelakuannya penuh kerendahan budaya, yang politik kalian busuk, perhatian kalian kepada Tuhan setengah-setengah, menginginkan nasib lebih enak dibanding Muhammad? Dan kalau kalian ditimpa bencana, Tuhan yang kalian salahkan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangan Sudrun mendorong badan saya keras-keras sehingga saya jatuh ke belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kiai,” kata saya agak pelan, “Aku ingin mempertahankan keyakinan bahwa icon utama eksistensi Tuhan adalah sifat Rahman dan Rahim….”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sangat benar demikian,” jawabnya, “Apa yang membuatmu tidak yakin?”&lt;br /&gt;“Ya Aceh itu, Kiai, Aceh…. Untuk Aceh-lah aku bersedia Kiai ludahi.”&lt;br /&gt;“Aku tidak meludahimu. Yang terjadi bukan aku meludahimu. Yang terjadi adalah bahwa kamu pantas diludahi.”&lt;br /&gt;“Terserah Kiai, asal Rahman Rahim itu….”&lt;br /&gt;“Rahman cinta meluas, Rahim cinta mendalam. Rahman cinta sosial, Rahim cinta lubuk hati. Kenapa?”&lt;br /&gt;“Aceh, Kiai, Aceh.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Rahman menjilat Aceh dari lautan, Rahim mengisap Aceh dari bawah bumi. Manusia yang mulia dan paling beruntung adalah yang segera dipisahkan oleh Tuhan dari dunia. Ribuan malaikat mengangkut mereka langsung ke surga dengan rumah-rumah cahaya yang telah tersedia. Kepada saudara- saudara mereka yang ditinggalkan, porak poranda kampung dan kota mereka adalah medan pendadaran total bagi kebesaran kepribadian manusia Aceh, karena sesudah ini Tuhan menolong mereka untuk bangkit dan menemukan kembali kependekaran mereka. Kejadian tersebut dibikin sedahsyat itu sehingga mengatasi segala tema Aceh Indonesia yang menyengsarakan mereka selama ini. Rakyat Aceh dan Indonesia kini terbebas dari blok-blok psikologis yang memenjarakan mereka selama ini, karena air mata dan duka mereka menyatu, sehingga akan lahir keputusan dan perubahan sejarah yang melapangkan kedua pihak”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tetapi terlalu mengerikan, Kiai, dan kesengsaraan para korban sukar dibayangkan akan mampu tertanggungkan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dunia bukan tempat utama pementasan manusia. Kalau bagimu orang yang tidak mati adalah selamat sehingga yang mati kamu sebut tidak selamat, buang dulu Tuhan dan akhirat dari konsep nilai hidupmu. Kalau bagimu rumah tidak ambruk, harta tidak sirna, dan nyawa tidak melayang, itulah kebaikan; sementara yang sebaliknya adalah keburukan-berhentilah memprotes Tuhan, karena toh Tuhan tak berlaku di dalam skala berpikirmu, karena bagimu kehidupan berhenti ketika kamu mati.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tetapi kenapa Tuhan mengambil hamba-hambaNya yang tak berdosa, sementara membiarkan para penjahat negara dan pencoleng masyarakat hidup nikmat sejahtera?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mungkin Tuhan tidak puas kalau keberadaan para pencoleng itu di neraka kelak tidak terlalu lama. Jadi dibiarkan dulu mereka memperbanyak dosa dan kebodohannya. Bukankah cukup banyak tokoh negerimu yang baik yang justru Tuhan bersegera mengambilnya, sementara yang kamu doakan agar cepat mati karena luar biasa jahatnya kepada rakyatnya malah panjang umurnya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Gusti Gung Binathoro!,” saya mengeluh, “Kami semua dan saya sendiri, Kiai, tidaklah memiliki kecanggihan dan ketajaman berpikir setakaran dengan yang disuguhkan oleh perilaku Tuhan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu jangan tiba-tiba seperti tidak pernah tahu bagaimana pola perilaku Tuhan. Kalau hati manusia berpenyakit, dan ia membiarkan terus penyakit itu sehingga politiknya memuakkan, ekonominya nggraras dan kebudayaannya penuh penghinaan atas martabat diri manusia sendiri- maka Tuhan justru menambahi penyakit itu, sambil menunggu mereka dengan bencana yang sejati yang jauh lebih dahsyat. Yang di Aceh bukan bencana pada pandangan Tuhan. Itu adalah pemuliaan bagi mereka yang nyawanya diambil malaikat, serta pencerahan dan pembangkitan bagi yang masih dibiarkan hidup.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bagi kami yang awam, semua itu tetap tampak sebagai ketidakadilan….”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Alangkah dungunya kamu!” Sudrun membentak, “Sedangkan ayam menjadi riang hatinya dan bersyukur jika ia disembelih untuk kenikmatan manusia meski ayam tidak memiliki kesadaran untuk mengetahui, ia sedang riang dan bersyukur.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jadi, para koruptor dan penindas rakyat tetap aman sejahtera hidupnya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sampai siang ini, ya. Sebenarnya Tuhan masih sayang kepada mereka sehingga selama satu dua bulan terakhir ini diberi peringatan berturut-turut, baik berupa bencana alam, teknologi dan manusia,dengan frekuensi jauh lebih tinggi dibanding bulan-bulan sebelumnya. Tetapi, karena itu semua tidak menjadi pelajaran, mungkin itu menjadikan Tuhan mengambil keputusan untuk memberi peringatan dalam bentuk lebih dahsyat. Kalau kedahsyatan Aceh belum mengguncangkan jiwa Jakarta untuk mulai belajar menundukkan muka, ada kemungkinan….”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jangan pula gunung akan meletus, Kiai!” aku memotong, karena ngeri membayangkan lanjutan kalimat Sudrun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bilang sendiri sana sama gunung!” ujar Sudrun sambil berdiri dan ngeloyor meninggalkan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kiai!” aku meloncat mendekatinya, “Tolong katakan kepada Tuhan agar beristirahat sebentar dari menakdirkan bencana-bencana alam….”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kenapa kau sebut bencana alam? Kalau yang kau salahkan adalah Tuhan, kenapa tak kau pakai istilah bencana Tuhan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudrun benar-benar tak bisa kutahan. Lari menghilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Gunung Jangan Pula Meletus oleh Emha Ainun Nadjib&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4754237644906456057-7720077929478815538?l=oidamus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4754237644906456057/posts/default/7720077929478815538'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4754237644906456057/posts/default/7720077929478815538'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://oidamus.blogspot.com/2010/03/gunung-jangan-pula-meletus.html' title='Gunung Jangan Pula Meletus....'/><author><name>oidamus</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S6c0WLlnYgI/AAAAAAAAAIw/_z6zXol9sZw/S220/obit.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S51qoYuMt5I/AAAAAAAAAH8/-Fvg-f9jDSE/s72-c/Gunung.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4754237644906456057.post-8274581840830105592</id><published>2010-03-14T07:20:00.002+08:00</published><updated>2010-03-14T07:24:08.842+08:00</updated><title type='text'>8 Kado Terindah…...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S5weiYGpJfI/AAAAAAAAAHk/gTrjYtCauT8/s1600-h/kado.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 354px; height: 354px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S5weiYGpJfI/AAAAAAAAAHk/gTrjYtCauT8/s400/kado.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5448263225146156530" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Aneka kado ini tidak dijual di toko. Anda bisa menghadiahkannya setiap saat,&lt;br /&gt;dan tak perlu membeli!&lt;br /&gt;Meski begitu, delapan macam kado ini adalah hadiah terindah dan tak ternilai&lt;br /&gt;bagi orang-orang yang Anda sayangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kehadiran&lt;br /&gt;Kehadiran orang yang dikasihi rasanya adalah kado yang tak ternilai harganya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang kita bisa juga hadir di hadapannya lewat surat , telepon, foto, faks,&lt;br /&gt;e-m ai l atau chatting.&lt;br /&gt;Namun dengan berada di sampingnya. Anda dan ia dapat berbagi perasaan,&lt;br /&gt;perhatian, dan kasih sayang secara lebih utuh dan intensif. Dengan demikian,&lt;br /&gt;kualitas kehadiran juga penting. Jadikan kehadiran Anda sebagai pembawa&lt;br /&gt;kebahagiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Mendengarkan&lt;br /&gt;Sedikit orang yang mampu memberikan kado ini, sebab kebanyakan orang lebih&lt;br /&gt;suka didengarkan, daripada mendengarkan.&lt;br /&gt;Sudah lama diketehui bahwa keharmonisan hubungan antar-manusia amat&lt;br /&gt;ditentukan oleh kesediaan saling mendengarkan.&lt;br /&gt;Berikan kado ini untuknya. Dengan mencurahkan perhatian pada segala&lt;br /&gt;ucapannya, secara taklangsung kita juga telah menumbuhkan kesabaran dan&lt;br /&gt;kerendahan hati. Untuk bisa mendengar dengan b ai k, pastikan Anda dalam&lt;br /&gt;keadaan betul-betul sant ai dan bisa menangkap utuh apa yang disamp ai kannya.&lt;br /&gt;Tatap wajahnya. Tak perlu menyela, mengkritik, apalagi menghakimi.&lt;br /&gt;Biarkan ia menuntaskannya. Ini memudahkan Anda untuk memberi tanggapan yang&lt;br /&gt;tepat setelah itu. Tidakharus berupa diskusi atau penilaian. Sekadar ucapan&lt;br /&gt;terima kasih pun akan terdengar manis baginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Diam&lt;br /&gt;Seperti kata-kata, di dalam diam juga ada kekuatan.&lt;br /&gt;Diam bisa dipak ai untuk menghukum, mengusir, atau membingungkan orang. Tapi&lt;br /&gt;lebih dari segalanya, diam juga bisa menunjukkan kecintaan kita pada&lt;br /&gt;seseorang karena memberinya “ruang.”&lt;br /&gt;Terlebih jika sehari-hari kita sudah terbiasa gemar menasihati,mengatur ,&lt;br /&gt;mengkritik bahkan mengomeli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Kebebasan&lt;br /&gt;Mencint ai seseorang bukan berarti memberi kita hak penuh untuk memiliki atau&lt;br /&gt;mengatur kehidupan orang bersangkutan.&lt;br /&gt;Bisakah kita mengaku mencint ai seseorang jika kita selalu mengekangnya?&lt;br /&gt;Memberi kebebasan adalah salah satu perwujudan cinta.&lt;br /&gt;Makna kebebasan bukanlah “Kau bebas berbuat semaumu.” Lebih dalam dari itu,&lt;br /&gt;memberi kebebasan adalah memberinya kepercayaan penuh untuk bertanggung&lt;br /&gt;jawab atas segala hal yang ia putuskan atau lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Keindahan&lt;br /&gt;Siapa yang tak bahagia jika orang yang disayangi tiba-tiba tampil lebih&lt;br /&gt;ganteng atau cantik ? Tampil indah dan rupawan juga merupakan kado. Bahkan&lt;br /&gt;tak salah jika Anda mengkadokannya tiap hari!&lt;br /&gt;Sel ai n keindahan penampilan pribadi, Anda pun bisa menghadiahkan keindahan&lt;br /&gt;suasana di rumah. Vas dan bunga segar cantik di ruang keluarga atau meja&lt;br /&gt;makan yang tertata indah, misalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Tanggapan Positif&lt;br /&gt;Tanpa sadar, sering kali kita memberikan penil ai an negatif terhadap pikiran,&lt;br /&gt;sikap atau tindakan orang yang kita sayangi.&lt;br /&gt;Seolah-olah tidak ada yang benar dari dirinya dan kebenaran mutlak hanya&lt;br /&gt;pada kita. Kali ini, coba hadiahkan tanggapan positif. Nyatakan dengan jelas&lt;br /&gt;dan tulus.&lt;br /&gt;Cobalah ingat, berapa kali dalam seminggu terakhir Anda mengucapkan terima&lt;br /&gt;kasih atas segala hal yang dilakukannya demi Anda. Ingat-ingat pula,&lt;br /&gt;pernahkah Anda memujinya. Kedua hal itu, ucapan terima kasih dan pujian (dan&lt;br /&gt;juga permintaan maaf), adalah kado cinta yang sering terlupakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Kesediaan Mengalah&lt;br /&gt;Tidak semua masalah layak menjadi bahan pertengkaran. Apalagi samp ai menjadi&lt;br /&gt;cekcok yang hebat.&lt;br /&gt;Semestinya Anda pertimbangkan, apa iya sebuah hubungan cinta dikorbankan&lt;br /&gt;jadi berantakan hanya gara-gara persoalan itu? Bila Anda memikirkan hal ini,&lt;br /&gt;berarti Anda siap memberikan kado “kesediaan mengalah.”&lt;br /&gt;Anda mungkin kesal atau marah karena ia terlambat datang memenuhi janji.&lt;br /&gt;Tapi kalau baru sekali itu terjadi, kenapa mesti jadi pemicu pertengkaran&lt;br /&gt;yang berlarut-larut?&lt;br /&gt;Kesediaan untuk mengalah juga dapat melunturkan sakit hati dan mengajak kita&lt;br /&gt;menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Senyuman&lt;br /&gt;Percaya atau tidak, kekuatan senyuman amat luar biasa.&lt;br /&gt;Senyuman, terlebih yang diberikan dengan tulus, bisa menjadi pencair&lt;br /&gt;hubungan yang beku, pemberi semangat dalam keputusasaan, pencerah suasana&lt;br /&gt;muram, bahkan obat penenang jiwa yang resah.&lt;br /&gt;Senyuman juga merupakan isyarat untuk membuka diri dengan dunia sekeliling&lt;br /&gt;kita. Kapan terakhir kali Anda menghadiahkan senyuman manis pada orang yang&lt;br /&gt;Anda kasihi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber Internet&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4754237644906456057-8274581840830105592?l=oidamus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4754237644906456057/posts/default/8274581840830105592'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4754237644906456057/posts/default/8274581840830105592'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://oidamus.blogspot.com/2010/03/8-kado-terindah.html' title='8 Kado Terindah…...'/><author><name>oidamus</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S6c0WLlnYgI/AAAAAAAAAIw/_z6zXol9sZw/S220/obit.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S5weiYGpJfI/AAAAAAAAAHk/gTrjYtCauT8/s72-c/kado.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4754237644906456057.post-428528563562922941</id><published>2010-03-11T08:56:00.002+08:00</published><updated>2010-03-11T09:03:44.211+08:00</updated><title type='text'>Membangun Kehidupan.......</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S5hBXab8H2I/AAAAAAAAAHc/XxfGRFJNY_A/s1600-h/puzzle.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 272px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S5hBXab8H2I/AAAAAAAAAHc/XxfGRFJNY_A/s400/puzzle.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5447175619793919842" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Adalah seorang tukang kayu yang sudah mencapai usia senja dan mengutarakan rencananya untuk pensiun kepada majikannya. Dia bermaksud untuk pergi dan menjalani kehidupan yang lebih santai bersama isterinya. Dia tidak lagi akan menerima gaji bulanan, tetapi dia merasa perlu beristirahat. Mereka sudah mempersiapkan tunjangan hari tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontraktor yang menjadi majikan si tukang kayu merasa sayang harus kehilangan seorang pekerja sebaik itu. Sebagai jasa pribadi, dia meminta agar tukang kayu itu membangun rumah satu lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tukang kayu itu setuju, tetapi dalam kurun waktu yang cukup singkat dengan mudah terlihat bahwa perhatian si tukang kayu tadi tidak sepenuhnya tertuju kepada pekerjaannya. Dia tidak bekerja dengan teliti serta memakai bahan-bahan yang kurang bermutu. Cara yang patut disayangkan untuk mengakhiri sebuah karir dengan dedikasi tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika bangunan itu sudah selesai, sang majikan datang untuk memeriksa rumah itu. Kemudian dia menyerahkan kunci rumah itu kepada si tukang kayu. “Rumah ini milik anda,” katanya. “Hadiah dari saya untuk anda.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah terkejutnya tukang kayu itu! Betapa sayangnya! Seandainya saja dia tahu bahwa dia sedang membangun rumahnya sendiri, tentunya dia akan melaksanakannya dengan cara yang lain sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula halnya dengan diri kita. Kita membangun hidup kita, hari demi hari, seringkali kita tidak memberikan kemampuan maksimal kita ke dalam bangunan itu. Kemudian sebuah kejutan menyadarkan kita bahwa kita harus hidup di dalam apa yang telah kita bangun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya saja kita bisa mengulanginya lagi, kita pasti akan melaksanakannya dengan cara yang sangat berbeda. Tetapi kita tidak bisa mengulanginya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda adalah tukang kayu dalam hidup anda. Setiap hari anda menancapkan sebatang paku, memasang sebilah papan, atau membangun sebidang tembok. Sikap anda dan pilihan yang anda buat pada hari ini membangun “rumah” anda untuk keesokan hari. Bangunlah dengan bijaksana!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :Internet&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4754237644906456057-428528563562922941?l=oidamus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4754237644906456057/posts/default/428528563562922941'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4754237644906456057/posts/default/428528563562922941'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://oidamus.blogspot.com/2010/03/membangun-kehidupan.html' title='Membangun Kehidupan.......'/><author><name>oidamus</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S6c0WLlnYgI/AAAAAAAAAIw/_z6zXol9sZw/S220/obit.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S5hBXab8H2I/AAAAAAAAAHc/XxfGRFJNY_A/s72-c/puzzle.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4754237644906456057.post-1398078093564144704</id><published>2010-03-10T10:37:00.003+08:00</published><updated>2010-03-10T10:43:42.467+08:00</updated><title type='text'>Gratis Sepanjang Masa....</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S5cHRDG17NI/AAAAAAAAAHU/m8gM7445xcE/s1600-h/ibu%26anak1resize.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 310px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S5cHRDG17NI/AAAAAAAAAHU/m8gM7445xcE/s400/ibu%26anak1resize.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446830263801081042" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Untuk cerita yang satu ini mungkin para sahabat sudah pernah atau mungkin sering membaca nya, tapi bagi saya cerita berikut ini sangat tidak membosankan dan begitu menyentuh,untuk dibaca berulang ulang hanya sekedar untuk mengingat bahwa begitu besar nya kasih sayang seorang ibu kepada kita anak2nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu sore, seorang anak menghampiri ibunya di dapur. Ia menyerahkan selembar kertas yang telah ditulisinya. Setelah sang ibu mengeringkan tangannya dengan celemek. Ia pun membaca tulisan itu dan inilah isinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memotong rumput Rp. 5000&lt;br /&gt;Untuk membersihkan kamar tidur minggu ini Rp. 5000&lt;br /&gt;Untuk pergi ke toko disuruh ibu Rp. 3000&lt;br /&gt;Untuk menjaga adik waktu ibu belanja Rp. 5000&lt;br /&gt;Untuk membuang sampah Rp. 1000&lt;br /&gt;Untuk nilai yang bagus Rp. 3000&lt;br /&gt;Untuk membersihkan dan menyapu halaman Rp. 3000&lt;br /&gt;Jadi jumlah utang ibu adalah Rp. 25000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang ibu memandangi anaknya dengan penuh harap. Berbagai kenangan terlintas dalam benak sang ibu. Lalu ia mengambil pulpen, membalikkan kertasnya. Dan inilah yang ia tuliskan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk sembilan bulan ibu mengandung kamu, gratis&lt;br /&gt;Untuk semua malam ibu menemani kamu, gratis&lt;br /&gt;Untuk membawamu ke dokter dan mengobati saat kamu sakit, serta mendoakan kamu, gratis&lt;br /&gt;Untuk semua saat susah dan air mata dalam mengurus kamu, gratis&lt;br /&gt;Kalau dijumlahkan semua, harga cinta ibu adalah gratis&lt;br /&gt;Untuk semua mainan, makanan, dan baju, gratis&lt;br /&gt;Anakku… dan kalau kamu menjumlahkan semuanya,&lt;br /&gt;Akan kau dapati bahwa harga cinta ibu adalah GRATIS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seusai membaca apa yang ditulis ibunya, sang anak pun berlinang air mata dan menatap wajah ibunya, dan berkata: “Bu, aku sayang sekali sama ibu” ia kemudian mendekap ibunya. Sang ibu tersenyum sambil mencium rambut buah hatinya.”Ibupun sayang kamu nak” kata sang ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian sang anak mengambil pulpen dan menulis sebuah kata dengan huruf-huruf besar sambil diperhatikan sang ibu: “LUNAS”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;======&lt;br /&gt;sahabat, seberapapun jasa yang tlah kita berikan kepada ibu, seberapapun uang yang kita dapatkan dan kita berikan kepada ibu, atau seberapapun liter keringat kerja yang kita kumpulkan untuk ibu, tidak akan dapat mengganti kasih sayang seorang ibu.Kasih ibu sepanjang masa. dapatkah kita menukar kasih sayang ibu itu dengan materi? menukar dengan bilangan angka?atau menukar dengan rangkaian kata terima kasihÂ  sepanjang Salatiga – Roma? Tidak sahabat, sama sekali tidak bisa. Oleh karenanya sahabatqu, Berbuat baiklah kepadanya, sayangilah beliau, cintailah beliau, dan doakanlah beliau….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, kita beruntung masih diberi kesempatan untuk mencium tangannya, mencium pipinya, memijit kakinya, membuatkan minuman untuknya dan menunjukkan sayang kita kepadanya.Â  semoga kita dapat terus melayani beliau, di dunia ini, maupun di surga nanti. amin…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber Internet&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4754237644906456057-1398078093564144704?l=oidamus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4754237644906456057/posts/default/1398078093564144704'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4754237644906456057/posts/default/1398078093564144704'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://oidamus.blogspot.com/2010/03/gratis-sepanjang-masa.html' title='Gratis Sepanjang Masa....'/><author><name>oidamus</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S6c0WLlnYgI/AAAAAAAAAIw/_z6zXol9sZw/S220/obit.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S5cHRDG17NI/AAAAAAAAAHU/m8gM7445xcE/s72-c/ibu%26anak1resize.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4754237644906456057.post-3717139681879829103</id><published>2010-03-09T13:14:00.003+08:00</published><updated>2010-03-09T13:50:10.812+08:00</updated><title type='text'>Sayap sayap Kerdil.........</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S5XhUGnwTxI/AAAAAAAAAHE/ElLok7OMetQ/s1600-h/sayap.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 130px; height: 104px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S5XhUGnwTxI/AAAAAAAAAHE/ElLok7OMetQ/s400/sayap.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446507059865472786" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah kisah yang dialami oleh sebuah keluarga burung. Si induk menetaskan beberapa telor menjadi burung-burung kecil yang indah dan sehat. Si induk pun sangat bahagia dan merawat mereka semua dengan penuh kasih sayang.&lt;br /&gt;Hari berganti hari, bulan berganti bulan. Burung-burung kecil inipun mulai dapat bergerak lincah. Mereka mulai belajar mengepakkan sayap, mencari-cari makanan untuk kemudian mematuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari beberapa anak burung ini tampaklah seekor burung kecil yang berbeda dengan saudaranya yang lain. Ia tampak pendiam dan tidak selincah saudara-saudaranya. Ketika saudara-saudaranya belajar terbang, ia memilih diam di sarang daripada lelah dan terjatuh, ketika saudara-saudaranya berkejaran mencari makan, ia memilih diam dan menantikan belas kasihan saudaranya. Demikian hal ini terjadi seterusnya.&lt;br /&gt;Saat sang induk mulai menjadi tua dan tak sanggup lagi berjuang untuk menghidupi anak-anaknya, si anak burung ini mulai merasa sedih. Seringkali ia melihat dari bawah saudara-saudaranya terbang tinggi di langit. Ketika saudara-saudarnya dengan lincah berpindah dari dahan satu ke dahan yang lain di pohon yang tinggi, ia harus puas hanya dengan berada di satu dahan yang rendah. Ia pun merasa sangat sedih.&lt;br /&gt;Dalam kesedihannya, ia menemui induknya yang sudah tua dan berkata, “Ibu, aku merasa sangat sedih, mengapa aku tidak bisa terbang setinggi saudara-saudaraku yang lain, mengapa akau tidak bisa melompat-lompat di dahan yang tinggi aku hanya bisa berdiam di dahan yang rendah?”&lt;br /&gt;Si induk pun merasa sedih dan dengan air mata ia berkata, “Anakku, engkau dilahirkan dengan sayap yang sempurna seperti saudaramu, tapi engkau memilih merangkak menjalani hidup ini sehingga sayapmu menjadi kerdil.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hidup adalah kumpulan dari setiap pilihan yang kita buat.&lt;br /&gt;Pilihan kita hari ini menentukan bagaimana hidup kita di masa depan.&lt;br /&gt;Kita memiliki kebebasan memilih tetapi setelah itu kita akan dikendalikan oleh pilihan kita, &lt;br /&gt;Jadi berpikirlah sebelum berbuat, sadari setiap konsekuensi dari pilihan yang kita buat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ditulis oleh TARi&lt;br /&gt;Terima kasih sahabat Tari&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4754237644906456057-3717139681879829103?l=oidamus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4754237644906456057/posts/default/3717139681879829103'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4754237644906456057/posts/default/3717139681879829103'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://oidamus.blogspot.com/2010/03/sayap-sayap-kerdil.html' title='Sayap sayap Kerdil.........'/><author><name>oidamus</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S6c0WLlnYgI/AAAAAAAAAIw/_z6zXol9sZw/S220/obit.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S5XhUGnwTxI/AAAAAAAAAHE/ElLok7OMetQ/s72-c/sayap.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4754237644906456057.post-1323329887653299888</id><published>2010-03-08T10:13:00.002+08:00</published><updated>2010-03-08T10:23:31.485+08:00</updated><title type='text'>Batu Besar…</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S5RfgF4o5vI/AAAAAAAAAG8/j6q7mNc_TFg/s1600-h/batu_ciateureun.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S5RfgF4o5vI/AAAAAAAAAG8/j6q7mNc_TFg/s400/batu_ciateureun.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446082854337963762" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari seorang dosen sedang memberi kuliah tentang manajemen waktu pada para mahasiswa MBA.&lt;br /&gt;Dengan penuh semangat ia berdiri depan kelas dan berkata, “Okay, sekarang waktunya untuk quiz.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian ia mengeluarkan sebuah ember kosong dan meletakkannya di meja. Kemudian ia mengisi ember tersebut dengan batu sebesar sekepalan tangan. Ia mengisi terus hingga tidak ada lagi batu yang cukup untuk dimasukkan ke dalam ember.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia bertanya pada kelas, “Menurut kalian, apakah ember ini telah penuh?”&lt;br /&gt;Semua mahasiswa serentak berkata, “Ya!”&lt;br /&gt;Dosen bertanya kembali, “Sungguhkah demikian?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, dari dalam meja ia mengeluarkan sekantung kerikil kecil. Ia menuangkan kerikil-kerikil itu ke dalam ember lalu mengocok-ngocok ember itu sehingga kerikil-kerikil itu turun ke bawah mengisi celah-celah kosong di antara batu-batu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, sekali lagi ia bertanya pada kelas, “Nah, apakah sekarang ember ini sudah penuh?”&lt;br /&gt;Kali ini para mahasiswa terdiam. Seseorang menjawab, “Mungkin tidak.”&lt;br /&gt;“Bagus sekali,” sahut dosen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian ia mengeluarkan sekantung pasir dan menuangkannya ke dalam ember. Pasir itu berjatuhan mengisi celah-celah kosong antara batu dan kerikil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, ia bertanya pada kelas, “Baiklah, apakah sekarang ember ini sudah penuh?”&lt;br /&gt;“Belum!” sahut seluruh kelas.&lt;br /&gt;Sekali lagi ia berkata, “Bagus. Bagus sekali.”&lt;br /&gt;Kemudian ia meraih sebotol air dan mulai menuangkan airnya ke dalam ember sampai ke bibir ember.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu ia menoleh ke kelas dan bertanya, “Tahukah kalian apa maksud illustrasi ini?”&lt;br /&gt;Seorang mahasiswa dengan semangat mengacungkan jari dan berkata, “Maksudnya adalah, tak peduli seberapa padat jadwal kita, bila kita mau berusaha sekuat tenaga maka pasti kita bisa mengerjakannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh, bukan,” sahut dosen, “Bukan itu maksudnya. Kenyataan dari illustrasi mengajarkan pada kita bahwa:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bila anda tidak memasukkan batu besar terlebih dahulu, maka anda tidak akan bisa memasukkan semuanya.”&lt;br /&gt;Apa yang dimaksud dengan “batu besar” dalam hidup anda...??????????&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;* Anak-anak anda,&lt;br /&gt;    * Pasangan anda,&lt;br /&gt;    * Pendidikan anda,&lt;br /&gt;    * Hal-hal yang penting dalam hidup anda,&lt;br /&gt;    * Mengajarkan sesuatu pada orang lain,&lt;br /&gt;    * Melakukan pekerjaan yang kau cintai,&lt;br /&gt;    * Waktu untuk diri sendiri,&lt;br /&gt;    * Kesehatan anda atau,&lt;br /&gt;    * Teman anda&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah untuk selalu memasukkan “Batu Besar” pertama kali atau anda akan kehilangan semuanya. Bila anda mengisinya dengan hal-hal kecil terlebih dahulu, maka hidup anda akan penuh dengan hal-hal kecil yang merisaukan dan ini semestinya tidak perlu. Karena dengan demikian anda tidak akan pernah memiliki waktu yang sesungguhnya anda perlukan untuk hal-hal besar dan penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, tanyalah pada diri anda sendiri: “Apakah ‘Batu Besar’ dalam hidup saya?” Lalu kerjakan itu pertama kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Note :&lt;br /&gt;Niat baik janganlah ditunda, lakukan semua menurut prioritasnya dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber internet&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4754237644906456057-1323329887653299888?l=oidamus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4754237644906456057/posts/default/1323329887653299888'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4754237644906456057/posts/default/1323329887653299888'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://oidamus.blogspot.com/2010/03/batu-besar.html' title='Batu Besar…'/><author><name>oidamus</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S6c0WLlnYgI/AAAAAAAAAIw/_z6zXol9sZw/S220/obit.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S5RfgF4o5vI/AAAAAAAAAG8/j6q7mNc_TFg/s72-c/batu_ciateureun.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4754237644906456057.post-5802400207272768735</id><published>2010-03-07T06:41:00.005+08:00</published><updated>2010-03-07T06:51:49.093+08:00</updated><title type='text'>Kisah 1000 Kelereng</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S5LbSj_i7UI/AAAAAAAAAG0/uQK1KhGpc0Y/s1600-h/Copy+of+kelereng.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 317px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S5LbSj_i7UI/AAAAAAAAAG0/uQK1KhGpc0Y/s400/Copy+of+kelereng.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5445656011390250306" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Aku makin menikmati Sabtu pagi. Mungkin karena adanya keheningan sunyi senyap sebab aku yang pertama bangun pagi, atau mungkin juga karena tak terkira gembiraku sebab tak usah masuk kerja. Apapun alasannya, beberapa jam pertama Sabtu pagi amat menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa minggu yang lalu, aku agak memaksa diriku ke dapur dengan membawa secangkir kopi hangat di satu tangan dan koran pagi itu di tangan lainnya. Apa yang biasa saya lakukan di Sabtu pagi, berubah menjadi saat yang tak terlupakan dalam hidup ini. Begini kisahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku keraskan suara radioku untuk mendengarkan suatu acara Bincang-bincang Sabtu Pagi. Aku dengar seseorang agak tua dengan suara emasnya. Ia sedang berbicara mengenai seribu kelereng kepada seseorang di telpon yang dipanggil “Tom”. Aku tergelitik dan duduk ingin mendengarkan apa obrolannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dengar Tom, kedengarannya kau memang sibuk dengan pekerjamu. Aku yakin mereka menggajimu cukup banyak, tapi kan sangat sayang sekali kau harus meninggalkan rumah dan keluargamu terlalu sering. Sulit kupercaya kok ada anak muda yang harus bekerja 60 atau 70 jam seminggunya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Untuk menonton pertunjukan tarian putrimu pun kau tak sempat”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia melanjutkan : “Biar kuceritakan ini, Tom, sesuatu yang membantuku mengatur dan menjaga prioritas apa yang yang harus kulakukan dalam hidupku”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu mulailah ia menerangkan teori “seribu kelereng” nya.” Begini Tom, suatu hari aku duduk-duduk dan mulai menghiitung-hitung. Kan umumnya orang rata-rata hidup 75 tahun. Ya aku tahu, ada yang lebih dan ada yang kurang, tapi secara rata-rata umumnya kan sekitar 75 tahun. Lalu, aku kalikan 75 ini dengan 52 dan mendapatkan angka 3900 yang merupakan jumlah semua hari Sabtu yang rata-rata dimiliki seseorang selama hidupnya. Sekarang perhatikan benar-benar Tom, aku mau beranjak ke hal yang lebih penting”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tahu tidak, setelah aku berumur 55 tahun baru terpikir olehku semua detail ini”, sambungnya, “dan pada saat itu aku kan sudah melewatkan 2800 hari Sabtu. Aku terbiasa memikirkan, andaikata aku bisa hidup sampai 75 tahun, maka buatku cuma tersisa sekitar 1000 hari Sabtu yang masih bisa kunikmati”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lalu aku pergi ketoko mainan dan membeli tiap butir kelereng yang ada. Aku butuh mengunjungi tiga toko, baru bisa mendapatkan 1000 kelereng itu. Kubawa pulang, kumasukkan dalam sebuah kotak plastik bening besar yang kuletakkan di tempat kerjaku, di samping radio. Setiap Sabtu sejak itu, aku selalu ambil sebutir kelereng dan membuangnya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku alami, bahwa dengan mengawasi kelereng-kelereng itu menghilang, aku lebih memfokuskan diri pada hal-hal yang betul-betul penting dalam hidupku. Sungguh, tak ada yang lebih berharga daripada mengamati waktumu di dunia ini menghilang dan berkurang, untuk menolongmu membenahi dan meluruskan segala prioritas hidupmu”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sekarang aku ingin memberikan pesan terakhir sebelum kuputuskan teleponmu dan mengajak keluar istriku tersayang untuk sarapan pagi. Pagi ini, kelereng terakhirku telah kuambil, kukeluarkan dari kotaknya. Aku berfikir, kalau aku sampai bertahan hingga Sabtu yang akan datang, maka Allah telah meberi aku dengan sedikit waktu tambahan ekstra untuk kuhabiskan dengan orang-orang yang kusayangi”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Senang sekali bisa berbicara denganmu, Tom. Aku harap kau bisa melewatkan lebih banyak waktu dengan orang-orang yang kau kasihi, dan aku berharap suatu saat bisa berjumpa denganmu. Selamat pagi!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat dia berhenti, begitu sunyi hening, jatuhnya satu jarumpun bisa terdengar ! Untuk sejenak, bahkan moderator acara itupun membisu. Mungkin ia mau memberi para pendengarnya, kesempatan untuk memikirkan segalanya. Sebenarnya aku sudah merencanakan mau bekerja pagi itu, tetapi aku ganti acara, aku naik ke atas dan membangunkan istriku dengan sebuah kecupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ayo sayang, kuajak kau dan anak-anak ke luar, pergi sarapan”. “Lho, ada apa ini…?”, tanyanya tersenyum. “Ah, tidak ada apa-apa, tidak ada yang spesial”, jawabku, “Kan sudah cukup lama kita tidak melewatkan hari Sabtu dengan anak-anak ? Oh ya, nanti kita berhenti juga di toko mainan ya? Aku butuh beli kelereng.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dari setiap satu kelereng yang telah terbuang, apakah yang telah anda dapatkan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah ……..&lt;br /&gt;kesedihan&lt;br /&gt;keraguan&lt;br /&gt;kebosanan&lt;br /&gt;rasa marah&lt;br /&gt;putus asa&lt;br /&gt;hambatan&lt;br /&gt;permusuhan&lt;br /&gt;pesimis&lt;br /&gt;kegagalan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ataukah …….&lt;br /&gt;kebahagiaan&lt;br /&gt;kepercayaan&lt;br /&gt;antusias&lt;br /&gt;cinta kasih&lt;br /&gt;motivasi&lt;br /&gt;peluang&lt;br /&gt;persahabatan&lt;br /&gt;optimis&lt;br /&gt;kesuksesan ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu akan berlalu dengan cepat. Tidak banyak kelereng yang tersisa dalam kantong anda saat ini. Gunakan secara bijak untuk memberikan kebahagiaan yang lebih baik bagi anda sendiri, keluarga, dan lingkungan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Unknown (Tidak Diketahui)&lt;br /&gt;Dikutip dari Indonesian groups&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4754237644906456057-5802400207272768735?l=oidamus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4754237644906456057/posts/default/5802400207272768735'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4754237644906456057/posts/default/5802400207272768735'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://oidamus.blogspot.com/2010/03/kisah-1000-kelereng.html' title='Kisah 1000 Kelereng'/><author><name>oidamus</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S6c0WLlnYgI/AAAAAAAAAIw/_z6zXol9sZw/S220/obit.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S5LbSj_i7UI/AAAAAAAAAG0/uQK1KhGpc0Y/s72-c/Copy+of+kelereng.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4754237644906456057.post-9129211368842209699</id><published>2010-03-06T09:48:00.002+08:00</published><updated>2010-03-06T09:48:57.004+08:00</updated><title type='text'>Kisah seekor kupu-kupu…</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S5G0eyDWBHI/AAAAAAAAAGc/czde2M__jPo/s1600-h/kupu-kupu.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 336px; height: 336px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S5G0eyDWBHI/AAAAAAAAAGc/czde2M__jPo/s400/kupu-kupu.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5445331865392514162" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Seseorang menemukan kepompong seekor kupu. Suatu hari lubang kecil muncul. Dia duduk mengamati dalam beberapa jam calon kupu-kupu itu ketika dia berjuang dengan memaksa dirinya melewati lubang kecil itu. Kemudian kupu-kupu itu berhenti membuat kemajuan. Kelihatannya dia telah berusaha semampunya dan dia tidak bisa lebih jauh lagi. Akhirnya orang tersebut memutuskan untuk membantunya. Dia mengambil sebuah gunting dan memotong sisa kekangan dari kepompong itu. Kupu-kupu tersebut keluar dengan mudahnya. Namun, dia mempunyai tubuh gembung dan kecil, sayap-sayap mengkerut. Orang tersebut terus mengamatinya karena dia berharap bahwa, pada suatu saat, sayap-sayap itu akan mekar dan melebar sehingga mampu menopang tubuhnya, yang mungkin akan berkembang seiring dengan berjalannya waktu. Semuanya tak pernah terjadi. Kenyataannya, kupu-kupu itu menghabiskan sisa hidupnya merangkak di sekitarnya dengan tubuh gembung dan sayap-sayap mengkerut. Dia tidak pernah bisa terbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang tidak dimengerti dari kebaikan dan ketergesaan orang tersebut adalah bahwa kepompong yang menghambat dan perjuangan yang dibutuhkan kupu-kupu untuk melewati lubang kecil adalah jalan Tuhan untuk memaksa cairan dari tubuh kupu-kupu itu ke dalam sayap-sayapnya sedemikian sehingga dia akan siap terbang begitu dia memperoleh kebebasan dari kepompong tersebut. Kadang-kadang perjuangan adalah suatu yang kita perlukan dalam hidup kita. Jika Tuhan membiarkan kita hidup tanpa hambatan perjuangan, itu mungkin justru akan melumpuhkan kita. Kita mungkin tidak sekuat yang semestinya yang dibutuhkan untuk menopang cita-cita dan harapan yang kita mintakan. Kita mungkin tidak akan pernah dapat “Terbang”. Sesungguhnya Tuhan itu Maha Pengasih dan maha Penyayang. Kita memohon Kekuatan. Dan Tuhan memberi kita kesulitan-kesulitan untuk membuat kita tegar. Kita memohon kebijakan, dan Tuhan memberi kita Berbagai persoalan hidup untuk diselesaikan agar kita bertambah bijaksana. Kita memohon kemakmuran, dan Tuhan memberi kita Otak dan Tenaga untuk dipergunakan sepenuhnya dalam mencapai kemakmuran. Kita memohon Keteguhan Hati, dan Tuhan memberi Bencana dan Bahaya untuk diatasi. Kita memohon Cinta, dan Tuhan memberi kita orang-orang bermasalah untuk diselamatkan dan dicintai. Kita Memohon kemurahan / kebaikan hati, dan Tuhan memberi kita kesempatan-kesempatan yang silih berganti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah cara Tuhan membimbing Kita, Apakah jika saya tidak memperoleh yang saya inginkan, berarti bahwa saya tidak mendapatkan segala yang saya butuhkan? Kadang Tuhan tidak memberikan yang kita minta, tapi dengan pasti Tuhan memberikan yang terbaik untuk kita, kebanyakan kita tidak mengerti / mengenal, bahkan tidak mau menerima rencana Tuhan, padahal justru itulah yang terbaik untuk kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Internet&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4754237644906456057-9129211368842209699?l=oidamus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4754237644906456057/posts/default/9129211368842209699'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4754237644906456057/posts/default/9129211368842209699'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://oidamus.blogspot.com/2010/03/kisah-seekor-kupu-kupu_5525.html' title='Kisah seekor kupu-kupu…'/><author><name>oidamus</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S6c0WLlnYgI/AAAAAAAAAIw/_z6zXol9sZw/S220/obit.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S5G0eyDWBHI/AAAAAAAAAGc/czde2M__jPo/s72-c/kupu-kupu.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4754237644906456057.post-3434781887790104429</id><published>2010-03-04T10:30:00.003+08:00</published><updated>2010-03-04T15:48:39.949+08:00</updated><title type='text'>Memberi Apa Bisa Diberi.......</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S48cfXVaQnI/AAAAAAAAAFs/M403kZbDu0M/s1600-h/Tangan+memberi.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 298px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S48cfXVaQnI/AAAAAAAAAFs/M403kZbDu0M/s400/Tangan+memberi.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5444601799679558258" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;oleh (Glenn Van Ekeren, 12 Simple Secret of Happyness)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa ketika tembok Berlin masih berdiri, ada beberapa orang Berlin&lt;br /&gt;Timur yang memutuskan untuk mengirim “bingkisan” kepada tetangga mereka di&lt;br /&gt;Berlin Barat. Mereka mengisi sebuah truk pengangkut tanah dengan&lt;br /&gt;barang-barang yang tidak diinginkan, seperti, sampah, puing-puing bangunan,&lt;br /&gt;dan banyak lagi barang yang menjijikkan yang dapat mereka temukan. Mereka&lt;br /&gt;dengan tenang membawa bingkisan itu melintasi perbatasan, mendapat izin&lt;br /&gt;untuk lewat, dan mengirimkan bingkisan tersebut dengan membuangnya di&lt;br /&gt;kawasan Berlin Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak sulit untuk menduga bahwa orang Berlin Barat tersinggung karenanya dan&lt;br /&gt;berpikir untuk memberikan balasan yang setimpal. Orang langsung mulai&lt;br /&gt;menawarkan gagasan-gagasan mereta tentang cara membalasa perbuatan tak&lt;br /&gt;terpuji itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba ada seorang bijak datang ketengan mereka yang sedang mengumbar&lt;br /&gt;nafsu amarah. Ia menawarkan sesuatu yang benar-benar berbeda. Yang sangat&lt;br /&gt;mengherankan, orang menanggapi saran tersebut dengan senang hati dan mulai&lt;br /&gt;mengisi sebuah truk sampai penuh dengan barang-barang yang terhitung langka&lt;br /&gt;di kawasan Berlin Timur. Pakaian, makanan, obat-obatan, semua dinaikkan ke&lt;br /&gt;dalam truk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka membawa truk bermuatan penuh itu melintasi perbatasan, kemudian&lt;br /&gt;dengan hati-hati membongkar dan menyusun barang-barang berharga itu di&lt;br /&gt;tanah, dan meninggalkan sebuah pesan yang berbunyi, “Setiap orang memberi&lt;br /&gt;sesuai dengan kemampunyannya untuk memberi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita dapat membayangkan bagaimana reaksi mereka yang melihat “bingkisan&lt;br /&gt;balasan” itu serta pesan yang tertulis bagi mereka. Perasaan mereka campur&lt;br /&gt;aduk. Terkejut. Malu. Kehilangan kepercayaan diri. Bahkan mungkin ada yang&lt;br /&gt;menyesal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kita berikan kepada orang lain merupakan sebuah pesan yang jelas sekali&lt;br /&gt;mengenai siapa kita. Cara kita menanggapi perbuatan tidak ramah, perbuatan&lt;br /&gt;tidak adil, atau sikap tidak tahu terima kasih juga mencerminkan karakter&lt;br /&gt;kita yang sesungguhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber Internet&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4754237644906456057-3434781887790104429?l=oidamus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4754237644906456057/posts/default/3434781887790104429'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4754237644906456057/posts/default/3434781887790104429'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://oidamus.blogspot.com/2010/03/memberi-apa-bisa-diberi.html' title='Memberi Apa Bisa Diberi.......'/><author><name>oidamus</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S6c0WLlnYgI/AAAAAAAAAIw/_z6zXol9sZw/S220/obit.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S48cfXVaQnI/AAAAAAAAAFs/M403kZbDu0M/s72-c/Tangan+memberi.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4754237644906456057.post-7291742743651801311</id><published>2010-02-28T13:13:00.003+08:00</published><updated>2010-02-28T13:28:10.016+08:00</updated><title type='text'>Plato bertanya akan cinta dan kehidupan …</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S4n96XgUoeI/AAAAAAAAAFk/weztNCG-X7A/s1600-h/timbangan.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S4n96XgUoeI/AAAAAAAAAFk/weztNCG-X7A/s400/timbangan.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5443160803837780450" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, Plato bertanya pada gurunya, “Apa itu cinta? Bagaimana saya menemukannya? Gurunya menjawab, “Ada ladang gandum yang luas didepan sana. Berjalanlah kamu dan tanpa boleh mundur kembali, kemudian ambillah satu saja ranting. Jika kamu menemukan ranting yang kamu anggap paling menakjubkan, artinya kamu telah menemukan cinta” .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan tangan kosong, tanpa membawa apapun. Gurunya bertanya, “Mengapa kamu tidak membawa satupun ranting?” Plato menjawab, “Aku hanya boleh membawa satu saja,dan saat berjalan tidak boleh mundur kembali (berbalik)”. Sebenarnya aku telah menemukan yang paling menakjubkan, tapi aku tak tahu apakah ada yang lebih menakjubkan lagi di depan sana, jadi tak kuambil ranting tersebut. Saat kumelanjutkan berjalan lebih jauh lagi, baru kusadari bahwa ranting-ranting yang kutemukan kemudian tak sebagus ranting yang tadi, jadi tak kuambil sebatangpun pada akhirnya” Gurunya kemudian menjawab ” Jadi ya itulah cinta”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di hari yang lain, Plato bertanya lagi pada gurunya,”Apa itu perkawinan? Bagaiman a saya bisa menemukannya?” Gurunya pun menjawab “Ada hutan yang subur didepan sana. Berjalanlah tanpa boleh mundur kembali (menoleh) dan kamu hanya boleh menebang satu pohon saja. Dan tebanglah jika kamu menemukan pohon yang paling tinggi, karena artinya kamu telah menemukan apa itu perkawinan” Plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan membawa pohon. Pohon tersebut bukanlah pohon yang segar/subur, dan tidak juga terlalu tinggi. Pohon itu biasa-biasa saja.&lt;br /&gt;Gurunya bertanya, “Mengapa kamu memotong pohon yang seperti itu?” Plato pun menjawab, “sebab berdasarkan pengalamanku sebelumnya, setelah menjelajah hampir setengah hutan, ternyata aku kembali dengan tangan kosong. Jadi dikesempatan ini, aku lihat pohon ini, dan kurasa tidaklah buruk-buruk amat, jadi kuputuskan untuk menebangnya dan membawanya kesini. Aku tidak mau menghilangkan kesempatan untuk mendapatkannya”&lt;br /&gt;Gurunya pun kemudian menjawab, “Dan ya itulah perkawinan”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NOTE&lt;br /&gt;Cinta itu semakin dicari, maka semakin tidak ditemukan. Cinta adanya di dalam lubuk hati, ketika dapat menahan keinginan dan harapan yang lebih. Ketika pengharapan dan keinginan yang berlebih akan cinta, maka yang didapat adalah kehampaan… tiada sesuatupun yang didapat, dan tidak dapat dimundurkan kembali. Waktu dan masa tidak dapat diputar mundur. Terimalah cinta apa adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernikahan adalah kelanjutan dari Cinta. Adalah proses mendapatkan kesempatan, ketika kita mencari yang terbaik diantara pilihan yang ada, maka akan mengurangi kesempatan untuk mendapatkannya, Ketika kesempurnaan ingin kita dapatkan, maka sia2lah waktumu dalam mendapatkan pernikahan itu, karena, sebenarnya kesempurnaan itu hampa adanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : internet.....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4754237644906456057-7291742743651801311?l=oidamus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4754237644906456057/posts/default/7291742743651801311'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4754237644906456057/posts/default/7291742743651801311'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://oidamus.blogspot.com/2010/02/plato-bertanya-akan-cinta-dan-kehidupan.html' title='Plato bertanya akan cinta dan kehidupan …'/><author><name>oidamus</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S6c0WLlnYgI/AAAAAAAAAIw/_z6zXol9sZw/S220/obit.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S4n96XgUoeI/AAAAAAAAAFk/weztNCG-X7A/s72-c/timbangan.gif' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4754237644906456057.post-1747386994483145261</id><published>2010-02-04T12:05:00.004+08:00</published><updated>2010-02-04T12:12:44.292+08:00</updated><title type='text'>Have I..........</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S2pIOnIrfEI/AAAAAAAAAFc/DK44HZz-zZM/s1600-h/I+Love+You.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 245px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S2pIOnIrfEI/AAAAAAAAAFc/DK44HZz-zZM/s400/I+Love+You.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5434235316236680258" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Have I Told you yet...&lt;br /&gt;How much you mean to me...&lt;br /&gt;Have I told you yet...&lt;br /&gt;About all the Happiness you bring!&lt;br /&gt;Have I told you yet...&lt;br /&gt;That you mean the world to me!&lt;br /&gt;Just in case I Haven't...&lt;br /&gt;I want you know that...&lt;br /&gt;You're the best thing&lt;br /&gt;That's ever happened to me!&lt;br /&gt;I Love You!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4754237644906456057-1747386994483145261?l=oidamus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4754237644906456057/posts/default/1747386994483145261'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4754237644906456057/posts/default/1747386994483145261'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://oidamus.blogspot.com/2010/02/have-i.html' title='Have I..........'/><author><name>oidamus</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S6c0WLlnYgI/AAAAAAAAAIw/_z6zXol9sZw/S220/obit.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S2pIOnIrfEI/AAAAAAAAAFc/DK44HZz-zZM/s72-c/I+Love+You.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4754237644906456057.post-2367755800827142347</id><published>2010-01-27T11:13:00.003+08:00</published><updated>2010-01-27T11:20:21.194+08:00</updated><title type='text'>Ayah Kembalikan Tangan ku............</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S1-wyAwmDKI/AAAAAAAAAFU/dAuAGZIAoB4/s1600-h/ibu+dan+anak.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 294px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S1-wyAwmDKI/AAAAAAAAAFU/dAuAGZIAoB4/s320/ibu+dan+anak.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5431254048875875490" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pagi ini saya mendapat sebuah cerita yang mebuat hati saya menangis. Saya tidak melihat cerita ini real terjadi atau tidak, namun dalam cerita ini penuh sekali hikmahnya, khususnya bagi sang ayah. Cerita ini berhubungan dengan sikap orang tua dalam mendidik anak. Ceritanya seperti ini:&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada suatu keluarga, dimana sang ayah dan ibu sama-sama bekerja membanting tulang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kebetulan mereka diberikan karunia seorang anak laki-laki yang saat itu berusia kurang lebih 6 tahunan. Secara materi kedua orang ini sangatlah berkecukupan, sehingga segala kebutuhan hidupnya dari diri meraka sampai kebutuhan anak laki-lakinya dapat dipenuhi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kedua orang tua ini memang sangat jelas sekali sayang kepada anaknya, bahkan bisa dibilang kerja mereka banting tulang, pulang malam semata-mata untuk anaknya agar kelak hidupnya lebih mudah. Namun karena terlalu sibuknya ayah dan Ibu nya bekerja, sehingga sehari-harinya anaknya selalu ditemani oleh mbak yang menjaga (babysitter).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sampai suatu hari, anak laki-lakinya ini lepas dari pemantauan mbak yang menjaganya, dan si anak ini tanpa ada beban, dan rasa mengerti menggoreskan garpu yang saat itu dia pegang ke body mobil ayahnya dari pintu belakang sampai pintu depan yang kebetulan hari itu tidak digunakan. Memang jika usia anak saat itu sedang senang-senang menggambar, dan anak ini melihat goresan di body mobil, sangat senang sekali. Mbak yang menjaga saat mengetahui sudah terlambat sebab body mobil sudah penuh dengan goresan garpu dari ulah si anak ini.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sampai akhirnya saat malam tiba, sang ayah dan ibu datang. Karena mobil ada di depan maka mau tidak mau sang ayah mudah mengetahuinya, dan kagetlah serta marah melihat kondisi itu. Langsung sang ayah menanyakan kepada mbak yang menjaga anaknya, dan diceritakanlah kejadiannya. Sang ayah cukup marah, namun serba salah sebab yang melakukannya adalah anak satu satunya sendiri. Namun tetap dia ingin menghukum anaknya sebagai pembelajaran dengan memukul pada bagian tangan kanan yang dipergunakan untuk menggores. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tidak tahu seberapa keras sang ayah memukul dan seberapa kali anak itu dipukul, namun yang jelas anak itu manangis, kesakitan dikala menerima hukuman, dan memohon ampun. Dan berusaha mengulang ucapan ayahnya bahwa dia berjanji tidak mengulang perbuatan ini lagi. Sampai anak ini mengulang berkali pernyataan penyesalannya baru sang ayah menghentikan pukulannya di tangan anaknya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Akibat dari hukuman ayahnya ini, akhirnya anak ini lebih banyak diam. Sang ayah dan ibu mengira hal ini bentuk penyesalan dari anaknya. Namun mendadak selang 1 hari dari kejadian itu anaknya medadak panas, dan berteriak "sakit....sakit...ayah tangan aku sakit ...., aku janji gak ngulangin lagi..." Saat itu sang ayah dan ibu hanya menenangkan anak itu. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sampai akhirnya anak itu diperiksa dibawa ke Rumah Sakit dan diperiksa. Dari hasil pemeriksaan dokter, ternyata terjadi pendarahan dalam pada tangan anaknya akibat beturan keras, yang karena tidak ditangani langsung terjadi pembusukan. Agar pembusukan itu tidak menyebar jalan satu satunya harus diamputasi, pada pergelangan tangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat setelah anak itu diamputasi dan menyadari jika telapak tangannya hilang, dia hanya berkata "Ayah, balikin tangan aku, aku janji gak akan mengulang lagi..aku janji ayah..."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hanya kalimat itulah yang dilontarkan sang anak, dan sang ayah hanya memeluknya sambil manangis, serta berucap "maafkan ayah.....sayang"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Saya yakin pada kisah di atas banyak sekali pembelajarannya, yang mungkin pada setiap pembaca akan berbeda-beda. Namun saya berusaha mengambil intinya yaitu janganlah berlebihan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jangan berlebihan dalam bentuk apapun, baik itu yang bersifat baik ataupun buruk. Sebab jika sesuatu itu berlebihan pengarunya akan buruk, walaupun hal yang berlebihan itu adalah baik menurut kita.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Copas From post mr. Purwaning Baskoro at KOSTER&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4754237644906456057-2367755800827142347?l=oidamus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4754237644906456057/posts/default/2367755800827142347'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4754237644906456057/posts/default/2367755800827142347'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://oidamus.blogspot.com/2010/01/ayah-kembalikan-tangan-ku.html' title='Ayah Kembalikan Tangan ku............'/><author><name>oidamus</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S6c0WLlnYgI/AAAAAAAAAIw/_z6zXol9sZw/S220/obit.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S1-wyAwmDKI/AAAAAAAAAFU/dAuAGZIAoB4/s72-c/ibu+dan+anak.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4754237644906456057.post-2235204597396344254</id><published>2009-12-29T09:34:00.002+08:00</published><updated>2009-12-29T10:13:56.711+08:00</updated><title type='text'>DTi......</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/SzliPD1iYkI/AAAAAAAAAFM/zvuy_aUAdvw/s1600-h/heart+4+u.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 214px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/SzliPD1iYkI/AAAAAAAAAFM/zvuy_aUAdvw/s320/heart+4+u.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5420471637384520258" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;for your eyes only.....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4754237644906456057-2235204597396344254?l=oidamus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4754237644906456057/posts/default/2235204597396344254'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4754237644906456057/posts/default/2235204597396344254'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://oidamus.blogspot.com/2009/12/dti.html' title='DTi......'/><author><name>oidamus</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S6c0WLlnYgI/AAAAAAAAAIw/_z6zXol9sZw/S220/obit.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/SzliPD1iYkI/AAAAAAAAAFM/zvuy_aUAdvw/s72-c/heart+4+u.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4754237644906456057.post-7512872445219778167</id><published>2009-12-19T09:56:00.004+08:00</published><updated>2009-12-19T10:19:23.804+08:00</updated><title type='text'>Cinta itu butuh kesabaran...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/SywzOM3N2KI/AAAAAAAAAFE/hjPxTL2U-8w/s1600-h/Woman+For+a+Man.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 210px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/SywzOM3N2KI/AAAAAAAAAFE/hjPxTL2U-8w/s320/Woman+For+a+Man.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5416760770883868834" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CADMINI%7E1.PTG%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Helv; 	panose-1:2 11 6 4 2 2 2 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:Arial; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-font-family:Helv; 	mso-ansi-language:EN-GB; 	mso-fareast-language:EN-GB;} @page Section1 	{size:595.45pt 841.7pt; 	margin:18.0pt 30.45pt 9.0pt 25.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"   &gt;Sampai dimanakah kita harus bersabar menanti cinta kita ???&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"   &gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"   &gt;Hari itu,,,aku dengan nya berkomitmen untuk menjaga cinta kita..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"   &gt;Aku menjadi perempuan yg paling bahagia.....&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"   &gt;Pernikahan kami sederhana tapi sangat meriah.....&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"   &gt;Ia menjadi pria yang sangat romantisan pada waktu itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"   &gt;Menikah dengan seorang pria yang shaleh, pintar, tampan &amp;amp; mapan pula&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"   &gt;Ketika kami pacaran dia sudah sukses dalam karir nya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"   &gt;Kami berbulan madu di tanah suci,,itu janjinya ketika kami berpacaran&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"   &gt;Setelah menikah aku mengajaknya untuk umroh ke tanah suci....&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"   &gt;Aku sangat bahagia dengan nya,,dia sangat memanjakan aku.... Sangat terlihat rasa cinta dan sayangnya pada ku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"   &gt;Banyak orang yang bilang,kami pasangan yang serasi. Sangat terlihat sekali bagaimana suamiku memanjakanku. Aku bahagia menikah dengannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"   &gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"   &gt;5 Tahun sudah kami menikah, sangat tak terasa waktu berjalan, walaupun kami hanya berdua saja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"   &gt;Karena sampai saat ini aku belum bisa memberikannya seorang malaikat kecil di tengah keharmonisan rumah tangga kami.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"   &gt;Karena dia anak lelaki satu - satunya dalam keluarga nya,,jadi aku harus berusaha untuk dapat meneruskan generasi nya...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"   &gt;Alhamdulillah suamiku mendukung ku.... Ia mengaggap Allah belum mempercayai kami untuk menjaga titipan NYA.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"   &gt;Tapi keluarga nya mulai resah,, Dari awal kami menikah ibu &amp;amp; adiknya tidak menyukaiku,, aku sering mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan dari mereka,,tapi aku menutupi dari suami ku.....&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"   &gt;didepan suami ku,,mereka sangat baik pada ku,,tapi dibelakang suami ku,,aku dihina - hina oleh mereka...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"   &gt;Pernah suatu ketika, 1 tahun usia pernikahan kami, suamiku mengalami kecelakaan,, , mobilnya hancur&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"   &gt;Alhamdulillah suami ku selamat dari maut yang hampir membuat ku menjadi seorang janda.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"   &gt;Ia dirawat dirumah sakit,,pada saat dia belum sadarkan diri,,aku selalu menemaninya siang &amp;amp; malam, kubacakan ayat - ayat suci Al - Qur'an,aku sibuk bolak - balik rumah sakit dan tempat aku melakukan aktivitas sosialku, aku sibuk mengurus suamiku yang sakit karena kecelakaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"   &gt;Ketika aku kembali ke rumah sakit setelah dari rumah kami,,aku melihat didalam kamarnya ada ibu, adik - adiknya dan teman - teman suamiku, dan satu lagi aku melilhat seorang wanita yg sangat akrab dengan ibunya. Mereka tertawa menghibur suamiku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"   &gt;Alhamdulillah suamiku ternyata sudah sadar, aku menangis ketika melihat suami ku sudah sadar,,tapi aku tak boleh sedih di depannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"   &gt;Kubuka pintu yg tertutup rapat itu,sambil mengatakan "Assalammu'alaikum" mereka menjawab salam ku. Aku berdiam sejenak di depan pintu dan mereka semua melihatku,,, suamiku menatapku penuh manja,,mungkin ia kangen padaku karena sudah 5 hari mata nya selalu tertutup. Tangannya melambai,,mengisyaratkan aku untuk memegang tangannya yg erat. Setelah aku menghampirinya, ku cium tangannya sambil berkata "Assalammu'alaikum" , ia pun menjawab salam ku dengan suaranya yg lirih tapi penuh dengan cinta. Aku pun senyum melihat wajahnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"   &gt;Ibu nya lalu berbicara sama aku ...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="DE"&gt;"Fis, kenalakan ini Desi teman Fikri"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="DE"&gt;Aku teringat cerita dari suamiku bahwa teman baiknya pernah mencintainya, perempuan itu bernama Desi, dan dia sangat akrab dengan keluarga suamiku. Dan akhirnya aku bertemu dengan orangnya juga.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="DE"&gt;Aku pun langsung berjabat tangan dengannya, tak banyak aku bicara di dalam ruangan,,aku tak mengerti apa yg mereka bicarakan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="DE"&gt;Aku sibuk membersihkan &amp;amp; mengobati luka - luka di kepala suamiku,,,baru sebentar aku membersihkan mukanya,,tiba - tiba adik ipar ku yg bernama Dian mengajakku keluar,ia minta ditemani ke kantin. Dan suamiku pun mengijinkannya. Aku pun menemaninya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="DE"&gt;Tapi ketika di luar adik ipar ku berkata " lebih baik kau pulang saja " Ada kami yg menjaga abang disini. Kau istirahat saja. "&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="DE"&gt;Aku pun tak diperbolehkan berpamitan dengan suamiku dengan alasan abang harus banyak beristirahat, karena sikologisnya masih labil,, Aku berdebat dengannya mengapa aku tidak boleh pamitan pada suamiku, tapi tiba - tiba ibu mertuaku datang menghampiriku dan ia mengatakan hal yg sama, ia akan memberi alasan pada suamiku mengapa aku pulang tak pamitan pada nya, toh suamiku selalu menurut apa kata ibunya, baik ibunya salah suamiku tetap saja membenarkannya, akhirnya aku pun pergi meninggalkan rumah sakit itu dengan linangan air mata. Sejak saat itu aku tidak pernah diijinkan menjenguk suamiku sampai ia kembali dari rumah sakit. Dan aku hanya bisa menangis dlm kesendirianku. Menangis mengapa mereka sangat membenciku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="DE"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="DE"&gt;Hari itu, aku menangis tanpa sebab, yang ada di benakku aku takut kehilangannya, aku takut cintanya dibagi denagn yang lain. Pagi itu, pada saat aku membersihakn pekarang rumah kami, suamiku memanggil ku ke taman belakang, ia baru aja selesai sarapan, ia mengajakku duduk di ayunan favorit kami, sambil melihat ikan - ikan yang bertaburan di kolam air mancur itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="PT-BR"&gt;Aku bertanya " Ada apa kamu memanggil ku ?"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="PT-BR"&gt;Ia berkata " Besok aku akan menjenguk keluargaku di Sabang "&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="PT-BR"&gt;Aku menjawab " Ia sayang aku tahu, aku sudah mengemasi barang - barang kamu di travel bag dan kamu sudah pegang tiket bukan ?"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="PT-BR"&gt;"Ya tapi aku tak akan lama disana, cuma 3 minggu aku disana, aku juga sdh lama tidak bertemu dengan keluarga besarku sejak kita menikah dan aku kan pulang dengan mama ku " Jawab nya tegas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="PT-BR"&gt;"Mengapa baru bicara, aku pikir hanya seminggu saja kamu disana ?" tanya ku balik kepada nya penuh dengan rasa penasaran dan sedikit rasa kecewa karena ia baru memberitahu rencana kepulanggannya itu, padahal aku bersusah payah mencarikan tiket pesawat untuknya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="PT-BR"&gt;" Mama minta aku yang menemani nya saat pulang nanti " jawab nya tegas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="PT-BR"&gt;" Sekarang aku ingin seharian dengan kamu, karena nanti kita 3 minggu tidak bertemu, ya kan ?" lanjut nya lagi sambil memeluk ku dan mencium keningku. Hatiku sedih, dengan keputusannya, tapi tak boleh aku tunjukkan pada nya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="PT-BR"&gt;Bahagianya aku, dimanja dengan suami yang penuh dengan rasa sayang &amp;amp; cintanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="DE"&gt;Walau terkadang ia bersikap kurang adil terhadapku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="DE"&gt;Aku hanya bisa tersenyum saja, padahal aku ingin bersama suamiku, tapi karena keluarga nya tidak menyukaiku hanya karena mereka cemburu pada ku karena suamiku sangat sayang pada ku, aku memutuskan agar ia saja yg pergi, dan kami juga harus berhemat dalam pengeluaran anggaran rumah tangga kami.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="DE"&gt;Karena ini acara sakral bagi keluarganya. Jadi seluruh keluarga nya harus komplit, aku pun tak diperdulikan oleh keluarganya harus datang atau tidak, tidak hadir justru membuat mereka sangat senang, aku pun tak mau membuat riuh keluarga ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="DE"&gt;Malam sebelum kepergiannya, aku menangis sambil membereskan keperluannya yang akan dibawa ke Sabang, ia menatapku dan menghapus airmata yang jatuh dipipiku lalu aku peluk erat dirinya, hati ini bergumam seakan terjadi sesuatu,,tapi aku tidak tahu apa yang akan terjadi. Aku hanya bisa menangis karena akan ditinggal pergi olehnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="DE"&gt;Aku tidak pernah di tinggal pergi selama ini, karena kami selalu bersama - sama kemana pun ia pergi..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="DE"&gt;Apa mungkin aku sedih karena aku sendirian tidak punya teman, hanya pembantu saja teman ngobrolku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="IT"&gt;Hati ini sedih akan di tinggal pergi oleh nya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="IT"&gt;Sampai keesokan hari nya, aku menangis...menangisi kepergiannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="IT"&gt;Aku tak tahu mengapa sesedih ini, perasaanku tak enak, tapi aku tak boleh berburuk sangka. Aku harus percaya apada suamiku. Dia pasti akan selalu menelpon ku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;br /&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="IT"&gt;Berjauhan dengan suamiku, sangat tidak nyaman, aku merasa sendiri. Untunglah aku mempunyai kesibukan sebagai seorang aktivis, jadi aku tak terlalu kesepian di tinggal pergi ke Sabang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="IT"&gt;Saat kami berhubungan jarak jauh, komunikasi kami buruk,saat ia di sana aku pun jatuh sakit...rahimku sakit sekali seperti dililit oleh tali,,,tak tahan aku menhan rasa sakit dirahimku ini,sampai - sampai aku mengalami pendarahan,, aku dilarikan ke rumah sakit oleh adik laki - lakiku yang kebetulan menemaniku disana. Dokter memvonis aku terkena kanker mulut rahim stdium 3.... Aku menangis,,apa yang bisa aku banggakan lagi,,mertuaku akan semakin menghinaku,, ,suami ku yang malang ,,yang berharap akan punya keturunan dari rahimku... Aku tak bisa memberikannya keturunan. Dan aku hanya memeluk adikku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="IT"&gt;Aku kangen pada suamiku, aku menunggu ia pulang,,kapan ia pulang, aku tak tahu..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="IT"&gt;Sementara suamiku disana,,aku tidak tahu mengapa ia selalu marah - marah jika menelponku,, bagaimana aku akan cerita kondisiku jika ia selalu marah - marah terhadapku,,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="IT"&gt;Lebih baik aku tutupi dulu,,dan aku juga tak mau membuatnya khawatir selama ia berada di Sabang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="IT"&gt;Lebih baik nanti saja ketika ia sudah pulang dari Sabang, aku akan cerita pada nya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="IT"&gt;Setiap hari aku menanti suami ku pulang, hari demi hari aku hitung....&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="IT"&gt;Sudah 3 minggu suamiku di Sabang, malam itu ketika aku sedang melihat foto - f oto kami, ponselku berbunyi, menandakan ada sms yang masuk.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="IT"&gt;Ku buka di inbox ponselku, ternayta dari suamiku yang sms, ia menulis "aku sudah beli tiket untuk pulang, aku pulang nya satu hari lagi, aku aku kabarin lagi".&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="IT"&gt;Hanya itu saja yang diinfokannya, aku ingin marah, tapi aku pendam saja ego yang tidak baik ini. Hari yg aku tunggu pun tiba,,aku menantinya di rumah. Sebagai seorang istri, aku pun berdandan yang cantik dan memakai parfum kesukaannya untuk menyambut suamiku pulang, dan aku akan menyelesaikan masalah komunikasi kami yg buruk akhir - akhir ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="IT"&gt;Bel pun berbunyi, kubuka kan pintu untuknya ia pun mengucap salam, sebelum masuk aku pegang tangannya ke depan teras, ia tetap berdiri, aku membungkuk untuk melepaskan sepatu, kaos kaki dan ku cuci kedua kakinya, aku tak mw ada syaithan yang masuk ke dalam rumah kami, setelah itu aku pun berdiri langsung mencium tangannya tapi apa reaksi nya ...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="IT"&gt;Masya Allah ia tidak mencium keningku, ia langsung naik keatas, ia langsung mandi dan tidur,tanpa bertanya kabarku..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="IT"&gt;Aku hanya berpikiran, mungkin dia capek. Aku pun segera merapikan bawaan nya sampai aku pun tertidur. Malam menunjukkan 1/3 malam, mengingatkan aku pada tempat mengadu yaitu Allah, Sang Maha Pencipta.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="IT"&gt;Biasa nya kami selalu berjama'ah, tapi karena melihat nya tidur sangat pulas, aku tak tega membangun kannya, aku helus mukanya, aku cium kening nya, lalu aku sholat tahajud 8 rakaat plus witir 3 raka'at.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;br /&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="IT"&gt;Aku mendengar suara mobinya, aku terbangun lalu aku liat dia dari balkon kamar kami dia bersiap - siap untuk pergi, aku memanggil nya tapi ia tak mendengar, lalu aku langsung ambil jilbabku, aku lari dari atas ke bawah tanpa memperdulikan darah yg bercecer dari rahimku, aku mengejarnya tapi ia begitu cepat pergi,,ada apa dengan suamiku...mengapa ia sangat aneh terhadapku ?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="PT-BR"&gt;Aku tidak bisa diam begitu saja firasatku ada sesuatu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="PT-BR"&gt;Saat itu juga aku langsung menelpon kerumah mertuaku, kebetulan Dian yang angkat telpon nya, aku bercerita dan aku bertanya apa yang terjadi dengan suamiku. Dengan enteng ia menjawab "Loe pikir aja sendiri !!!" telpon pun langsung terputus.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="PT-BR"&gt;Ada apa ini ? &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;Tanya hatiku penuh dalam kecemasan. Mengapa suamiku berubah setelah ia pulang dari kota kelahirannya. Mengapa ia tak mau berbicara padaku, apalagi memanjakan ku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;Semakin hari ia menjadi orang yang pendiam, seakan ia telah melepas tanggung jawabnya sebagai seorang suami, kami berbicara seperlunya saja, aku selalu di introgasinya, aku dari mana dan mengapa pulang terlambat, ia bertanya dengan nada yg keras, suamiku telah berubah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;Bahkan yang membuat ku kaget, aku pernah di tuduh nya berzina dengan mantan pacarku. Ingin rasanya aku menampar suamiku yang telah menuduhku serendah itu, tapi aku selalu ingat, sebagaimana pun salahnya seorang suami, status suami tetap di atas para istri, itu yang aku pegang, aku hanya berdo'a agar suamiku sadar akan prilakunya. *******&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;2 Tahun berlalu, suamiku tak berubah juga, aku menangis tiap malam, lelah menanti seperti ini, kami seperti orang asing yang baru saja kenal, kemesraan yang kami ciptakan dulu telah sirna, walaupun kondisinya tetap seperti itu, aku tetap merawatnya &amp;amp; menyiapi segala yang ia perlukan. Penyakitku pun masih aku simpan dengan baik dan ia tak pernah bertanya obat apa yang aku minum. Kebahagiaan ku telah sirna, harapan menjadi ibu pun telah aku pendam. Aku tak tahu kapan ini semua akan berakhir. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;Bersyukurlah, aku punya penghasilan sendiri dari aktifitasku sebagai seorang guru ngaji jadi aku tak perlu repot - repot meminta uang pada nya hanya untuk pengobatan kankerku. Aku pun hanya berobat semampuku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;Sungguh suami yang dulu aku puja, aku banggakan sekarang telah menjadi orang asing, setiap aku tanya ia selalu meyuruhku untuk berpikir sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="PT-BR"&gt;Tiba - tiba saja malam itu, setelah makan malam selesai, suamiku memanggilku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;"ya ada apa Yah !" sahutku dengan memanggil nama kesayangannya "Ayah"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;"Lusa kita siap - siap ke Sabang ya !" Jawabnya tegas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;" Ada apa ?" Mengapa ?" sahutku penuh dengan keheranan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;Astaghfirullah. ..suami ku yang dulu lembut menjadi kasar, dia membentakku,, tak ada lagi diskusi anatara kami.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;Dia mengatakan " Kau ikut saja jgn byk tanya !!! "&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;Aku pun lalu mengemasi barang - barang yang akan dibawa ke Sabang sambil menangis,sedih karena suamiku yang tak ku kenal lagi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;2 Tahun pacaran, 5 tahun kami menikah dan sudah 2 tahun pula ia menjadi orang asing buat ku. Ku lihat kamar kami yg dulu hangat penuh cinta yang dihiasi foto pernikahan kami sekarang menjadi dingin, sangat dingin dari batu es. Aku menangis dengan kebingungan ini. Ingin rasanya aku berontak tapi aku tak bisa, suamiku tak suka dengan wanita yang kasar, ngomong dengan nada tinggi, suka membanting barang - barang, dia bilang perbuatan itu menunjukkan ketidakhormatan kepadanya. Aku hanya bisa bersabar menantinya bicara dan sabar mengobati penyakitku ini sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;Kami telah sampai di Sabang, aku masih merasa lelah karena semalaman aku tidak tidur, karena terus berpikir. Keluarga besar nya telah berkumpul disana, termasuk ibu &amp;amp; adik - adiknya, aku tidak tahu ada acara apa ini.. Aku dan suamiku pun masuk ke kamar kami. Suamiku tak betah didalam kamar tua itu, ia pun keluar bergabung dengan keluarga besarnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;Baru saja aku membongkar koper kami dan ingin memasukkannya ke dlm lemari tua yg berada di dekat pintu kamar, lemari tua itu telah ada sebelum suamiku lahir.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;Tiba - tiba Tante Lia, tante yang sangat baik pada ku memanggil ku untuk segera berkumpul diruang tangah, aku pun ke ruang keluarga yag berada di tengah rumah besar itu, rumah zaman peninggalan belanda diaman langit - langit nya lebih dari 4 meter. aku duduk disamping suamiku, suamiku menunduk penuh dengan kebisuan, aku tak berani bertanya pada nya, tiba - tiba saja neneknya, orang yang dianggap paling tua dan paling berhak atas semuanya membuka pembicaraan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;"Baiklah,karena kalian telah berkumpul, nenek ingin bicara dengan kau Fisha ! " Nenek nya bicara sangat tegas.. Dengan sorot mata yang tajam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;" Ada apa ya Nek ?" sahutku dengan penuh tanya..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;Nenek pun menjawab " Kau telah gabung dengan keluarga kami hampir 8 tahun, sampai saat ini kami tak melihat tanda - tanda kehamilan yang sempurna, sebab selama ini kau selalu keguguran !!'&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;Aku menangis, untuk inikah aku diundang ke mari, untuk dihina atau di pisahkan dengan suamiku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;"Sebenarnya kami sudah punya calon untuk Fikri, dari dulu, sebelum kau menikah dengannya, tapi Fikri anak yang keras kepala, tak mau di atur, dan akhirnya menikahlah ia dengan kau." Neneknya berbicara sangat lantang, mungkin logat orang Sabang seperti itu semua.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;Aku hanya bisa tersenyum dan melihat wajah suamiku yang kosong matanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;"Dan aku dengar dari ibu mertua mu kau pun sudah berkenalan dengannya" Neneknya masih melanjutkan pembicaraan itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;Sedangkan suamikku hanya diam saja, tapi aku lihat air matanya. Ingin aku peluk suamiku agar ia kuat dengan semua ini, tapi aku tak punya keberanian.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;Nenek nya masih saja berbicara panjang lebar dan yang terakhir dari pembicaraannya ialah dengan wajah yang sangat menantang ia berkata " kau mau nya gimana ? kau di madu atau diceraikan ?"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;Masya Allah...... kuat kan hati ini, aku ingin jatuh pingsan, hati ini seakan remuk mendengar nya, hancur hati ku, mengapa keluarganya bersikap seperti ini terhadapku..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;Aku selalu menutupi masalah ini dari kedua orang tuaku yang tinggal di pulau kayu tersebut, mereka mengira aku sangat bahagia 2 tahun belakangan ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;"Fish, jawab !! " Dengan tegas Ibunya langsung memintaku untuk menjawab&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;Aku langsung memegang tangan suamiku, dengan tangan yang dingin dan gemetar aku menjawab dengan tegas....... ..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;" Walaupun aku tidak bisa berdiskusi dulu dengan imamku, tapi aku dapat berdiskusi dengannya melalui bathiniah, untuk kebaikan dan masa depan keluarga ini, aku akan menyambut baik seorang wanita baru dirumah kami."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;Itu yang aku jawab, dengan kata lain aku rela cinta ku di bagi, pada saat itu juga suami ku memandangku dengan tetesan air mata, tapi mata ku tak sedikit pun menetes di hadapan mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;Aku lalu bertanya kepada suami ku, "Ayah siapakah yang akan menjadi sahabat ku dirumah kita nanti Yah ? "&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;Suamiku menjawab " Dia Desi ! "&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;Aku pun langsung menarik napas dan langsung berbicara " Kapan pernikahan nya berlangsung ? Apa yang harus saya siapkan dalam pernikahan ini Nek ?"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;Ayah mertuaku menjawab "Pernikahannya 2 minggu lagi."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;" Baiklah kalo begitu saya akan menelpon pembantu di rumah, untuk menyuruh nya mengurus KK kami ke kelurahan besok" setelah berbicara seperti itu aku permisi untuk pamit ke kamar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;Tak tahan lagi, air mata ini akan turun, aku berjalan sangat cepat, aku buka pintu kamar, aku langsung duduk di tempat tidur. Ingin berteriak, tapi aku sendiri disini. Tak kuat rasanya menerima hal ini, cintaku telah dibagi,,sakit. ..diiringi akutnya penyakitku. Apakah karena ini suamiku menjadi orang yang asing selama 2 tahun belakangan ini ?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;Aku berjalan menuju ke meja rias, ku buka jilbabku, aku bercermin sudah tidak cantikkah aku ini, ku ambil sisirku, aku menyisiri rambutku yang setiap hari rontok, ku lihat wajahku,,ternyata aku memang sudah tidak cantik lagi, rambutku sudah hampir habis, kepalaku sudah botak dibagian tengahnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;Tiba - tiba pintu kamar ini terbuka, ternyata suami ku datang, ia berdiri dibelakangku, ,tak kuhapus air mata ini aku langsung memandangnya dari cermin meja rias itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;Kami diam sejenak, lalu aku mulai pembicaraan "terimah kasih ayah, kamu memberi sahabat kepada ku, jadi aku tak perlu sedih lagi saat ditinggal pergi kamu nanti ! iya kan ?"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;Suami ku mengangguk sambil melihat kepalaku tapi tak sedikitpun ia tersenyum dan bertanya knp rambutku rontok, dia hanya mengatakan jangan salah memakai shampo, dalam hati ku mengapa ia sangat cuek ? ia sudah tak memanjakan ku lagi.. Lalu dia bilang bilang "sudah malam, kita istirahat yuk " !&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;"Aku sholat isya dulu baru aku tidur" jawab ku tenang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;Dalam sholat, dalam tidur aku menangis, ku hitung waktu, kapan aku akan berbagi suami dengannya. Aku pun ikut sibuk mengurusi pernikahan suamiku. Aku tak tahu kalo Desi orang Sabang juga.. Sudahlah ini mungkin takdirku. Aku ingin suamiku kembali seperti dulu, yang sangat memanjakan aku, diamana rasa sayang dan cintanya itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;Malam sebelum hari pernikahan suamiku, aku menulis curahan hatiku di laptopku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;Di laptop aku menulis saat - saat terakhirku melihat suamiku, aku marah pada suamiku yang telah menelantarkanku. Aku menangis melihat suamiku yang tidur pulas, apa salahku sampai ia berlaku kejam kepada ku. Aku save di my document yang bertitle "Aku mencintaimu Suamiku "&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;Hari pernikahan telah tiba, aku telah siap, tapi aku tak sanggup untuk keluar, aku berdiri didekat jendela, aku melihat matahari, mungkin aku takkan bisa melihat sinarnya lagi. Aku berdiri sangat lama,, lalu suamiku yang telah siap dengan pakaian pengantinnya masuk dan berbicara padaku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;"Apakah kamu sudah siap ?"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;Kuhapus airmata yang menetes diwajahku sambil berkata :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;"Nanti jika ia telah sah jadi istrimu, ketika kamu membawa ia masuk ke dalam rumah ini, cucilah kaki nya sebagaimana kamu mencuci kaki ku dulu, lalu ketika kalian masuk ke dalam kamar pengantin bacakan do'a di ubun - ubunya sebagaimana yang kamu lakukan pada ku dulu lalu setelah itu....." tak sanggup aku ingin meneruskan pembicaraan ini, aku ingin menagis meledak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;Tiba - tiba suamiku menjawab "lalu apa Bunda ?"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;Aku kaget mendengar kata itu, yang tadinya aku menunduk,aku langsung menatapnya dengan mata yang berbinar - binar...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;"bisa kamu ulangi apa yang kamu ucapkan barusan ?" pinta ku tuk menyakini bahwa kuping ini tidak salah mendengar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;Dia mengangguk dan berkata " Baik bunda akan ayah ulangi, lalu apa bunda ?" sambil ia menghelus wajah dan menghapus airmataku, dia agak sidikit membungkuk karena dia sangat tinggi, aku hanya sedada nya saja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;Dia tersenyum, sambil berkata " Kita liat saja nanti ya !" dia memelukku dan berkata, "bunda adalah wanita yang paling kuat yang ayah temui selain mama" lalu ia mencium keningku, aku langsung memeluk nya erat dan berkata " Ayah, apakah ini akan segera berakhir ? Ayah kemana saja ? Mengapa ayah berubah ? Aku kangen sama ayah ? &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="DE"&gt;Aku kangen belaian kasih sayang ayah ? Aku kangen dengan manjanya ayah ? Aku kesepian ayah ? Dan satu hal lagi yang harus ayah tau bahwa aku tidak pernah berzinah ! Dulu waktu awal kita pacaran,aku memang belum bisa melupakannya, setelah 4 bulan bersama ayah baru bisa aku terima, jika yang dihadapanku itu adalah lelaki yang aku cari." Bukan bearti aku pernah berzina ayah. Aku langsung bersujud di kakinya dan muncium kaki imamku sambil berkata " Aku minta maaf ayah telah membuatmu susah"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="DE"&gt;Saat itu juga, diangkatnya badanku,ia hanya menangis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="PT-BR"&gt;Ia memelukku sangat lama, 2 tahun aku menanti dirinya kembali.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="PT-BR"&gt;Tiba - tiba perutku sakit, ia menyadari bahwa ada yang tidak beres dengan ku, dan ia bertanya " bunda baik - baik saja kan " tanya nya dengan penuh khawatir.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="PT-BR"&gt;"aku pun menjawab, bisa memeluk dan melihat kamu kembali seperti dulu itu sudah membuatku baik Yah" aku tak bisa bicara sekarang. Karena dia akan menikah. Aku tak mau buat dia khawatir. Dia harus khusyu menjalani acara prosesi akad nikah tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="PT-BR"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="PT-BR"&gt;Setelah tiba dimasjid, ijab qabul pun dimulai. Aku duduk di sebrang suamiku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="PT-BR"&gt;Aku melihat suamiku duduk berdampingan dengan perempuan itu membuat hati ini cemburu, ingin berteriak mengatakn "Ayah Jangan" tapi aku ingat akan kondisi ku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="PT-BR"&gt;Jantung ini berdebar kencang, ketika mendengar ijab qabul tersebut. Begitu ijab qabul selesai, aku menarik napas panjang, Tante Lia, tante yang baik itu, memelukku. Dalam hati aku berusaha untuk menguatkan hati ini, ya,,aku kuat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="PT-BR"&gt;Tak sanggup aku melihat mereka duduk bersanding di pelaminan. Orang - orang yang hadir di acara resepsi itu iba melihatku, mereka melihatku sangat aneh, wajahku yang selalu tersenyum tapi hatiku menangis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="PT-BR"&gt;Sampai dirumah, suamiku langsung masuk ke dalam rumah begitu saja, tak mencuci kaki nya. Aku sangat heran dengan prilaku nya. Apa iya, dia tidak suka dengan pernikahan ini ?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="PT-BR"&gt;Sementara itu Desi sambut hangat di dalam keluarga suamiku,tak seperti aku yang di musuhinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="PT-BR"&gt;Malam ini aku tak bisa tidur, bagaimana bisa !! Suamiku akan tidur dengan perempuan yang sangat aku cemburui. Aku tak tau apa yang mereka lakukan didalam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="PT-BR"&gt;1/3 malam, pada saat aku ingin sholat lail aku keluar untuk berwudhu, aku melihat ada lelaki yang mirip suamiku tidur disofa ruang tengah, ku dekati lalu ku lihat.... Masya Allah, suamiku tak tidur dengannya,ia tidur disofa, aku duduk disofa itu sambil menghelus mukanya yang lelah, tiba - tiba ia memegang tangan kiriku, tentu saja aku kaget.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="PT-BR"&gt;"kamu datang ke sini, aku pun tau " ia langsung berkata seperti itu, aku tersenyum dan megajaknya sholat lail. Setelah sholat lail, ia mengatakan "maafkan aku, aku tak boleh menyakitimu, kamu menderita karena ego nya aku. Besok kita pulang ke Jakarta , biar Desi pulang dengan mama,papa Dan juga adik - adikku"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="PT-BR"&gt;Aku menatapnya dengan penuh keheranan. Tapi ia langsung mengajakku untuk istirahat. Saat tidur ia memelukku sangat erat. Aku tersenyum saja, sudah lama ini tidak terjadi. Ya Allah, apakah Engkau akan menyuruh malaikat maut untuk mengambil nyawaku sekarang ini, aku telah meresakan kehadirannya saat ini. Tapi masih bisakah engaku ijinkan aku untuk merasakan kehangatan dari suamiku yang telah hilang selama 2 tahun ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="DE"&gt;Suamiku berbisik, "Bunda kok kurus ?"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="DE"&gt;Aku menangis dalam kebisuan. Pelukannya masih bisa aku rasakan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="DE"&gt;Aku pun berkata "Ayah kenapa tidak tidur dengan Desi ?"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="DE"&gt;" Aku kangen sama kamu Bunda " Aku tak mau menyakitimu lagi, kamu sudah terluka oleh sikapku yang egois" Dengan lembut suamiku menjawab seperti itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="DE"&gt;Lalu suamiku berkata, " Bun, ayah minta maaf telah menelantarkan bunda... Selama ayah di Sabang, ayah dengar kalo bunda tidak tulus mencintai ayah, bunda seperti mengejar sesuatu, seperti harta ayah, dan satu lagi ayah pernah melihat sms bunda dengan mantan pacar bunda dimana isinya klo bunda gk mw berbuat seperti itu, dan seperti itu di beri tanda kutip ( "seperti itu" ), ayah ingin ngomong tapi takut bunda tersinggung, dan ayah berpikir klo bunda pernah tidur dengannya sebelum bunda bertemu ayah, terus ayah dimarahi oleh keluarga ayah karena ayah terlalu memanjakan bunda "&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="DE"&gt;Hati ini sakit ketika difitnah oleh suamiku, ketika tidak ada kepercayaan didirinya, hanya karena omongan keluarganya, yang tidak pernah melihat betapa tulusnya aku mencintai pasangan seumur hidupku ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="DE"&gt;Aku hanya menjawab "Aku sudah ceritakan itu kan Yah, aku tidak pernah berzinah, dan aku mencintaimu setulus hatiku, jika aku hanya mengejar hartamu, mengapa kamu, banyak lelaki yang lebih mapan darimu waktu itu Yah. Jika aku hanya mengejar hartamu, aku tak mungkin setiap hari menangis karena menderita mencintaimu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;Entah aku harus bahagia atau aku harus sedih karena sahabatku sendirian di kamar pengantin itu. Malam itu, aku menyelesaikan masalahku dengan suamiku dan berusaha memaafkannya beserta sikap keluaraganya juga. Karna aku tak mau mati dalam hati yang penuh denagn rasa benci.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;br /&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;Keesokan harinya..... .....&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;Ketika aku ingin bangun untuk mengambil wudhu, kepalaku pusing, rahimku sakit sekali..aku pendarahan.. suamiku kaget...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;Suamiku kaget bukan main, ia langsung menggendongku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;Aku pun dilarikan ke rumah sakit....&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;Jauh sekali aku mendengar suara zikir suamiku.....&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;Aku merasakan tanganku basah...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;Ketika kubuka mata ini, kulihat wajah suamiku penuh dengan rasa kekhawatiran.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="PT-BR"&gt;Ia menggenggam tanganku dengan erat.. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;Dan mengatakan " Bunda,,Ayah minta maaf ,,,,!!"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;Berapa kali ia mengucapkan hal itu. Dalam hati ku, apa ia tahu apa yang terjadi padaku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;Aku berkata dengan suara yang lirih " Yah....Bunda ingin pulang,,bunda ingin bertemu kedua orang tua bunda, anterin bunda kesana ya Yah...."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="DE"&gt;"Ayah jangan berubah lagi ya !!! Janji ya Yah... !!! Bunda sayang banget sama Ayah "&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="DE"&gt;Tiba - tiba saja kakiku sakit sangat sakit, sakit nya semakin keatas, kakiku sudah tak bisa bergerak lagi, aku tak kuat lagi memegang tangan suamiku, kulihat wajahnya yang tampan, linangan air matanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="DE"&gt;Sebelum mata ini tertutup ku lafazkan kalimat syahadat dan ditutup denagn kalimat tahlil.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;br /&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="DE"&gt;Aku bahagia melihat suamiku punya pengganti diriku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="DE"&gt;Aku bahagia selalu melayaninya dalam suka dan duka,,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="DE"&gt;Menemaninya dalam ketika ia mengalami kesulitan dari kami pacaran samapai kami menikah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="PT-BR"&gt;Aku bahagia bersuamikan dia. Dia adalah nafas ku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="PT-BR"&gt;Untuk Ibu mertuaku : "Maafkan aku telah hadir didalam kehidupan anakmu sampai aku hidup didalam hati anakmu, ketahuilah Ma, dari dulu aku selalu berdo'a agar Mama merestui hubungan kami. Mengapa engkau fitnah diriku didepan suamiku, apa engkau punya bukti nya Ma. Mengapa engkau sangat cemburu padaku Ma ? Fikri tetap milikmu Ma, aku tak pernah menyuruhnya untuk durhaka kepadamu, dari dulu aku selalu mengerti apa yang kamu inginkan dari anakmu, tapi mengapa kau benci diriku. Dengan Desi kau sangat baik tetapi dengan ku, menantumu kau bersikap sebaliknya."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="PT-BR"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="PT-BR"&gt;Setelah ku buka laptop,ku baca curhatan istriku &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="PT-BR"&gt;Ayah,,mengapa keluargamu sangat membenciku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;Aku dihina oleh mereka ayah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="ES-TRAD"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="PT-BR"&gt;Mengapa mereka bisa baik terhadapku pada saat ada dirimu ?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="PT-BR"&gt;Pernah suatu ketika, aku bertemu Dian di jalan, aku menegornya karena dia adik iparku tapi aku disambut dengan wajah ketidak sukaannya. Sangat terlihat Ayah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="PT-BR"&gt;Tapi ketika engaku bersamaku, Dian sangat baik, sangat manis dan ia memanggilku dengan panggilan yang sangat menghormatiku. Mengapa seperti itu ayah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="PT-BR"&gt;Aku tak bisa berbicara ttg ini padamu, karen aku tahu kamu pasti membela adikmu, tak ada gunanya Yah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="PT-BR"&gt;Aku diusir dari rumah sakit.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="PT-BR"&gt;Aku tak boleh merawat suamiku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="PT-BR"&gt;Aku cemburu pada Desi yang sangat akrab dengan mertuaku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="PT-BR"&gt;Tiap hari ia datang ke rumah sakit bersama mertuaku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="PT-BR"&gt;Aku sangat marah....&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="PT-BR"&gt;Jika aku membicarakn hal ini pada suamiku, ia akan pasti membela Desi dan ibunya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="PT-BR"&gt;Aku tak mau sakit hati lagi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="DE"&gt;Ya Allah kuatkan aku,,maafkan aku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="DE"&gt;Engkau Maha Adil.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="DE"&gt;Berilah keadilan ini padaku Ya Allah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="DE"&gt;Ayah sudah berubah, ayah sudah tak sayang lagi pada ku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="DE"&gt;Aku berusaha untuk mandiri ayah, aku tak akan bermanja - manja lagi padamu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="DE"&gt;Aku kuat ayah dalam kesakitan ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="DE"&gt;Lihatlah ayah, aku kuat walaupun penyakit kanker ini terus menyerangku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="IT"&gt;Aku bisa melakukan ini semua sendiri ayah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="IT"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="IT"&gt;Besok suamiku akan menikah dengan perempuan itu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="IT"&gt;Perempuan yang aku benci, yang aku cemburui&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="IT"&gt;Tapi aku tak boleh egois, ini untuk kebahagian keluarga suamiku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="IT"&gt;Aku harus sadar diri&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="IT"&gt;Ayah,,sebenarnya aku tak mau diduakan olehmu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="IT"&gt;Mengapa harus Desi yang menjadi sahabatku ?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="IT"&gt;Ayah aku masih tak rela&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="IT"&gt;Tapi aku harus ikhlas menerimanya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="IT"&gt;Pagi nanti suamiku melangsungkan pernikahan keduanya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="IT"&gt;Semoga saja aku masih punya waktu untuk melihatnya tersenyum untukku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="IT"&gt;Aku ingin sekali merasakan kasih sayangnya yang terakhir&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="IT"&gt;Sebelum ajal ini menjemputku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="IT"&gt;Ayah...aku kangen ayah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="IT"&gt;Bunda &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="IT"&gt;Dan kini aku telah membawamu ke orang tuamu Bunda&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="IT"&gt;Aku akan mengunjungimu sebulan sekali bersama Desi ke Pulau Kayu ini&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="IT"&gt;Aku akan selalu membawakanmu bunga mawar yang berwana pink yang mencerminkan keceriaan hatimu yang sakit tertusuk duri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="IT"&gt;Bunda tetap cantik, selalu tersenyum disaat tidur.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="IT"&gt;Bunda akan selalu hidup dihati ayah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="IT"&gt;Bunda... Desi tak sepertimu, yang tidak pernah marah...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="IT"&gt;Desi sangat berbeda denganmu, ia tak pernah membersihkan telingaku, rambutku tak pernah di creambathnya, kakiku pun tak pernah dicucinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="IT"&gt;Ayah menyesal telah menelantarkanmu selama 2 tahun, kamu sakit pun aku tak perduli, dalam kesendirianmu. ...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="IT"&gt;Seandainya Ayah tak menelantarkan Bunda, mungkin ayah masih bisa tidur dengan belaian tangan Bunda yang halus.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="IT"&gt;Sekarang Ayah sadar, bahwa ayah sangat membutuhkan bunda..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="IT"&gt;Bunda,,kamu wanita yang paling tegar yang pernah kutemui.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="IT"&gt;Aku menyesal telah asik dalam keegoanku..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="IT"&gt;Bunda maafkan aku. Bunda tidur tetap manis. Senyum manjamu terlihat ditidurmu yang panjang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="IT"&gt;Maafkan aku , tak bisa bersikap adil dan membahagiakan mu, aku selalu mengiyakan apa kata ibuku, karena aku takut menjadi anak durhaka. Maafkan aku ketika kau di fitnah oleh keluargaku, aku percaya begitu saja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="IT"&gt;Apakah Bunda akan mendapat pengganti ayah di surga sana ?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="IT"&gt;Apakah Bunda tetap menanti ayah disana ? Tetap setia di alam sana ?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="IT"&gt;Tunggulah Ayah disana Bunda......&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"    lang="IT"&gt;Bisakan ? Seperti Bunda menunggu ayah di sini...... &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"   &gt;Aku mohon.....&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:black;"   &gt;Ayah Sayang Bunda....&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo dah baca kasih komen yah boss!!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4754237644906456057-7512872445219778167?l=oidamus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4754237644906456057/posts/default/7512872445219778167'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4754237644906456057/posts/default/7512872445219778167'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://oidamus.blogspot.com/2009/12/cinta-itu-butuh-kesabaran.html' title='Cinta itu butuh kesabaran...'/><author><name>oidamus</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S6c0WLlnYgI/AAAAAAAAAIw/_z6zXol9sZw/S220/obit.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/SywzOM3N2KI/AAAAAAAAAFE/hjPxTL2U-8w/s72-c/Woman+For+a+Man.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4754237644906456057.post-5946915681736140244</id><published>2009-10-30T10:43:00.009+08:00</published><updated>2009-10-30T14:55:04.125+08:00</updated><title type='text'>Yes No Questions</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/SuqKqXLIq0I/AAAAAAAAAE0/_SFTyhDCn2k/s1600-h/Broken+heart1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 247px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/SuqKqXLIq0I/AAAAAAAAAE0/_SFTyhDCn2k/s320/Broken+heart1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5398279563736820546" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Girl: Do I ever cross your mind?&lt;br /&gt;Boy: No&lt;br /&gt;Girl: Do you like me?&lt;br /&gt;Boy: Not really&lt;br /&gt;Girl: Do you want me?&lt;br /&gt;Boy: No&lt;br /&gt;Girl: Would you cry if I left?&lt;br /&gt;Boy: No&lt;br /&gt;Girl: Would you live for me?&lt;br /&gt;Boy: No&lt;br /&gt;Girl: Would you do anything for me?&lt;br /&gt;Boy: No way&lt;br /&gt;Girl: What would you choose: your life or me?&lt;br /&gt;Boy: My life&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The girl runs away in shock and pain.....and..... the boy runs after she's and says:...&lt;br /&gt;The reason you never cross my mind is because you're always on my mind.&lt;br /&gt;The reason why I don't like you is because I love you.&lt;br /&gt;The reason I don't want you is because I need you.&lt;br /&gt;The reason I wouldn't cry if you left is because I would die if you left.&lt;br /&gt;The reason I wouldn't live for you is because I would die for you.&lt;br /&gt;The reason why I'm not willing to do anything for you is because I would do everything for you. The reason I chose my life is because you ARE my life.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuk seseorang yg pernah sangat berarti hanya pantas utk dikenang tp tidak untuk mengulang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kutipan dari FB kawan, yang ngerasa punya "Nuwun Sewu nggih"..... ta pinjem kotaknya...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4754237644906456057-5946915681736140244?l=oidamus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4754237644906456057/posts/default/5946915681736140244'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4754237644906456057/posts/default/5946915681736140244'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://oidamus.blogspot.com/2009/10/yes-no-questions.html' title='Yes No Questions'/><author><name>oidamus</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S6c0WLlnYgI/AAAAAAAAAIw/_z6zXol9sZw/S220/obit.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/SuqKqXLIq0I/AAAAAAAAAE0/_SFTyhDCn2k/s72-c/Broken+heart1.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4754237644906456057.post-3203751126310242913</id><published>2009-10-18T16:48:00.003+08:00</published><updated>2009-10-18T17:43:05.554+08:00</updated><title type='text'>HORMATI IBUMU</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/Strb335D_kI/AAAAAAAAAEc/aLEFjK4HL3w/s1600-h/ibu1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/Strb335D_kI/AAAAAAAAAEc/aLEFjK4HL3w/s320/ibu1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5393865256672165442" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Allah mempunyai maksud tertentu ketika menciptakan manusia, dan maksud tersebut menjadi Tugas bagi setiap Manusia yang dilahirkan di muka bumi. Agar masing-masing manusia dapat menjalankan tugas yang diembannya. Allah tidak pernah lupa untuk memberikan "fasilitas" yang unik kepada masing-masing Orang yang kemudian dinamakan "Bakat". Kalau saja setiap manusia bisa menemukan "bakat"-nya masing-masing, berarti bahwa kita bisa menemukan "jalan" sukses masing-masing. Dan untuk bisa mendapat tiket masuk ke jalan tersebut, dibutuhkan "Do'a Ibu", karena Ibu memiliki kedudukan yang sangat tinggi di mata Allah. Semoga tampilan video berikut dapat mengingatkan diri kita masing-masing bahwa untuk mendapatkan tiket masuk ke jalan sukses, kita harus bisa menjaga perilaku, dengan cara memelihara silaturrachmi dengan Orangtua kita. Amiin. Kenanglah Ibu yang menyayangimu... Untuk ibu yang selalu meneteskan air mata ketika kita pergi... Ingatkah engkau, ketika ibumu rela tidur tanpa selimut demi melihatmu, tidur nyenyak dengan dua selimut membalut tubuhmu... Ingatkah engkau ketika jemari ibu mengusap lembut kepalamu..? Dan ingatkah engkau ketika air mata menetes dari mata ibumu ketika ia melihatmu terbaring sakit..? Sesekali jenguklah ibumu yang selalu menantikan kepulanganmu di rumah tempat kau dilahirkan. Kembalilah memohon maaf pada ibumu yang selalu rindu akan senyumanmu. Simpanlah sejenak kesibukan-kesibukan duniawi yang selalu membuatmu lupa untuk pulang. Segeralah jenguk ibumu yang berdiri menantimu di depan pintu bahkan sampai malampun kian larut. Jangan biarkan engkau kehilangan saat yang akan kau rindukan di masa datang ketika ibu telah tiada... Tak ada lagi yang berdiri di depan pintu menyambut kita... Tak ada lagi senyuman indah tanda bahagia... Yang ada hanyalah kamar yang kosong tiada penghuninya. Yang ada hanyalah baju yang digantung di lemari kamarnya. Tak ada lagi yang menyiapkan sarapan pagi untukmu makan... Tak ada lagi yang rela merawatmu sampai larut malam ketika engkau sakit... Tak ada lagi dan tak ada lagi yang meneteskan air mata mendo'akanmu di setiap hembusan nafasnya... Kembalilah segera... Peluklah ibu yang selalu menyayangimu... Ciumlah kaki ibu yang selalu merindukanmu dan berikanlah yang terbaik di akhir hayatnya. Sahabat... berdo'alah untuk kesehatannya dan rasakanlah pelukan cinta dan kasih sayangnya. Jangan biarkan engkau menyesal di masa datang, kembalilah pada ibu yang selalu menyayangimu... Kenanglah semua cinta dan kasih sayangnya... Ibu... maafkan aku... Sampai kapanpun jasamu tak akan terbalas.&lt;br /&gt;(kutipan dari posting kawan di face book)&lt;br /&gt;jika anda suka dengan video ini dapat download &lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=8BsNkrpXD8I"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo dah baca kasih komen yah boss!!!!&lt;object width="320" height="266" class="BLOG_video_class" id="BLOG_video-622c1a192ea010c" classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/get_player"&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#FFFFFF"&gt;&lt;param name="allowfullscreen" value="true"&gt;&lt;param name="flashvars" value="flvurl=http://v24.nonxt2.googlevideo.com/videoplayback?id%3D0622c1a192ea010c%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1331211909%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D36251877B3FEBE4B3753AA5216C81E7162F4E7A8.1924CF507F37BD0D3D3AD06FE2479628B3B6434C%26key%3Dck1&amp;amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3D622c1a192ea010c%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3DJ9dnpc1JtEXCs3dqiJBmWJBm3dc&amp;amp;autoplay=0&amp;amp;ps=blogger"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/get_player" type="application/x-shockwave-flash"width="320" height="266" bgcolor="#FFFFFF"flashvars="flvurl=http://v24.nonxt2.googlevideo.com/videoplayback?id%3D0622c1a192ea010c%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1331211909%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D36251877B3FEBE4B3753AA5216C81E7162F4E7A8.1924CF507F37BD0D3D3AD06FE2479628B3B6434C%26key%3Dck1&amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3D622c1a192ea010c%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3DJ9dnpc1JtEXCs3dqiJBmWJBm3dc&amp;autoplay=0&amp;ps=blogger"allowFullScreen="true" /&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4754237644906456057-3203751126310242913?l=oidamus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4754237644906456057/posts/default/3203751126310242913'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4754237644906456057/posts/default/3203751126310242913'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://oidamus.blogspot.com/2009/10/hormati-ibumu.html' title='HORMATI IBUMU'/><author><name>oidamus</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S6c0WLlnYgI/AAAAAAAAAIw/_z6zXol9sZw/S220/obit.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/Strb335D_kI/AAAAAAAAAEc/aLEFjK4HL3w/s72-c/ibu1.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4754237644906456057.post-1179975432030601161</id><published>2009-04-02T08:44:00.003+08:00</published><updated>2009-04-02T08:52:15.635+08:00</updated><title type='text'>Registry key Pipe data Pro. 7.2</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.ziddu.com/download/4111974/REG.PipeDataPro7.2April.rar.html"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 153px; height: 39px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/SdQK0kEIodI/AAAAAAAAAD0/lRKNnQhRBXg/s320/downloadfile.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5319888957981893074" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Registry key buat bulan April 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditunggu komen nya boss!!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4754237644906456057-1179975432030601161?l=oidamus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4754237644906456057/posts/default/1179975432030601161'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4754237644906456057/posts/default/1179975432030601161'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://oidamus.blogspot.com/2009/04/registry-key-pipe-data-pro-72.html' title='Registry key Pipe data Pro. 7.2'/><author><name>oidamus</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S6c0WLlnYgI/AAAAAAAAAIw/_z6zXol9sZw/S220/obit.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/SdQK0kEIodI/AAAAAAAAAD0/lRKNnQhRBXg/s72-c/downloadfile.gif' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4754237644906456057.post-6083822119762211975</id><published>2009-03-10T16:27:00.002+08:00</published><updated>2009-03-10T16:31:21.965+08:00</updated><title type='text'>Asal-Usul Nama Dalam Dunia Teknologi Informasi</title><content type='html'>Tahukah kamu dalam dunia teknologi informatika ada beberapa kata-kata atau istilah yang asal nya dari sesuatu hal yang sama sekali tidak direncanakan tetapi uniknya istilah istilah tersebut menjadi sangat terkenal dan familiar dalam bidang IT berikut dibawah ini adalah istilah-istilah tersebut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Adobe&lt;br /&gt;Berasal dari kata “Adobe Creek” yang diambil dari nama sungai di belakang rumah pendirinya yaitu John Warnock.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Apache&lt;br /&gt;Nama ini berasal saat pendirinya menerapkan patch ke kode program yang ditulis untuk http daemon NCSA dan hasilnya adalah “A PAtCHy” server dan selanjutnya menjadi apache server.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Apple Computers&lt;br /&gt;Nama ini diciptakan saat steve saat itu sedang makan apple dan diberikanlah nama perusahaan itu Apple Computer, ini dikarenakan karena belum ada staff satupun yang bisa memberikan nama perusahaannya maka dia pun memberikan nama perusahaannya terserah dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Corel&lt;br /&gt;Nama ini berasal dari nama penemunya yaitu Dr. Michael Cowpland.&lt;br /&gt;Corel sendiri singkatan dari COwpland REsearch Laboratory.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Delphi&lt;br /&gt;Nama ini berasal dari nama suatu kota di masa Yunani kuno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Fedora&lt;br /&gt;Nama ini diambil dari jenis topi (fedora) yang dipakai oleh pria di logo Red Hat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. FreeBSD&lt;br /&gt;Nama ini berasal dari akronim untuk Berkeley Software Distribution.&lt;br /&gt;FreeBSD adalah saudara dari distro BSD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Firewall&lt;br /&gt;Nama ini berasal dari nama tembok yang digunakan oleh pasukan bomba untuk menghalang api agar tidak meyebar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Google&lt;br /&gt;Nama ini berasal dari lelucon tentang banyaknya informasi yang bisa dicari oleh search engine.&lt;br /&gt;Istilah yang dimaksud adalah ‘Googola’, yang berarti bilangan 1 diikuti oleh 100 angka nol. Penemunya yaitu Sergey Brin dan Larry Page saat itu sedang memberikan presentasi proyek ini ke investor, mereka kemudian berhasil mendapatkan dana dalam bentuk check yang ditujukan kepada ‘Google’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. GNU&lt;br /&gt;Nama ini berasal dari nama species antelope Afrika dan juga karena nama ini cocok untuk singkatan rekursif ‘GNU’s Not Unix’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Hotmail&lt;br /&gt;Nama ini berasal saat Jack Smith mendapatkan ide agar semua orang bisa mengakses email melalui web dari komputer mana pun di belahan dunia.&lt;br /&gt;Kemudian Sabeer Bhatia membuat business plan yang bergerak dalam bidang mail service dan dia mencoba memberi nama bisnisnya dengan akhiran ‘mail’ di belakangnya dan didapatlah nama hotmail yang idenya berasal dari bahasa pemrograman web ‘HTML’ (HoTMaiL).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Internet&lt;br /&gt;Nama ini berasal dari singkatan Inter-networking yang artinya jaringan Internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Intel&lt;br /&gt;Nama ini berasal dari singkatan INTegrated ELectronics (INTEL).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Java&lt;br /&gt;Nama ini berasal dari nama kopi yang banyak diminum oleh programmer yaitu Java.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Microsoft&lt;br /&gt;Nama ini berasal dari singkatan MICROcomputer SOFTware.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Mozilla&lt;br /&gt;Nama ini berasal dari singkatan Mozaic-Killer, Godzilla (Mozilla).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Pascal&lt;br /&gt;Nama ini berasal dari Blaise Pascal, nama ahli matematika dan philosopi dari Perancis (abad 17).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. SUN&lt;br /&gt;Nama ini berasal dari singkatan Stanford University Network karena ditemukan oleh 4 orang mahasiswa dari Stanford University.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. Ubuntu&lt;br /&gt;Nama ini berasal dari sebuah kata Afrika yang berarti ‘kemanusiaan untuk semuanya’ atau ’saya dibentuk oleh kita semua’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. Yahoo&lt;br /&gt;Nama ini ditemukan oleh Jonathan Swift dan digunakan dalam bukunya yang berjudul “Gulliver’s Travels” yang artinya adalah orang yang berpenampilan menjijikkan dan bertindak tidak seperti manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: finderonly&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo dah baca kasih komen yah boss!!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4754237644906456057-6083822119762211975?l=oidamus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4754237644906456057/posts/default/6083822119762211975'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4754237644906456057/posts/default/6083822119762211975'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://oidamus.blogspot.com/2009/03/asal-usul-nama-dalam-dunia-teknologi.html' title='Asal-Usul Nama Dalam Dunia Teknologi Informasi'/><author><name>oidamus</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S6c0WLlnYgI/AAAAAAAAAIw/_z6zXol9sZw/S220/obit.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4754237644906456057.post-318703670711459768</id><published>2009-03-02T09:38:00.002+08:00</published><updated>2009-03-02T09:47:26.747+08:00</updated><title type='text'>Registry key Pipe data Pro. 7.2</title><content type='html'>Registry key buat bulan Maret 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.ziddu.com/download/3692588/REG.PipeDataPro7.2.rar.html"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 153px; height: 39px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/Sas5bbhsEMI/AAAAAAAAADs/Iv2UVmsISLs/s320/downloadfile.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5308399729194569922" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;di tunggu komenya bos boss!!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4754237644906456057-318703670711459768?l=oidamus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4754237644906456057/posts/default/318703670711459768'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4754237644906456057/posts/default/318703670711459768'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://oidamus.blogspot.com/2009/03/registry-key-pipe-data-pro-72.html' title='Registry key Pipe data Pro. 7.2'/><author><name>oidamus</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S6c0WLlnYgI/AAAAAAAAAIw/_z6zXol9sZw/S220/obit.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/Sas5bbhsEMI/AAAAAAAAADs/Iv2UVmsISLs/s72-c/downloadfile.gif' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4754237644906456057.post-4495380803542517779</id><published>2009-02-19T11:30:00.006+08:00</published><updated>2009-02-21T10:16:17.403+08:00</updated><title type='text'>Ada yg  inget Gak...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/SZzYnzKpHWI/AAAAAAAAADk/-yP1AXJso2g/s1600-h/topeng.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 196px; height: 219px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/SZzYnzKpHWI/AAAAAAAAADk/-yP1AXJso2g/s320/topeng.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5304352639396945250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kudengar lolongan anjing&lt;br /&gt;dimalam hening waktu terbaring&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;dan duduk aku sendiri&lt;br /&gt;menanti lelahnya dua mata ini..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;besok dia berjanji kan datang lagi dikamar ini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;sedang apa kau detik ini......&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Masih inget gak ini lagu nya siapa????? pasti gak da yang inget Lirik diatas &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:100%;" &gt;ADALAH potongan lirik lagu ”Matahariku” yang diambil dari album bertajuk sama, Matahariku. Dinyanyikan oleh Kelompok Topeng, album berirama rock balada ini menjadi pemenang Anugerah Musik Indonesia Tahun 1996 kategori rock balada.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;Busyet dah lam banget kan bos 13 taonan... tapi sumpeh masih asik buat di nikmati ditelinga, coba deh  Donlot aja link dibawah kalo lagu nya gak asik biar samber bibir deh...hehehe..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lo tau gak dah lama banget nih gw nyari nih lagu, muter2 di google ampe 2minggu gak ketemu-ketemu, lha wong aku muter2 nawarin dagangan yah gimana mo dapet.. hehehe.... sampai pada suatu malam gw sedang jalan sendiri trus tersesat dan nyampe disebuah rumah tua....(tau gak kenapa gw namain rumah tua sebab ada tulisanya bos di gerbang depan hehehe) halah ngaco, tapi sumpeh ni lagu TOP banget deh coba deh dengerin sore-sore sambil ngopi plus maem pisang goreng... yah kalo lagunya gak enak minimal bisa ditutupin ama segelas kopi dan pisang goreng....&lt;br /&gt;salam&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.ziddu.com/download/3585529/TOPENG-MATAHARIKU.rar.html" target="new"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 153px; height: 39px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/SZzTLhTvRjI/AAAAAAAAADc/AESAq4IcGMU/s320/downloadfile.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5304346656008783410" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo dah baca kasih komen yah boss!!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4754237644906456057-4495380803542517779?l=oidamus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4754237644906456057/posts/default/4495380803542517779'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4754237644906456057/posts/default/4495380803542517779'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://oidamus.blogspot.com/2009/02/ada-yg-inget-gak.html' title='Ada yg  inget Gak...'/><author><name>oidamus</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S6c0WLlnYgI/AAAAAAAAAIw/_z6zXol9sZw/S220/obit.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/SZzYnzKpHWI/AAAAAAAAADk/-yP1AXJso2g/s72-c/topeng.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4754237644906456057.post-6058230340233288809</id><published>2009-02-12T14:54:00.009+08:00</published><updated>2009-02-17T08:18:38.034+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Software'/><title type='text'>Converter PDF to Autocad.</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/SZPIhHXPYII/AAAAAAAAAC8/38pwfcowoh0/s1600-h/PDF2DWG.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 287px; height: 252px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/SZPIhHXPYII/AAAAAAAAAC8/38pwfcowoh0/s320/PDF2DWG.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301801657582968962" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Untuk software yang satu ini seperti nya tidak perlu detail lagi akan kegunaanya dari judulnya saja kita sudah bisa  tahu fungsi alat ini, BENER banget bos... software ini dapat merubah file pdf kita yang berisi gambar menjadi DWF,  tapi hanya berfungsi selama file gambar tadi hasil convert dari format DWG (bukan scan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh nya begini kita mendapat file PDF berupa gambar yang awalnya berasal dari autocad (DWG), lalu kita ingin mengembalikan file tsb kebentuk DWG (Auto cad) nah dengan Converter ini kita dapat melakukannya dengan mudah, tetapi  hasil COnvert tidak akan semulus file DWG aslinya karena Sofware ini akan merubah semua bentuk gambar anda seperti Circle, Arc, Rectang, menjadi garis (LINE) saja berikut text nya akan menjadi garis, jadi setelah mengconvert file tersebut akan ada sedikit perbaikan untuk menyesuaikan dengan bentuk yang kita inginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi dari pada harus menggambar ulang saya fikir gak apalah, lumayan untuk menghemat sedikit waktu, oh ya hasil dari converter ini masih berupa DWF untuk merubah ke DWG kita tinggal Save as saja syaratnya yah harus pake software Autocad oke...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk converter to DWF dapat anda download &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3540098/PDFtoDwgInstall.rar.html" target="new"&gt;Disini&lt;/a&gt; crack nya download &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3540208/Crack_1.rar.html" target="new"&gt;DISINI&lt;/a&gt; , ada juga nih VErsi Portablenya bisa di Download &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3544630/PortableAidePDFtoDXF.rar.html" target="new"&gt;DISINI&lt;/a&gt; dan untuk Cracknya download &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3540347/CrackPortable_1.rar.html" target="new"&gt;DISINI&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditunggu komenya boss!!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4754237644906456057-6058230340233288809?l=oidamus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4754237644906456057/posts/default/6058230340233288809'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4754237644906456057/posts/default/6058230340233288809'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://oidamus.blogspot.com/2009/02/converter-pdf-to-autocad.html' title='Converter PDF to Autocad.'/><author><name>oidamus</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S6c0WLlnYgI/AAAAAAAAAIw/_z6zXol9sZw/S220/obit.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/SZPIhHXPYII/AAAAAAAAAC8/38pwfcowoh0/s72-c/PDF2DWG.JPG' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4754237644906456057.post-363676721583074909</id><published>2009-02-12T09:11:00.005+08:00</published><updated>2009-02-12T09:22:01.062+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>SI PENJUAL KORAN (sebuah renungan)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/SZN43G6bQNI/AAAAAAAAACs/UA3t96lFNR0/s1600-h/imagesphp.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 219px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/SZN43G6bQNI/AAAAAAAAACs/UA3t96lFNR0/s320/imagesphp.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301714074489012434" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ketika pulang dari kantor sekitar jam 17.30 BBWI, di perempatan jalan TMII menuju kampung rambutan mobilku berhenti karena lampu merah. Sekilas kulihat ada seorang anak kecil yang menjajakan koran, debu jalanan menempel dipipinya. Anak itu mengenakan kaos seragam olah raganya yang berwarna biru dan kelihatannya telah lusuh dengan celana merah, khasnya celana anak SD. Namun, di wajahnya kulihat penuh enerjik. Pertama dia tawarkan kepada mobil Kijang di depanku meskipun ternyata pemilik mobil tidak berminat membelinya, kemudian dia mendatangiku dan “Pak, korannya pak, ada koran pagi harganya didiskon deh buat bapak Rp. 500,- ada juga koran petang, “ setengah bercanda anak itu bicara. Aku tersenyum mendengar celotehannya. “Kenapa kamu masih menjual koran sore nak? Kan beritanya udah basi,” aku coba mengajak ngobrol sambil menunggu lampu lalu lintas berwarna hijau. “Lumayan pak, apabila kejual untungnya buat aku semuanya”, anak itu berkata lagi. Kutimpali “ Emang gak setorkan uangnya ke pengecer?”. “Tidak pak, ini dikasih ama pengecer daripada mubazir katanya”, anak itu mencoba menjelaskannya padaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu sehari dapat berapa kalau jualan gini?” kutanya sambil kulihat lampu kalau-kalau sudah hijau. “Lumayan pak buat makan ama bayar sekolah” dijawab singkat olehnya. “Kalau sama para pengemis yang sebayamu itu (sambil kutunjuk beberapa anak kecil yang meminta-minta) gedean mana hasilnya” kutanya dia. Diapun menjawab” Gedean dialah, kadang mereka dapat Rp. 50.000,- sehari, kalau aku yaahhhhh kelaut aja”. Akupun tertawa mendengarnya.&lt;br /&gt;“Kok kamu gak ikutan kayak mereka?, kan lumayan hasilnya,” ujarku, “Bapakku bisa marah kalau aku seperti mereka,” kata dia seraya menunjuk kearah segerombolan anak kecil itu. “Mending jualan koran lebih bermartabat kata bapak, daripada harus ngemis seperti itu, lagian akunya juga malu, kan kata bapakku Islam menganjurkan ‘lebih baik tangan di atas daripada tangan di bawah’, makanya aku jualan aja, juga kata bapakku biar gedenya aku bisa jadi orang yang berguna buat orang lain, aku sendiri gak tau yang bapak omongin, tapi percaya itu benar” dengan panjang lebar dia mencoba menjelaskannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akupun trenyuh mendengarnya, terus terang aku malu padanya, tanpa kenal lelah, sepulang sekolah, menahan terik matahari, bernafaskan debu jalanan, dia mencoba mencari uang demi sebuah angan-angannya. Sedangkan aku di kantor ber-AC, kerja cuma duduk saja, sesekali kadang main game, masih saja mengeluh masalah gaji yang kudapat setiap awal bulan, padahal menurut orang-orang itu sudah lebih dari cukup. Ya, Tuhan betapa aku menjadi orang yang tidak mensyukuri nikmat-Mu…..&lt;br /&gt;“Koran tadi pagi ada berapa? Aku beli semuanya ya,” tanyaku sambil kulirik lampu lalu lintas yang belum hijau juga. “Semuanya sih ada lima lagi tinggal kompas 3 sama republika 2, tapi buat apaan pak semuanya? Bapak kasihan ya ama aku? Setengah bingung dia bertanya. “Bapak perlu buat bungkus buku di rumah, makanya perlu banyak kan kalau dibacapun beritanya udah bapak baca di kantor tadi.” Kucoba jelaskan agar dia tidak tersinggung, padahal terus terang aku iba padanya atas ketegarannya itu. “Semuanya Rp. 2.500,- pak,” ujarnya, akupun merogoh uang Rp. 5.000,- dan menyerahkan padanya setelah kuambil lima korannya. Pas dia menghitung uang kembalianku, sebelum diserahkan padaku, mobilku berjalan pelan karena lampu sudah hijau sambil berkata padanya,”Kembaliannya besok bapak ambil ya, bapakkan sering lewat sini,” aku berkata sambil menoleh sebentar padanya, setengah bingung lagi dia cuma mengangguk. Padahal aku sering pulang kantor lewat tol, jarang lewat jalan TMII. Sengaja ku berkata begitu agar dia tidak tersinggung, kenyataannya aku memang pengen ngasih uang padanya sebagai kenang-kenangan dari seorang teman ngobrolnya di perempatan jalan, bukan karena kasihan.&lt;br /&gt;Mobilku melaju menjauhinya, dalam hatiku berkata, Ya Tuhan tegarkanlah hatiku seperti anak itu dalam mengarungi hidup ini, dalam menafkahi anak istriku. Akupun berterima kasih pada anak itu atas nasihat terselubungnya. Terlintas wajah istriku dan anak tercinta, akupun menancap gas dengan pasti sambil berkata “ayah pulang nak.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(true story, for someone who loves)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4754237644906456057-363676721583074909?l=oidamus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4754237644906456057/posts/default/363676721583074909'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4754237644906456057/posts/default/363676721583074909'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://oidamus.blogspot.com/2009/02/ketika-pulang-dari-kantor-sekitar-jam.html' title='SI PENJUAL KORAN (sebuah renungan)'/><author><name>oidamus</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S6c0WLlnYgI/AAAAAAAAAIw/_z6zXol9sZw/S220/obit.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/SZN43G6bQNI/AAAAAAAAACs/UA3t96lFNR0/s72-c/imagesphp.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4754237644906456057.post-8669624026407758186</id><published>2009-02-11T17:35:00.004+08:00</published><updated>2009-02-12T09:22:30.627+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>APAKAH TUHAN MENCIPTAKAN KEJAHATAN? (Kisah nyata)</title><content type='html'>Seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal menantang&lt;div&gt;mahasiswa-mahasiswa nya dengan pertanyaan ini, "Apakah Tuhan  menciptakan&lt;/div&gt;   &lt;div&gt;segala yang ada?". Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, "Betul,  Dia yang menciptakan semuanya". "Tuhan menciptakan semuanya?" Tanya  professor sekali lagi. "Ya, Pak, semuanya" kata mahasiswa tersebut.&lt;/div&gt; &lt;div&gt; &lt;/div&gt;   &lt;div&gt;Profesor itu menjawab, "Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip  Kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi&lt;/div&gt;   &lt;div&gt; &lt;/div&gt;        &lt;div&gt; &lt;/div&gt;      &lt;div&gt; &lt;/div&gt;          &lt;div&gt; &lt;/div&gt;            &lt;div&gt;Bahwa Tuhan itu adalah kejahatan."  Mahasiswa itu terdiam dan tidak  bisa menjawab hipotesis professor tersebut. Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa sekali lagi  dia telah membuktikan kalau agama itu adalah sebuah mitos.&lt;br /&gt;Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata, "Profesor, boleh saya bertanya  sesuatu?" "Tentu saja," jawab si Profesor. Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, "Profesor, apakah dingin itu ada?" "Pertanyaan macam apa itu? Tentu  saja dingin itu ada. Kamu tidak pernah sakit flu?" Tanya si professor  diiringi tawa mahasiswa lainnya. Mahasiswa itu menjawab, "Kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada. Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas.  Suhu -460F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel menjadi  diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata  dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas.&lt;br /&gt;Mahasiswa itu melanjutkan, "Profesor, apakah gelap itu ada?" Profesor  itu menjawab, "Tentu saja itu ada." Mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi  anda salah, Pak. Gelap itu juga tidak ada. Gelap adalah keadaan dimana  tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari, gelap tidak. Kita bisa  menggunakan prisma Newton untuk memecahkan cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang gelombang setiap warna. Tapi Anda tidak  bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut. Kata gelap dipakai manusia  untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya." Akhirnya mahasiswa itu bertanya, "Profesor, apakah kejahatan itu  ada?" Dengan bimbang professor itu menjawab, "Tentu saja, seperti yang  telah kukatakan sebelumnya. Kita melihat setiap hari di Koran dan TV. Banyak perkara kriminal dan kekerasan di antara manusia. Perkara-perkara  tersebut adalah manifestasi dari kejahatan." Terhadap pernyataan ini mahasiswa  itu menjawab, "Sekali lagi Anda salah, Pak. Kejahatan itu tidak ada.  Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan. Seperti dingin atau gelap, kejahatan adalah  kata yang dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan. Tuhan  tidak menciptakan kejahatan. Kejahatan adalah hasil dari tidak adanya kasih Tuhan dihati manusia. Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas  dan gelap yang timbul dari ketiadaan cahaya." Profesor itu terdiam.&lt;/div&gt; &lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/SZKg0WMLwbI/AAAAAAAAACE/MxD---1Mybc/s1600-h/einstein.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 143px; height: 121px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/SZKg0WMLwbI/AAAAAAAAACE/MxD---1Mybc/s320/einstein.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301476532538818994" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Nama mahasiswa itu adalah &lt;b&gt;Albert Einstein&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://r.yuwie.com/chaem11/" target="_blank"&gt;saduran dari http://r.yuwie.com/id:chaem11&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4754237644906456057-8669624026407758186?l=oidamus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4754237644906456057/posts/default/8669624026407758186'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4754237644906456057/posts/default/8669624026407758186'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://oidamus.blogspot.com/2009/02/apakah-tuhan-menciptakan-kejahatan.html' title='APAKAH TUHAN MENCIPTAKAN KEJAHATAN? (Kisah nyata)'/><author><name>oidamus</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S6c0WLlnYgI/AAAAAAAAAIw/_z6zXol9sZw/S220/obit.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/SZKg0WMLwbI/AAAAAAAAACE/MxD---1Mybc/s72-c/einstein.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4754237644906456057.post-948360203267712981</id><published>2009-02-09T13:44:00.007+08:00</published><updated>2009-02-18T10:30:17.207+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Software'/><title type='text'>Registry Key Pipe data Pro 7.2</title><content type='html'>Ini untuk bulan February Download file nya &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3457402/REG.PipeDataPro7.2.rar.html" target="new"&gt;Disini&lt;/a&gt; jika link erorr bisa juga &lt;a href="http://uploads.bizhat.com/file/382254" target="new"&gt;Disini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.ziddu.com/download/3457402/REG.PipeDataPro7.2.rar.html" target="new"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 153px; height: 39px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/SZtxqxLvPQI/AAAAAAAAADU/ko8yJyXJNkc/s320/downloadfile.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303957965729905922" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4754237644906456057-948360203267712981?l=oidamus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4754237644906456057/posts/default/948360203267712981'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4754237644906456057/posts/default/948360203267712981'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://oidamus.blogspot.com/2009/02/registry-key-pipe-data-pro-72.html' title='Registry Key Pipe data Pro 7.2'/><author><name>oidamus</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S6c0WLlnYgI/AAAAAAAAAIw/_z6zXol9sZw/S220/obit.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/SZtxqxLvPQI/AAAAAAAAADU/ko8yJyXJNkc/s72-c/downloadfile.gif' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4754237644906456057.post-1477723857298680460</id><published>2009-02-09T13:34:00.007+08:00</published><updated>2010-04-12T10:59:16.245+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Software'/><title type='text'>Pipe Data Pro 7.2</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/SY_Aqq8dYkI/AAAAAAAAAB0/1qK-oE-wmCg/s1600-h/Cover.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 193px; height: 174px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/SY_Aqq8dYkI/AAAAAAAAAB0/1qK-oE-wmCg/s320/Cover.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300667125753274946" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;SOftware apaan nih?????&lt;br /&gt;Buat orang orang yang bergelut di bidang teknik pasti sudah gak asing dengan Software Pipe data, yaitu software yang berisi tentang detail material-material perpipaan (piping) seperti Flange, Pipe fitting,  Valves, Nuts dan sebagainya, Untuk versi 7.2 ini sudah lumayan lengkap dan mudah dari pendahulunya, kita tidak perlu bolak balik membuka karena setiap membuka data yang ingin kita buka otomatis window baru terbuka, untuk kembali kedata sebelumnya tinggal kita klik window dan pilih data yang kita inginkan.&lt;br /&gt;Saya Pribadi Software ini sangat sangat membantu dalam pekerjaan saya setiap harinya, Namun sayangnya untuk mendapatkan Software ini butuh biaya yang tidak murah (buat ukuran kantong saya sih....hehe..) Truss gimana dong cara nya biar kita bisa tetep gunain software ini dengan GRATIS..??? gini deh kita masih bisa gunain software ini dengan Gratis.. tiss.. tiss.. Pertama Download Software Pipe Data Pro 7.2 &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3457400/setup.rar.html" target="new"&gt;DISINI&lt;/a&gt; atau &lt;a href="http://uploads.bizhat.com/file/382253" target="new"&gt;Disini&lt;/a&gt; , Kemudian seperti biasa Install di komputer anda jangan dikomputer tetangga yah???? Jalan kan Software Seperti Biasa. Setelah 30 hari Software akan minta Registration key jika tidak maka Pipe data Pro 7.2 tidak dapat kita gunakan. tapi jangan kuatir kita tinggal import file registry nya maka Pipe data pro 7.2 anda akan kembali jalan untuk 30 hari kedepan untuk file registry bulan February dapat anda download &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3457402/REG.PipeDataPro7.2.rar.html" target="new"&gt;DISINI&lt;/a&gt;, jika link erorr bisa juga &lt;a href="http://uploads.bizhat.com/file/382254" target="new"&gt;Disini&lt;/a&gt; selanjutnya saya akan posting file registry yang update untuk setiap bulan nya di blog ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat Mencoba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NOTE: File registry ini hanya dapat digunakan untuk pipe data pro 7.2 saja untuk versi diatasnya akan saya cari tahu terlebih dahulu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4754237644906456057-1477723857298680460?l=oidamus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4754237644906456057/posts/default/1477723857298680460'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4754237644906456057/posts/default/1477723857298680460'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://oidamus.blogspot.com/2009/02/pipe-data-pro-72.html' title='Pipe Data Pro 7.2'/><author><name>oidamus</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S6c0WLlnYgI/AAAAAAAAAIw/_z6zXol9sZw/S220/obit.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/SY_Aqq8dYkI/AAAAAAAAAB0/1qK-oE-wmCg/s72-c/Cover.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4754237644906456057.post-3812446811267377249</id><published>2009-02-08T15:47:00.010+08:00</published><updated>2009-02-15T16:01:42.882+08:00</updated><title type='text'>Mempercepat Kinerja Search Engine</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/SY6Y6HYKczI/AAAAAAAAABo/oWm3vaOmj30/s1600-h/fuo1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 185px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/SY6Y6HYKczI/AAAAAAAAABo/oWm3vaOmj30/s320/fuo1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300341935641883442" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kadang waktu kita SEARCHING atau mencari sesuatu di internet, Search engine kita terasa lemot banget alias "Lambreta Simatupang" (red : LAMBAT) ini bisa dikarenakan koneksi internet kita yang emang payah atau banyaknya klien/user yang juga sedang bersurfing, chating, uploading, atau sedang download.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya hal ini masih bisa kita atasi dengan menggunakan settingan-settingan dari masing2 browser yang kita pakai, atau menggunakan software2 penambah kecepatan yang jumlah nya ratusan bahkan bisa mencapai ribuan jika kita cari di google.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pembahasan kali ini saya mencoba menyarankan untuk kalian para browser untuk menggunakan sebuah software yang dapat diaplikasikan tapi hanya khusus untuk browser mozzila firefox namanya "Firefox Ultimate Optimizer" untuk kecepatan aplikasi ini dalam membantu browser kita memang saya tidak mempunyai angka pasti, tetapi setelah menggunakanya terasa sekali perbedaan searh engine kita lebih cepat dari biasanya, dan mudahnya lagi sofware ini tidak perlu diinstal alias portable jadi kita tinggal &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KLIK&lt;/span&gt; dan otomatis "Firefox Ultimate Optimizer" sudah jalan dan membantu browser mozzila anda bekerja dengan maksimal &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3454324/FirefoxUltimateOptimizer.rar.html" target="new"&gt;Klik Disini&lt;/a&gt; atau &lt;a href="http://uploads.bizhat.com/file/382252" target="new"&gt;Disini&lt;/a&gt; untuk mendownload file nya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat ber internet ria...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam...bLaCkA...&lt;br /&gt;Note: Firefox Ultimate Optimizer telah saya tambahkan dalam bahasa indonesia untuk mempermudah dalam penggunaanya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4754237644906456057-3812446811267377249?l=oidamus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4754237644906456057/posts/default/3812446811267377249'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4754237644906456057/posts/default/3812446811267377249'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://oidamus.blogspot.com/2009/02/mempercepat-kinerja-search-engine.html' title='Mempercepat Kinerja Search Engine'/><author><name>oidamus</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S6c0WLlnYgI/AAAAAAAAAIw/_z6zXol9sZw/S220/obit.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/SY6Y6HYKczI/AAAAAAAAABo/oWm3vaOmj30/s72-c/fuo1.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4754237644906456057.post-3896687448408114812</id><published>2009-02-04T21:30:00.004+08:00</published><updated>2009-02-09T09:48:13.536+08:00</updated><title type='text'>Sejarah Asal-usul Nama Kota Balikpapan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/SYmeHvJyMdI/AAAAAAAAABA/7ChoX59tauE/s1600-h/Hasil+Penelusuran+Gambar+Go...jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 229px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/SYmeHvJyMdI/AAAAAAAAABA/7ChoX59tauE/s320/Hasil+Penelusuran+Gambar+Go...jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298940292331876818" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;" class="style7"  &gt;Nama Balikpapan kurang jelas kapan berasal dan apa makna nama itu. Menilik susunan katanya dapat dimasukkan ke dalam asal kata &lt;strong&gt;bahasa Melayu.&lt;/strong&gt; Menurut buku karya F. Valenijn pada tahun 1724, menyebut suatu daerah di hulu sebuah sungai di sebuah Teluk sekitar tiga mil dari pantai, desa itu bernama &lt;span class="style24"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;BILIPAPAN&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;. Lepas dari persoalan ucapan maupun pendengaran, jelas bahwa nama tersebut dikaitkan dengan sebuah komunitas pedesaan di teluk yang sekarang dikenal dengan nama Teluk Balikpapan.&lt;/span&gt; &lt;p  align="justify" style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="style7"  style="font-size:85%;"&gt;Terdapat beberapa versi terkait dengan asal-usul nama Balikpapan : &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;font-family:verdana;"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Versi Pertama &lt;/span&gt;&lt;span class="style9"  style="font-size:85%;"&gt;( Sumber : Buku 90 Tahun Kota Balikpapan yang mengutip buku karya F. Valenijn tahun 1724 )&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Menurut legenda asal nama Balikpapan adalah karena sebuah kejadian yang terjadi pada tahun 1739, sewaktu dibawah Pemerintahan Sultan Muhammad Idris dari Kerajaan Kutai, yang memerintahkan kepada pemukim-pemukim di sepanjang Teluk Balikpapan untuk menyumbang bahan bangunan guna pembangunan istana baru di Kutai lama. Sumbangan tersebut ditentukan berupa penyerahan sebanyak 1000 lembar papan yang diikat menjadi sebuah rakit yang dibawa ke Kutai Lama melalui sepanjang pantai. Setibanya di Kutai lama, &lt;span class="style23"&gt;ternyata ada 10 keping papan yang kurang (terlepas selama dalam perjalanan)&lt;/span&gt; dan hasil dari pencarian menemukan bahwa 10 keping papan tersebut terhanyut dan timbul disuatu tempat yang sekarang bernama &lt;span class="style24"&gt;"Jenebora"&lt;/span&gt;. Dari peristiwa inilah nama Balikpapan itu diberikan (dalam istilah bahasa Kutai &lt;span class="style24"&gt;"Baliklah - papan itu"&lt;/span&gt; atau papan yang kembali yang tidak mau ikut disumbangkan).  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;    &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Versi Kedua ( Sumber : Legenda rakyat yang dimuat dalam buku 90 Tahun Kota Balikpapan )&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;       Menurut legenda dari orang-orang suku Pasir Balik atau lazim disebut Suku Pasir Kuleng, maka secara turun menurun telah dihikayatkan tentang asal mula nama "Negeri Balikpapan". Orang-orang suku Pasir Balik yang bermukim di sepanjang pantai teluk Balikpapan adalah berasal dari keturunan kakek dan nenek yang bernama &lt;span class="style24"&gt;" KAYUN KULENG&lt;/span&gt; dan &lt;span class="style24"&gt;PAPAN AYUN "&lt;/span&gt;. Oleh keturunannya kampung nelayan yang terletak di Teluk Balikpapan itu diberi nama &lt;span class="style23"&gt;"KULENG - PAPAN"&lt;/span&gt; atau artinya &lt;span class="style24"&gt;&lt;em&gt;"BALIK - PAPAN"&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; (Dalam bahasa Pasir, Kuleng artinya Balik dan Papan artinya Papan) dan diperkirakan nama negeri Balikpapan itu adalah sekitar tahun 1527.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Di kutip dari situs Balikpapan.go.id&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:7;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4754237644906456057-3896687448408114812?l=oidamus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4754237644906456057/posts/default/3896687448408114812'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4754237644906456057/posts/default/3896687448408114812'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://oidamus.blogspot.com/2009/02/sejarah-asal-usul-nama-kota-balikpapan.html' title='Sejarah Asal-usul Nama Kota Balikpapan'/><author><name>oidamus</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S6c0WLlnYgI/AAAAAAAAAIw/_z6zXol9sZw/S220/obit.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/SYmeHvJyMdI/AAAAAAAAABA/7ChoX59tauE/s72-c/Hasil+Penelusuran+Gambar+Go...jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4754237644906456057.post-1019251088119901125</id><published>2009-02-04T14:35:00.019+08:00</published><updated>2010-03-25T09:49:46.148+08:00</updated><title type='text'>Ban anti Bocor</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/SY6CtKQFjAI/AAAAAAAAABY/nlGgRbJIe0A/s1600-h/TIRE+GUARD1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 129px; height: 187px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/SY6CtKQFjAI/AAAAAAAAABY/nlGgRbJIe0A/s320/TIRE+GUARD1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300317523819203586" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Awalnya sih Cuma sekedar memenuhi kebutuhan pribadi saja, karena saya adalah seorang pekerja yang harus setiap harinya berkendara dengan jarak tempuh yang Lumayan jauh kurang lebih 130km dalam sehari, yah namanya juga harus memenuhi tanggung jawab menafkahi keluarga.. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Terkadang dalam perjalanan baik pulang maupun pergi ketempat kerja tidak semulus body nya Ashari sister yang aduhai dan bikin jantung deg..dug...dig..dar... hehehe... yah maklum kondisi jalan di kalimantan yang berlubang dan kalo apes banyak paku atau benda tajam bertebaran dimana-mana...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Sesekali terlintas di kepala yang udah mau botak+sedikit peang Gimana yah ngindarin Ban Motor gue biar bisa melibas semua kondisi jalan yang nota bene gak mulus tadi tanpa ada perasaan was-was akan kebocoran apalagi ampe "MBLEDUK" pas kecepatan tinggi..hhhhiii..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; amit-amit jabang bocah dah....&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; ngeri bisa2 jadi Yatim anak gue yang baru berumur 7 bulan dan dengan bangga gue beri nama "Kavya Anandamaya Sumadio" dan boleh dipanggil OBIT dalam keseharianya, walaupun baru berumur 7 bulan anak gue.. Lho kok jadi Biografiin si obit neh.. HALAH malah ngelantur, cerita si obit next time aja yah... Lanjut...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Akhirnya.....*back sound Lagu Jamrud*.... he.. Gue nemuin Produk yang bisa bikin gue tenang dalam berkendara nama nya&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 255, 255);"&gt;"Tire Guard" &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoBodyText3"&gt;&lt;span style="line-height: 125%; font-weight: bold;font-family:Verdana;font-size:85%;color:red;"   lang="en-US" &gt;TIRE GUARD&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 125%; font-weight: bold;font-size:85%;color:red;"  lang="en-US" &gt;&lt;sup&gt;®&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 125%; font-weight: bold;font-family:Verdana;font-size:85%;color:red;"   lang="en-US" &gt;  &lt;/span&gt;Adalah sebuah formula yang didesain secara khusus untuk melindungi ban kendaraan agar tidak kempis jika tertusuk paku atau benda tajam lainnya pada saat  ban sedang berputar, baik dalam kecepatan rendah maupun tinggi.&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyText3"&gt;&lt;span style="line-height: 125%; font-weight: bold;font-family:Verdana;font-size:85%;color:red;"   lang="en-US" &gt;TIRE GUARD&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 125%; font-weight: bold;font-size:85%;color:red;"  lang="en-US" &gt;&lt;sup&gt;®&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;  Menjaga ban tidak kempis dalam waktu yang lama* tanpa perlu menambal bagian yang tertusuk, dan dapat diaplikasikan baik pada ban dalam  maupun ban tubeles.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="line-height: 125%; font-weight: bold;font-family:Verdana;font-size:85%;color:red;"   lang="en-US" &gt;TIRE GUARD&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 125%; font-weight: bold;font-size:85%;color:red;"  lang="en-US" &gt;&lt;sup&gt;®&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;  Dengan aman melindungi ban walaupun tertusuk beberapa kali* tanpa harus mengganti atau menambalnya, kecuali ban tersebut sobek / meletus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mencoba dan membuktikanya sendiri terus otak dalam kepala gue yang jarang bisa mikir mulai berkata kalau nih produk bisa bekerja dengan sangat baik kenapa gak gue coba dagang ginian aja yah sambil kerja kan banyak temen-temen yang nasibnya sama seperti saya harus pulang pergi daengan jarak tempuh yang lumayan jauh... setuju deh tak..setuju...( ni gue ngobrol ama otak gue ).&lt;br /&gt;So Gue coba beli beberapa produk n nawarin ke temen2 yang punya kendaraan hasilnya lumayan juga buat nambahin vitaminnya sikecil yang masih rentan terkena gizi buruk, buat para bloger khususnya didaerah kalimantan timur (Balikpapan) kalau ada yang berminat bisa Japri ke gue di adysumadio@gmail.com ato ke Nope gue 0856-5408-2999 ato 0813-5070-0928 daripada Lo.. LO pade ngedorong motor buat nyari tambel ban.. hehehe... ayo... ayo .... sapa lagi nih yang mao beli....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="320" height="266" class="BLOG_video_class" id="BLOG_video-e86e666162cbf467" classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/get_player"&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#FFFFFF"&gt;&lt;param name="allowfullscreen" value="true"&gt;&lt;param name="flashvars" value="flvurl=http://v12.nonxt6.googlevideo.com/videoplayback?id%3De86e666162cbf467%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1331211909%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D6DE616D8C5B4B606E3D76BB6721AE1329C8733A6.78D63DE54229191689388FC273F71C1BC24F6C2E%26key%3Dck1&amp;amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3De86e666162cbf467%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3D9U1JIQdhiUZZbJdLLAMAriQ1tNA&amp;amp;autoplay=0&amp;amp;ps=blogger"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/get_player" type="application/x-shockwave-flash"width="320" height="266" bgcolor="#FFFFFF"flashvars="flvurl=http://v12.nonxt6.googlevideo.com/videoplayback?id%3De86e666162cbf467%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1331211909%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D6DE616D8C5B4B606E3D76BB6721AE1329C8733A6.78D63DE54229191689388FC273F71C1BC24F6C2E%26key%3Dck1&amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3De86e666162cbf467%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3D9U1JIQdhiUZZbJdLLAMAriQ1tNA&amp;autoplay=0&amp;ps=blogger"allowFullScreen="true" /&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4754237644906456057-1019251088119901125?l=oidamus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='enclosure' type='video/mp4' href='http://www.blogger.com/video-play.mp4?contentId=e86e666162cbf467&amp;type=video%2Fmp4' length='0'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4754237644906456057/posts/default/1019251088119901125'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4754237644906456057/posts/default/1019251088119901125'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://oidamus.blogspot.com/2009/02/ban-anti-bocor.html' title='Ban anti Bocor'/><author><name>oidamus</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S6c0WLlnYgI/AAAAAAAAAIw/_z6zXol9sZw/S220/obit.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/SY6CtKQFjAI/AAAAAAAAABY/nlGgRbJIe0A/s72-c/TIRE+GUARD1.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4754237644906456057.post-521824678637908043</id><published>2009-02-04T14:29:00.002+08:00</published><updated>2009-02-04T14:34:41.862+08:00</updated><title type='text'>Mo Searching dapet Semua</title><content type='html'>&lt;span class="postbody"&gt;Dear Bro en Sis...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini ada selingan sedikit…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tau sendiri kan…sekarang ini internet baru booming di Indonesia…banyak yang chating lah…, email-email-an lah…, sekedar browsing lah…ato bisnis juga di internet…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah disini, saya mo nawarin suatu cara gimana kita manfaatin internet tapi tanpa disadari menghasilkan uang juga…begini ceritanya… kalo temen-temen uda mengenal internet, uda pasti sering browsing ato searching…entah cari software, cari ebook, cari artikel,ato cari-cari gratisan dapet uang.. browsing ato searching pakai google ato yahoo ato lainnya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disini temen-temen saya ajak untuk searching pakai homepage pribadi (connect to yahoo) yang daftarnya gratisan, trus searching….dan dapet uang (dalam poundsterling…bukan rupiah ato dollar lho….) tanpa disadari tau-tau uda ada uang di account kita…pounds lagi…ngga percaya… coba daftar aja dulu trus ikutin aturan mainya, Cuma dikit ngerubah kebiasaan kita brosing di interner aja kok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mo ikutan  &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size: 18px; line-height: normal;"&gt;daftar disini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-size: 18px; line-height: normal;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;a style="font-weight: bold; color: rgb(51, 255, 255);" href="http://www.myhpf.co.uk/banner.asp?Friend=336225" target="_blank" class="postlink"&gt;http://www.myhpf.co.uk/banner.asp?Friend=341941&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 255, 255);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4754237644906456057-521824678637908043?l=oidamus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4754237644906456057/posts/default/521824678637908043'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4754237644906456057/posts/default/521824678637908043'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://oidamus.blogspot.com/2009/02/mo-searching-dapet-semua.html' title='Mo Searching dapet Semua'/><author><name>oidamus</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S6c0WLlnYgI/AAAAAAAAAIw/_z6zXol9sZw/S220/obit.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4754237644906456057.post-8987294528316157724</id><published>2008-10-14T10:16:00.005+08:00</published><updated>2009-02-10T15:14:27.727+08:00</updated><title type='text'>Get Rapid Share Account</title><content type='html'>1.Go to&lt;br /&gt;https://www.paypal.com/&lt;br /&gt;and sign up&lt;br /&gt;Create a paypal premier account (this is for free) When asked to give credit card details click on CANCEL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Now, Go to&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://adcash.org/reflink.aspx?mid=87760&lt;br /&gt;also&lt;br /&gt;http://www.neobux.com/?r=GNR3ACDC&lt;br /&gt;also&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Referral url: http://www.adspacedepot.com/ptc/index.php?ref=bLaCkA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;also&lt;br /&gt;http://www.no-minimum.com/pages/index.php?refid=joe69&lt;br /&gt;also&lt;br /&gt;http://www.vipbux.com/register.php?r=gnracdc&lt;br /&gt;also&lt;br /&gt;http://4bux.info/?r=gnracdc&lt;br /&gt;also&lt;br /&gt;http://bux.to/?r=GNR, ACDC&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FOR BUX.TO YOU CAN USE AUTOCLICKER TO CLICK FOR YOU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;download: http://rapidshare.com/files/107005555/Bux.to_Autoclicker.zip&lt;br /&gt;And register.&lt;br /&gt;You'll be paid just to click on their ads.&lt;br /&gt;The more you click the more you earn.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.  Finally, use this money to get your own RAPIDSHARE PREMIUM ACCOUNT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ENJOY!!!!!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4754237644906456057-8987294528316157724?l=oidamus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4754237644906456057/posts/default/8987294528316157724'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4754237644906456057/posts/default/8987294528316157724'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://oidamus.blogspot.com/2008/10/get-rapid-share-account.html' title='Get Rapid Share Account'/><author><name>oidamus</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S6c0WLlnYgI/AAAAAAAAAIw/_z6zXol9sZw/S220/obit.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4754237644906456057.post-1927288975946933662</id><published>2008-10-13T01:24:00.000+08:00</published><updated>2008-10-13T01:25:05.150+08:00</updated><title type='text'>Interesting Facts about Motorbiking</title><content type='html'>Submitted by stickystebee&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;The first motorbike was built in Germany in 1885 by Gottlieb Daimler and Wilhelm Maybach. It was called a Reitwagen (riding car) and it was the first gas powered vehicle, a precursor to the current day automobile. Since its conception the motorbike has become a great way of getting yourself into the Guinness Book of World Records. Below is a top ten list of current motorbike records holders:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. The tallest motorbike in the Guinness Book of World Records was built and ridden by Gregory Dunham. It was over 11 feet from the ground to the handle bars. The tires alone were 6 feet tall and the entire bike weighed 2.94 tons.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Tom Wiberg of Hökerum, Sweden built the world’s smallest motorbike. The wheel base was 3.14 inches, and the seat was a mere 2.55 inches off the ground. This mini-motorbike can go a whopping 1.24 mph. Wiberg managed to ride the bike 32.8 feet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. The longest motorbike was built by Oleg Rogov in Tver, Russia on December 19, 2005. The motorbike was over 31 feet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. The longest motorbike ride through a tunnel of fire was made by Hou Jun in Changchun City, Jilin Province, China on July 19, 2007. The flaming tunnel was 178 ft. 10 inches.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Billy Baxter, who lost his eyesight while serving in Bosnia, set the record for blind solo land speed on a motorbike at 164.87 mph on August 2, 2003.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Hou Xiaobin of Binzhou City, China broke the record of the longest backward motorbike ride on October 4, 2006. Hou rode his motorbike backward 93.21 miles.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. The largest motorbike pyramid was built in Jabalpur, India on July 5, 2001 by the Dare Devils Team of the Indian Army Signal Corps. The pyramid, consisting of 201 men balanced on 10 motorbikes traveled 424 feet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Robbie Maddison broke the famous Eval Kneival’s record of longest motorbike jump in Las Vegas in January of 2008 by jumping his bike 277 feet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Emilio Scotto made the longest motorbike journey, traveling a total of 500,000 over ten years. Emilio began mapping out his route when he was eight years old. He’s even written a book detailing his epic journey.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. The largest parade of Harley Davidson motorbikes was conducted for charity in Denver, Colorado on December 8, 2002 and included 2,118 riders.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;About the Author&lt;br /&gt;If you are going to attempt to get you and your motorbike into the Guinness Book of World Records then make sure you have fully comprehensive motorbike insurance. Getting your motorbike insurance online could save enough to fill the tank up with petrol!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source: ArticleTrader.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4754237644906456057-1927288975946933662?l=oidamus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4754237644906456057/posts/default/1927288975946933662'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4754237644906456057/posts/default/1927288975946933662'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://oidamus.blogspot.com/2008/10/interesting-facts-about-motorbiking.html' title='Interesting Facts about Motorbiking'/><author><name>oidamus</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S6c0WLlnYgI/AAAAAAAAAIw/_z6zXol9sZw/S220/obit.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4754237644906456057.post-7230057637808686737</id><published>2008-10-13T01:19:00.001+08:00</published><updated>2008-10-13T01:21:05.149+08:00</updated><title type='text'>The Rising Popularity of The Online Casino</title><content type='html'>Submitted by stickystebee&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Make Money With Your Site!&lt;br /&gt;Sell Links off your&lt;br /&gt;site at ReverseLinks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buy Permenant Links&lt;br /&gt;Get Permanent Text Links&lt;br /&gt;for cheap.&lt;br /&gt;Online casinos have gained popularity in the past five years. Ever since poker became a sport that airs on major television networks, more and more people have begun to play at online casinos. The average American can’t play professional football, but being a professional gambler doesn’t seem too far out of their reach. The guy next door can’t throw the winning touchdown for the Bears, but he can win an online poker tournament! So where do they start? The average American doesn’t live within walking distance of a casino, but their computer is conveniently located in their own home.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Online casinos provide an easy way to jump into the world of professional gambling because the wannabe gambler doesn’t have to book an expensive vacation. Also, they can play for low stakes without risking all of their money. Basically, they can use their entertainment money and not have to get a second mortgage on the house. Online casinos also offer the advantage of anonymity. No one knows that you are a janitor by day and a gambler by night. Your fellow competitors in an online poker tournament don’t know you. So, more and more people are creating an online persona to match the person they want to be. You can upload a picture of anyone and become that person. It’s a very compelling game of pretend that has real money implications.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unfortunately, not everyone has the skill to be a professional gambler. As easy as it looks on television, it isn’t simple. The same way that a professional baseball player has certain skills, a pro-poker player needs certain skills. Often, these skills don’t transfer to online play. Your ability to tell if your best friend is lying won’t work online because there are no non-verbal clues. You don’t have the advantage of reading body language, facial expressions or even the tone of someone’s voice. So, the player who has had luck in a neighborhood home game, might discover that they don’t do so well online. Online casinos are neither good nor bad. They are what they are. It’s the people that use them that endow them with good and bad qualities. A father who gambles away his daughter’s college tuition because he’s convinced he can win the World Series of Poker is more to blame than the casino.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;About the Author&lt;br /&gt;The online casino can’t take credit for the responsible bachelor who only plays for fun. Overall, online casinos have a place in today’s society. The popularity of poker and other games has insured that they will have a business for years to come.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source: ArticleTrader.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4754237644906456057-7230057637808686737?l=oidamus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4754237644906456057/posts/default/7230057637808686737'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4754237644906456057/posts/default/7230057637808686737'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://oidamus.blogspot.com/2008/10/rising-popularity-of-online-casino.html' title='The Rising Popularity of The Online Casino'/><author><name>oidamus</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S6c0WLlnYgI/AAAAAAAAAIw/_z6zXol9sZw/S220/obit.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4754237644906456057.post-5901949346596456175</id><published>2008-10-13T00:24:00.000+08:00</published><updated>2008-10-13T00:37:48.134+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Minggu Malam'/><title type='text'>Selamat Malam</title><content type='html'>Bermula hanya dari browsing yang gak karuan, terus iseng2 kepengen punya blog sapa tau aja entar ada gunanya,,, he nasib ya?????&lt;br /&gt;Jadi tepat jam 24.30 tanggal 13 oktober 2008 ini  blog  lahir  dari  dalam  kamar gue  dengan  bantuan  1 unit  laptop butut  yang  jarang  banget  gue  pake  karena  emang  gak bisa  make  laptop  seh,,,&lt;br /&gt;Mudah2an  saja  ini  bukan  hanya  sekedar pelarian gue  saja dari keseharian yang sudah benar2 boring banget dari rutinitas hidup yang mau gak mau harus gue jabanin... hix.. hix .... ( lho kok jadi curhat gene seh ) hehehe&lt;br /&gt;ini sekedar hanya coba coba semata paling paliing juga entar gak ada yang baca...xixixi..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4754237644906456057-5901949346596456175?l=oidamus.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4754237644906456057/posts/default/5901949346596456175'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4754237644906456057/posts/default/5901949346596456175'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://oidamus.blogspot.com/2008/10/selamat-malam.html' title='Selamat Malam'/><author><name>oidamus</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_2i-Id_wWEQw/S6c0WLlnYgI/AAAAAAAAAIw/_z6zXol9sZw/S220/obit.JPG'/></author></entry></feed>
